Korut Ancam Hukum Berat Warga yang Tonton Drama Korea Selatan

CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 12:30 WIB
Pemerintah Korea Utara dilaporkan mengancam akan memberi hukuman berat bagi warganya yang menonton drama dan film dari Korea Selatan. Ilustrasi. (Istockphoto/ Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Korea Utara dilaporkan mengancam akan memberi hukuman berat bagi warganya yang menonton drama dan film dari Korea Selatan.

Seorang sumber mengaku kepada Radio Free Asia (RFA) bahwa pemerintah Korut mulai merencanakan hukuman berat ini karena geram melihat banyak warganya mengikuti gaya berbicara orang Korsel.

"Mulai bulan ini, pihak berwenang akan menggunakan berbagai cara, termasuk hukuman hukum yang lebih berat, bersamaan dengan proyek-proyek pendidikan ideologis, untuk mencegah infiltrasi lebih lanjut dari budaya Korea Selatan," katanya.


Menurut sumber tersebut, warga Korut memang mulai berbicara seperti orang Korsel karena diam-diam menonton tayangan televisi dari negara tetangganya tersebut.

"Menurut pembicara dalam video itu, 70 persen penduduk di seluruh negeri menonton drama dan film dari Korea Selatan," kata sumber yang merupakan penduduk Chongjin di Korut itu.

Pemerintah kian resah hingga akhirnya pada 3-4 Juli lalu, mereka mulai menayangkan video propaganda. Dalam video itu, sekelompok warga Korut yang menggunakan aksen Korsel terlihat dihukum.

"Puluhan pria dan perempuan itu dicukur kepalanya. Mereka juga diborgol saat penyelidik menginterogasi," kata sumber itu.

Setelah tujuh dekade berpisah setelah Perang Korea 1950-1953, dialek Korut dan Korsel memang kian berbeda.

Korut lantas mencoba mempertahankan dialek mereka tetap berbeda dengan Korsel dengan berbagai cara, termasuk menangkap warga yang mencoba menggunakan gaya bertutur beda.

[Gambas:Video CNN]

Pada Mei lalu, misalnya, 70 remaja di Pyongyang ditangkap karena diduga gagal mempertahankan identitas etnis mereka dengan meniru dan menyebarkan pengucapan gaya Korea Selatan.

Meski demikian, sumber RFA ini menganggap tindakan pemerintah ini sudah terlambat karena tayangan Korsel sudah terlanjur merebak dan disukai banyak warga Korut.

"Sudah terlambat untuk mencegah orang tergoda oleh budaya Korea Selatan karena daya tariknya sudah sangat mengakar," katanya.

(agn/has)