SENIN ONE PIECE

Review Manga: One Piece Chapter 993

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 18:56 WIB
One Piece chapter 993 memberikan informasi yang cukup padat, termasuk kelanjutan pertarungan Kaidou dengan Nine Red Scabbards. Foto iliustrasi. Cuplikan manga One Piece. (Courtesy of Shueisha)
Jakarta, CNN Indonesia --

One Piece chapter 993 memberikan informasi yang cukup padat, termasuk kelanjutan pertarungan Kaidou dengan Nine Red Scabbards yang jadi penutup chapter kali ini.

Menjauh sedikit dari arena pertarungan di Onigashima, Eiichiro Oda memberikan update dari festival api di Flower Capital.

Warga Wanokuni semua berpesta, bernyanyi, dan menikmati festival yang hanya bisa dirayakan satu tahun sekali itu.


Di balik kegembiraan warga Wano selama gelaran festival api, ada raut kesedihan karena mereka hidup sengsara di bawah kepemimpinan Orochi.

Ada anak perempuan yang berharap hari festival api tidak pernah berakhir, si tukang kayu legendaris, Minatomo, yang menikmati alkohol. Ini adalah satu-satunya waktu di mana dia bisa mengkonsumsi minuman itu.

Ada pula seorang kakek yang menangis berharap Orochi tidak didukung Kaidou selama memimpin Wano.

Warga Wano tampaknya masih ada yang berharap dan bermimpi bahwa 9 Samurai pelindung keluarga Kozuki akan benar-benar kembali ke Wano untuk mengalahkan Kaidou dan Orochi dan akhirnya kembali kembali kursi shogun negeri Wano.

Mereka semua membayangkan Orochi dan Kaidou dipenggal saat berpesta di Onigashima dan warga bisa kembali hidup tenang seperti saat Wano masih dipimpin oleh Klan Kozuki.

Mimpi, harapan, dan bayangan tersebut bisa mereka luapkan hanya saat festival api digelar. Dan, mereka ingin memanfaatkan momen itu sebaik mungkin untuk berpesta sebelum kembali hidup sengsara.

Yang mereka tidak tahu adalah mimpi dan harapan yang mereka gaungkan di Flower Capital sebenarnya memang sedang terjadi di Onigashima.

Para samurai pengawal Kozuki Oden, bersama aliansi bajak laut dan samurai pemberontak, berjuang mengalahkan Kaidou dan Orochi untuk mengembalikan Wano seperti dulu lagi.


Kondisi pertarungan di kastil Onigashima semakin kacau setelah Queen menggunakan peluru bernama Ice Demon untuk menyerang para samurai.

Peluru itu mirip dengan yang pernah digunakan Babanuki saat kerusuhan di Penjara Udon.

Bedanya, peluru Babanuki membuat kulit para tawanan melepuh dan bisa menyebar jika disentuh. Sementara Ice Demon membuat orang yang terkena tembakan berubah menjadi monster dan balik menyerang ke arah aliansi samurai pemberontak dan bajak laut.


Luffy yang masih sibuk mencari jalan menuju puncak tengkorak Onigashima mendapat bantuan dari Sanji dan Jinbei.

Sanji dan Jinbei terus menerus mengingatkan Luffy untuk menghindari pertarungan yang tak perlu demi menjaga stamina untuk melawan Kaidou.

Akhirnya, Sanji dan Jinbei jadi pelindung Luffy dan meladeni anak buah Kaidou yang menghalangi jalan menuju lokasi pertarungan antara Kaidou dan Nine Red Scabbards.

Sukses Menemukan Yamato

Adegan berlanjut ke Bao Huang, sekretaris Kaidou, yang sukses menemukan keberadaan Yamato yang sedang mengejar Shinobu dan Momonosuke.

Bao Huang langsung melaporkan kondisi itu ke King, dan Tobiroppo diperintahkan untuk segera menangkap Yamato serta membunuh Momo.

Perintah membunuh Momo diberikan karena King yakin pemberontakan samurai didasari oleh keinginan untuk mengembalikan Klan Kozuki ke takhta kepemimpinan di Wano.

Jika Momo dibunuh, para samurai akan hilang arah dan membuat mereka akan lebih mudah untuk dikalahkan.

Salah satu anggota Tobiroppo, Sasaki, ternyata berada di dekat lokasi Yamato, Shinobi, dan Momo.

Dia dan anak buahnya langsung melancarkan serangan yang membuat Shinobu harus melukai dirinya sendiri demi melindungi Momo.

Shinobu tersungkur tak berdaya dan meminta Momo untuk kabur, tapi Momo malah berpikir bahwa seorang shogun tak mungkin lari dari situasi semacam itu.

Dan saat salah satu anak buah Sasaki hendak menyerang Shinobu dan Momo, Yamato datang dan menyelamatkan mereka berdua.

Di hadapan Sasaki dan anak buahnya, Yamato mengatakan bahwa dia akan bertarung atas nama Klan Kozuki.

Akhirnya, lanjutan pertarungan antara Kaidou dan Nine Red Scabbards berlanjut.

Jika pada chapter 992 pertarungan dilakukan dengan sedikit dialog, kali ini hanya ada satu serangan yang muncul, yaitu serangan balasan dari Kaidou.

Kaidou yang kepayahan setelah mendapat rentetan serangan ternyata masih bisa bangkit.

Masih dalam wujud naga, Kaidou mengatakan bahwa serangan para Nine Red Scabbards mengingatkan pada sosok Oden, seakan-akan Oden ikut bertarung bersama mereka.

Kaidou juga mengatakan para samurai pengawal Oden bisa saja membunuh dia jika punya kekuatan setara Oden.

Sayangnya, kata Kaidou, mereka semua bukan Oden dan kekuatannya jauh berbeda dengan yang dimiliki Oden. Serangan Nine Red Scabbards bahkan tak mampu membuka luka di tubuh Kaidou yang 20 tahun lalu dibuat oleh Oden.

Setelah mengoceh panjang lebar, Kaidou pun melancarkan serangan tiba-tiba ke arah para samurai.

Dia meraung dan memunculkan serangan seperti tebasan pedang yang tak terlihat.

Para Nine Red Scabbards tak sempat menghindar dan Kikunojo alias O-Kiku pun jadi korban.

Pedang yang dia genggam patah, dan lengan kirinya putus akibat serangan Kaidou tersebut.

One Piece chapter 993 pun ditutup dengan ekspresi kaget yang diperlihatkan Izou dan Kin'emon, dan kelanjutan pertarungan Kaidou dengan Nine Red Scabbards akan berlanjut di chapter 994 yang rencananya dirilis pada 1 November.

(aul/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK