Jejak Kontroversi Jerinx soal Covid-19 hingga Dipolisikan

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 17:01 WIB
Personel band Superman is Dead, Jerinx, dipolisikan oleh IDI akibat komentarnya soal Covid-19, menambah panjang jejak kontroversinya terkait virus corona. Personel band Superman is Dead, Jerinx, dipolisikan oleh IDI akibat komentarnya soal Covid-19, menambah panjang jejak kontroversinya terkait virus corona. (CNN Indonesia/Donatus Fernanda Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Personel band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx, dipolisikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akibat komentarnya soal Covid-19. Jejak kontroversi Jerinx terkait virus corona pun kian panjang.

Jejak kontroversi terbaru Jerinx memang terlihat setelah IDI Bali melaporkan sang musisi ke kepolisian atas tudingan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian karena salah satu unggahan di Instagram.

Dalam unggahan pada 16 Juli lalu itu, Jerinx menyebut IDI dan pihak rumah sakit sebagai "kacung" Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tengah pandemi Covid-19.


Namun, ini bukan kali pertama Jerinx memicu kontroversi karena komentarnya terkait Covid-19. Sebelumnya, ia sempat melontarkan berbagai komentar, termasuk bahwa Covid-19 hanya skema bisnis hingga meminta disuntik virus corona.

Sebut Pandemi Covid-19 Hanya Konspirasi

Di awal pandemi Covid-19, Jerinx sempat berkoar tak percaya dengan keberadaan virus corona. Ia menganggap corona hanyalah konspirasi yang disebar demi skema bisnis.

Jerinx bahkan menilai bahwa informasi yang dibagikan dari Gugus Tugas Covid-19 hanya untuk menakuti-nakuti.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Minta Disuntik Virus Corona

Tak percaya dengan keberadaan Covid-19, Jerinx lantas sempat menantang agar tubuhnya disuntikkan virus corona.

"Jika saya selamat, seluruh dokter di Indonesia, seluruh awak media/seleb/SJW/musisi/influencer/selebgram yg terbukti masih menyuarakan lockdown, WAJIB SUKARELA KE KANTOR POLISI MINTA DIBUI karena sudah menyampaikan solusi yang salah dan merugikan seluruh warga Indonesia," tulisnya pada keterangan unggahan 28 April silam.

[Gambas:Instagram]

Tolak Rapid Test

Buntut ketidakpercayaan Jerinx pada virus corona membuatnya mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Dia bahkan menolak tes rapid dan swab di Bali.

[Gambas:Instagram]

Tolak Pakai Masker

Tidak tes rapid dan swab, Jerinx juga ogah menggunakan masker. Dia mmenolak karena melihat Gubernur Bali yang tak memakai masker dengan benar, tapi tetap terlihat sehat.

[Gambas:Instagram]

Minta IDI Dibubarkan

Selain menuduh Ikatan Dokter Indonesia sebagai 'kacung' (WHO), Jerinx juga sempat meminta agar IDI dibubarkan. Dia menilai kewajiban semua orang yang akan melahirkan dites terkait Covid-19 terlalu dipaksakan.

"BUBARKAN IDI! Saya gak akan berhenti menyerang kalian @ikatandokterindonesia sampai ada penjelasan perihal ini! Rakyat sedang diadu domba dengan IDI/RS? TIDAK. IDI & RS yg mengadu diri mereka sendiri dgn hak-hak rakyat," tulisnya.

[Gambas:Instagram]

(agn/has)