Review Serial: Girl From Nowhere

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 19:01 WIB
Girl From Nowhere, dok: GMM Grammy-Sour Bangkok Review Girl From Nowhere menyebut intrik, kemunafikan, serta pahitnya kehidupan di sekolah menjadi garis besar dari serial Thailand tersebut. (dok: GMM Grammy-Sour Bangkok)
Jakarta, CNN Indonesia --

Intrik, kemunafikan, serta pahitnya kehidupan di sekolah menjadi garis besar dari tema cerita serial Girl From Nowhere.

Serial antologi ini sebenarnya telah dirilis sejak 2018, tapi masih menjadi salah satu tontonan asal Thailand yang cukup membekas dan mengesankan.

Bisa dikatakan, gaya serial ini mirip seperti film Thailand Bad Genius, dengan permasalahan yang dilihat lewat kacamata lebih luas tentang ketidakadilan di sekolah. Nuansanya pun dikemas lebih kelam dan mencekam.


Kisah Girl From Nowhere berfokus pada Nanno (diperankan Chicha Amatayakul), seorang gadis misterius yang kerap berpindah sekolah berbeda dan memiliki kemampuan untuk membongkar serta menghukum pelaku ketidakadilan di sekolah.

Girl From Nowhere terdiri dari 13 episode dengan setiap episode dalam serial ini memiliki pembahasan, latar sekolah, serta karakter yang berbeda. Benang merah cerita dalam serial ini hanya bertumpu pada Nanno. Seperti judul serial, asal-usul Nanno pun tak diketahui.

Dia hanya akan selalu muncul kembali di sekolah yang berbeda ketika episode baru dimulai.

Di setiap episode, peran Nanno membawa penonton pada kisah balas dendam yang luar biasa. Kisah itu menyoroti isu tentang pelecehan seksual, kecemburuan satu siswa dengan yang lain, obsesi menjadi nomor satu, mempertahankan eksistensi, perundungan, hingga sosok guru 'killer.'

Di balik itu, serial ini juga mengusung bagaimana wanita satu hadir untuk memberdayakan wanita lain.

Serial yang diangkat dari kisah nyata ini pun menjadikan cerita dalam Girl From Nowhere terasa dekat dan cukup relevan pada kehidupan di SMA yang tak selamanya indah bagi sebagian orang.

Kisah kelam di bangku SMA dirasakan oleh mereka yang menjadi korban atau tertimpa masalah, kerap tak mampu bersuara atau memperjuangkan haknya. Untuk itu, tokoh Nanno seperti hadir untuk mereka bernafas kembali, menjatuhkan ketidakadilan.

Serial Thailand, Girl From NowhereReview Girl From Nowhere menyebut intrik, kemunafikan, serta pahitnya kehidupan di sekolah menjadi garis besar dari serial Thailand tersebut.: (dok. GMM Grammy/Jungka Bangkok/SOUR Bangkok via IMDb)

Yang menarik, sosok Nanno sendiri hadir bukan hanya bak malaikat yang diam-diam menolong atau membenahi suatu sistem yang rusak, tapi ia juga bisa menjadi iblis jahat yang justru semakin menjerumuskan pelaku kejahatan ke lubang hitam yang kian dalam.

"Orang tidak akan menghargai apa yang dia punya sampai itu menghilang," kata Nanno (Episode 8 - Lost and Found).

"Orang tidak akan menghargai apa yang dia punya sampai itu menghilang,"Nanno (Episode 8 - Lost and Found).

Aksi Chicha Amatayakul -yang kala itu masih tergolong aktris pendatang baru di Thailand- sebagai Nanno pun patut diacungi jempol. Dia sukses menjadi daya tarik utama dengan berperan sebagai gadis polos lalu seketika berubah menjadi sosok misterius, juga sadis.

Senyum sinis, tawa jahat serta sorotan tajam mata Chicha di serial ini cukup terngiang usai menonton serial Girl From Nowhere.

Setiap episode memiliki kekuatan masing-masing. Namun bagi saya pribadi, episode yang memiliki cerita cukup menarik yakni "Ugly Truth," "Wonderwall," "Hi-So," "The Rank," "Trap," serta "Trophy."

Secara keseluruhan, Girl From Nowhere menjadi tontonan yang sayang dilewatkan khususnya bagi pencinta genre thriller. Girl From Nowhere dapat ditonton secara legal lewat layanan streaming Netflix.

[Gambas:Youtube]



(end)