Lagu Van Halen Melesat di Spotify usai Eddie Meninggal

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2020 06:45 WIB
Sejumlah lagu milik band Van Halen melesat di layanan streaming Spotify usai gitaris Eddie Van Halen meninggal dunia pekan lalu. Sejumlah lagu dari band Van Halen melesat di layanan streaming Spotify usai gitaris Eddie Van Halen meninggal dunia pekan lalu. (AP/John Munson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah lagu karya milik Van Halen melesat di layanan streaming Spotify usai gitaris Eddie Van Halen meninggal dunia pekan lalu.

Berdasarkan data Nielsen Music/MRC Data yang dilansir Billboard, lagu-lagu Van Halen didengarkan sebanyak 31,19 juta kali selama 6-7 Oktober.

Jumlah itu meningkat 1.369 persen dari periode 4-5 Oktober, di mana lagu-lagu Van Halen hanya didengarkan 2,12 juta kali.

Lima karya Van Halen yang paling banyak didengarkan merupakan lagu rilisan 1978 dan 1984. Lagu Jump (1984) menjadi lagu yang paling banyak didengarkan dengan 2,33 juta kali, meningkat 554 persen dari jumlah pendengar tanggal 4-5 Oktober.

Disusul lagu Panama (1984) yang didengarkan sebanyak 1,97 juta kali, meningkat 653 persen dari sebelumnya. Peringkat ketiga ditempati Runnin' with the Devil (1978) yang didengarkan 1,78 juta kali, meningkat 925 persen dari sebelumnya.

Setelah itu, peringkat keempat diisi lagu Hot for Teacher (1984) yang didengarkan 1,51 juta kali, meningkat 1.044 persen dari sebelumnya. Terakhir ada Eruption (1978) yang didengarkan 1,37 juta kali, meningkat 2.662 persen dari sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi setelah Eddie meninggal dunia pada Selasa (6/10) usai berjuang cukup lama melawan kanker. Ia meninggal di usia 65 tahun.

Eddie Van Halen sendiri lahir di Belanda pada 26 Januari 1955 dan dibesarkan di California. Dia mendirikan Van Halen bersama kakak laki-lakinya, Alex, pada 1970-an.

Van Halen berhasil menjual lebih dari 75 juta kopi album di seluruh dunia dan memiliki banyak hit populer di tangga lagu rock papan atas AS.

Eddie dan Alex lahir dari pasangan Jan Van Halen, seorang pemain saksofon dari Belanda keturunan Swedia, dan Eugenia van Beers, perempuam Eropa-Indonesia dari Rangkasbitung. Keluarga ini bermigrasi ke California pada 1962.

(adp/has)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER