Sapardi Akan Dimakamkan di Pemakaman Giritama Bogor

CNN Indonesia | Minggu, 19/07/2020 12:45 WIB
Sastrawan Sapardi Djoko Damono membacakan puisi karyanya dalam acara AriReda Menyanyikan Puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Rabu (27/1). Jenazah penyair Sapardi Djoko Damono akan disemayamkan di Komplek Dosen UI Ciputat sebelum dimakamkan di Giritama, Giri Tonjong, Bogor, Minggu (19/7) sore. (Dok. Bunga Yuridespita).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jenazah penyair Sapardi Djoko Damono akan dimakamkan di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (19/7) sore usai ibadah salat ashar.

Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di Kompleks Dosen UI Ciputat Jalan H. Juanda No. 113, Tangerang Selatan. 

Kabar ini dibagikan oleh penulis Tatyana Soebianto dan pelantun musikalisasi puisi Reda Gaudiamo. Keduanya memastikan ikut berpartisipasi dalam prosesi pemakaman almarhum. 


Namun, keduanya meminta agar para pelayat tidak hadir di pemakaman. Hal ini mempertimbangkan kondisi pandemi virus corona atau covid-19 yang masih berlangsung. 

"Dengan segala hormat pelayat tidak diperkenankan mengantar atau hadir di pemakaman, sesuai protokol kesehatan dari pemerintah serta persyaratan dari pihak pemakaman," ungkap keduanya dalam pesan singkat kepada awak media, Minggu (19/7). 

Sapardi meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Eka BSD, Tangerang Selatan pada Minggu (19/7) pukul 09.17 WIB. Penyair yang dikenal dengan karya 'Hujan Bulan Juni' itu menghembuskan nafas terakhir di usia 80 tahun. 

Sapardi meninggal setelah dirawat di rumah sakit karena menurunnya fungsi organ tubuh. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh sutradara dari Komunitas Teater Keliling Rudolf Puspa.

"Sastrawan Sapardi Djoko Damono masuk ICU di Eka Hospital, BSD. Kerja organ tubuh menurun. Mari kita doa bagi kesehatannya," katanya. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)