Sebagian Bioskop Dibuka, Dolittle Pimpin Box Office China

Tim, CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 16:31 WIB
Sebanyak 44 persen bioskop di China sudah beroperasi dari Senin (20/7), dan menghasilkan pendapatan akhir pekan Rp182 miliar. Sebanyak 44 persen bioskop di China sudah beroperasi dari Senin (20/7), dan menghasilkan pendapatan akhir pekan Rp182 miliar. (dok. Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film Dolittle dan Bloodshot memimpin box office China di akhir pekan pertama kala sebagian bioskop mulai beroperasi di negara tersebut usai pandemi Covid-19 yang memaksa bioskop dan industri film mati suri.

Variety menyebut, perolehan film yang dibintangi oleh Robert Downey Jr dan Vin Diesel itu menandakan film judul baru lebih diminati dibanding yang sudah lawas. Sebanyak lima dari 10 film di box office akhir pekan ini merupakan film Hollywood.

China mulai membuka sebagian bioskopnya di daerah yang rendah angka Covid-19 alias zona hijau sejak Senin (20/7). Meskipun, sejumlah bioskop kembali tutup karena daerah lokasi bioskop itu terjadi lonjakan kasus baru.


Menurut data Variety, hingga Minggu (26/7) siang, sebanyak 4.900 bioskop sudah beroperasi di China. Angka itu hampir 44 persen dari keseluruhan bioskop di Negara Tirai Bambu.

Bioskop yang diberikan izin mesti mematuhi protokol, salah satunya hanya boleh menyediakan tiket 30 persen dari kapasitas demi mematuhi penjarakan penonton.

Menurut penyedia data Ent Group, Dolittle berhasil memperoleh US$4,7 juta selama tiga hari akhir pekan debut usai pandemi. Sedangkan Bloodshot berada di posisi kedua dengan US$2,6 juta.

Film lokal juga masih bisa menarik minat penonton. Hal itu terjadi dengan Sheep Without a Shepherd yang memperoleh US$2 juta. Film itu merupakan garapan ulang film India rilisan 2013, Drishyam.

Untuk urutan keempat dan kelima pada box office akhir pekan pertama China usai tutup karena pandemi adalah Coco dan Zootopia. Masing-masing film tersebut memperoleh US$740 ribu dan US$290 ribu.

Secara keseluruhan, akhir pekan pertama pembukaan bioskop lalu mampu menghasilkan 88.6 juta yuan atau setara dengan Rp182,9 miliar.

[Gambas:Youtube]



Perolehan ini jauh lebih baik dibandingkan pembukaan pada Maret lalu ketika suasana masih belum kondusif dan masih tak menentu.

Kala itu, bioskop yang beroperasi di China hanya 500, atau sekitar 5 persen dari keseluruhan bioskop dan hanya berhasil mengumpulkan 72 ribu yuan. Bioskop juga kembali tutup tanpa penjelasan lebih lanjut.

Variety melaporkan, kenaikan kembali perolehan box office ini terjadi setelah semakin banyak bioskop yang buka dan mendapatkan dukungan pemerintah setempat dan pilihan film yang lebih luas.

Hal itu juga terjadi seiring masyarakat yang mulai kembali beraktivitas tempat publik seperti pusat perbelanjaan, restoran, dan lokasi wisata di penjuru China.

(end)