RONA BUDAYA

Pantun, Budaya Indonesia-Malaysia di Daftar Warisan UNESCO

CNN Indonesia | Jumat, 18/12/2020 11:30 WIB
Pantun sebagai budaya lama rumpun Melayu resmi ditetapkan sebagai warisan takbenda bersama Indonesia dan Malaysia dalam daftar UNESCO. Ilustrasi pantun. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pantun resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda bersama Indonesia dan Malaysia dalam daftar Organisasi Edukasi, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, mengatakan bahwa pantun sudah tersebar di Asia Tenggara sejak 500 tahun lalu.

"Pantun merupakan penyampaian gagasan dengan banyak metafora, kemampuan berbahasa, dan sifatnya inklusif. Sejarahnya juga cukup panjang, sekitar 500 tahun terakhir tersebar di ASEAN dan masih digunakan sampai sekarang," ucap Hilmar Farid dalam konferensi pers daring, Jumat (18/12).


Pantun memang sudah lekat di kehidupan masyarakat Asia Tenggara, terutama rumpun Melayu, sebagai salah satu bentuk seni verbal.

Pantun merupakan sajak Melayu yang digunakan untuk mengungkapkan berbagai gagasan, emosi, pemikiran, dan telah menjadi tradisi di Indonesia serta negara-negara serumpun Melayu.

Pada umumnya, pantun memiliki skema rima a-b-a-b yang jelas dengan struktur empat baris. Seperti dilansir UNESCO, 70 persen syair pantun biasanya digunakan untuk mengungkapkan cinta dari pasangan, keluarga, serta komunitas.

Dengan demikian, pantun kerap ditemukan dalam acara-acara adat, pesta pernikahan, dan upacara resmi. Pantun diyakini merupakan cara mengekspresikan diri yang mudah diterima masyarakat dengan cara sopan.

"Pantun sebetulnya memainkan peran sangat penting dalam interaksi sosial. Sederhananya, kalau kita dengar pantun dalam acara, itu ada kesejukan sendiri dan itu memang efektif. Perbedaan pendapat yang keras kalau disampaikan dengan pantun juga bisa menjadi mediasi," kata Hilmar.

Menurut Farid, perlu riset mendalam mengenai pantun sebab memiliki nilai dan berperan dalam interaksi sosial. Pantun juga menjadi instrumen pedoman moral karena memiliki nilai-nilai agama dan budaya serta digunakan sebagai bentuk diplomasi.

[Gambas:Video CNN]

Riset yang menyeluruh diyakini bisa membuat pelestarian pantun sebagai budaya lebih maksimal. Sebagai upaya pelestarian, Farid juga ingin sekolah, kementerian, dan lembaga memaksimalkan penggunaan pantun.

"Saya kira pantun bukan hanya ekspresi yang digunakan dalam pergaulan sosial. Ini bisa melatih anak menyenangi kata, mengetahui rima bunyi, dan nanti jadi kebiasaan," ucapnya.

"Bayangkan satu hari satu pantun, bermain dengan pantun, bisa jenaka, serius, ungkapan dalam hatinya itu dampaknya akan luar biasa bagi pengembangan karakter."

UNESCO mengumumkan penetapan ini beberapa tahun setelah sejumlah komunitas Indonesia mengajukan pantun sebagai warisan budaya takbenda. Pengajuan itu kemudian dibahas dalam sidang UNESCO pada 2018.

Kini, pantun menambah panjang daftar warisan budaya takbenda Indonesia yang terdaftar di UNESCO. Sejak 2008, Indonesia sudah memiliki delapan warisan budaya takbenda di UNESCO, termasuk wayang, keris, batik, angklung, tari saman, noken, dan tari Bali.

(chri/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK