Cerita di Balik Layar

Zombi, 'Tabu' yang Jadi Cuan Saga Train to Busan

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 17:25 WIB
Train to Busan. Dok. Next Entertainment World Kreator Train to Busan mengaku dirinya dulu dilarang mengenalkan film terlaris ke-14 dalam sejarah Korea itu sebagai film zombi, karena dikhawatirkan tak laku. (Dok. Next Entertainment World)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara Yeon Sang-ho tak pernah menyangka filmya pada 2016, Train to Busan bisa menjadi film horor terlaris sepanjang sejarah di Korea Selatan. Bahkan film tersebut kini berlanjut lewat Peninsula.

Menurutnya, kesuksesan Train to Busan tersebut sulit untuk dibayangkan karena selama ini tidak pernah ada film tentang zombi yang berhasil menarik banyak perhatian masyarakat lokal.

Ia mengungkapkan situasi tersebut memengaruhi proses promosi seluruh tim produksi dan artis jelang penayangan perdana Train to Busan pada tiga tahun lalu. Kata 'zombi' bahkan seolah tabu untuk jadi bahan promosi.


"Kami dilarang menggunakan kata zombi saat promosi Train to Busan. Film-film zombi merupakan genre yang tak begitu digemari kala itu. Kata zombi sendiri bisa membuat orang malas untuk menonton bahkan sebelum film itu dirilis," kata Yeon Sang-ho.

Oleh sebab itu, timnya lebih memilih penggunaan kata orang yang terinfeksi dibandingkan zombi. Ia juga mengaku tak begitu mengenal karakteristik zombi ala Korea.

"Jadi saya rasa saya seperti bertaruh dan untungnya itu berjalan dengan baik," ucapnya seperti dilansir Korea Herald.

Sebelum Train to Busan, Korea Selatan juga memiliki beberapa film mengenai zombi seperti Zombie School (2014), Mad Sad Bad (2014), Mr. Zombie (2010), dan the Neighbour Zombie (2009)

Namun, film-film tersebut tak menarik perhatian lokal dan internasional. Zombie School hanya menjual 7,7 ribu tiket dan Mad Sad Bad juga hanya menjual 5,2 ribu tiket.

Film Train To Busan. (Dok. Istimewa)Kesuksesan Train to Busan semula sulit untuk dibayangkan karena selama ini tidak pernah ada film tentang zombi yang berhasil menarik banyak perhatian masyarakat lokal. (dok. Next Entertainment World)

Sementara itu, film yang dibintangi Gong Yoo, Ma Dong-seok, dan Jung Yu-mi ini menempati posisi ke-14 film terlaris sepanjang sejarah Korea dengan penjualan lebih dari 11,5 juta tiket. Hal itu membuat Train to Busan juga menjadi film terlaris di Korea pada 2016.

Secara global, Train to Busan mendapat US$98,5 juta dari penayangan box office dengan budget pembuatan US$8,5 juta.

Kesuksesan tersebut membuat Sutradara Yeon Sang-ho akhirnya berkesempatan mengembangkan Train to Busan menjadi Peninsula yang tayang perdana di Korea Selatan pada 15 Juli. Film ini juga lolos seleksi Cannes Film Festival.

Sambutan hangat dunia kepada Train to Busan juga dilanjutkan dengan kesuksesan serial Kingdom yang pertama kali tayang pada 2019 dan musim keduanya pada 2020.

[Gambas:Youtube]



(chri/end)