Asosiasi Sinema Inggris Kampanyekan Aman Nonton di Bioskop

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 10:39 WIB
Interior of empty dark cinema with rows of red seats with cup holders and popcorn. Concept of entertainment. 3d rendering toned image Ilustrasi bioskop. (Istockphoto/RgStudio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Sinema Inggris menggencarkan kampanye untuk meyakinkan masyarakat Inggris kembali menikmati film di bioskop. Kampanye tersebut berisikan ragam prosedur perlindungan bagi penonton dan petugas di bioskop di tengah pandemi Covid-19.

Kampanye itu digencarkan setelah pemerintah setempat mengizinkan bioskop di Inggris diizinkan kembali beroperasi pada 4 Juli, Irlandia Utara pada 10 Juli, Skotlandia mulai 16 Juli dan Wales pada 27 Juli.

Sejumlah cara dilakukan untuk meyakinkan masyarakat Inggris aman kembali ke bioskop. Salah satunya adalah membuat beberapa video singkat yang memberitahu prosedur baru menyaksikan film di bioskop.


Salah satunya adalah pemesanan tiket nonton harus dilakukan secara daring. Pengunjung juga wajib mencuci tangan dan mematuhi tanda jaga jarak yang telah ditetapkan di bioskop dan dalam studio.

Pengunjung juga diharapkan bisa menggunakan pembayaran tanpa tunai (cashless/contactless) ketika hendak membeli makanan dan minuman di bioskop.

Selain itu, Asosiasi Sinema Inggris juga menyatakan para petugas bioskop telah dibekali dan dilatih mengenai Covid-19 untuk memastikan keselamatan serta kesehatan pengunjung.



[Gambas:Youtube]



Kepala Eksekutif Asosiasi Sinema Inggris Phill Clapp mengatakan kampanye dilakukan karena mereka telah menggelar survei dan mendapatkan hasil bahwa banyak masyarakat yang ingin kembali ke bioskop sesegera mungkin.

"Tapi mereka juga ingin mengerti dan ingin diyakinkan bahwa keselamatan tetap terjaga apabila mereka melakukannya (kembali ke bioskop)," kata Phil Clapp seperti dilansir Variety.

"Kami berharap iklan yang kami luncurkan hari ini bisa menawarkan hal itu (jaminan keselamatan). Langkah-langkah yang diambil seluruh bioskop akan melindungi penonton dan petugas,” kata Phil Clapp.

“Menurut kami ini langkah yang tepat memastikan kami bisa memberikan pengalaman menikmati layar lebar dengan aman dan menyenangkan,"

Berdasarkan data Johns Hopkins University pada 15 Juli, Inggris berada di posisi ke-9 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Inggris melaporkan lebih dari 292 ribu kasus dengan catatan 45.053 orang meninggal dunia dan 1.385 orang pulih.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]