Juliana Notari, Sosok Seniman di Balik Patung Vagina Raksasa

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 17:02 WIB
Juliana Notari sosok seniman feminis yang kerap mengekspresikan kritikan atas eksploitasi melalui karya seni seperti patung vagina raksasa. Seniman pembuat patung vagina raksasa, Juliana Notari. (Arsip Pribadi Juliana Notari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa hari terakhir publik dihebohkan dengan kehadiran instalasi seni patung vagina raksasa yang berlokasi di museum terbuka di negara bagian Pernambuco, Brasil. Instalasi seni tidak biasa ini merupakan hasil karya seniman lokal bernama Juliana Notari.

Melansir laman website juliananotari.com, perempuan kelahiran Recife, Brasil pada 1975 ini merupakan lulusan magister seni visual Program Pascasarjana Seni Universitas Negeri Rio de Janeiro, Brasil.

Dalam perjalanan karier di bidang seni visual, Notari telah menghasilkan beragam karya seni mulai dari seni patung, seni instalasi maupun seni pertunjukan.


Sebagai pegiat seni, Notari juga aktif melakukan pameran tunggal atau pertunjukan solo di berbagai museum dan galeri seni, seperti pameran seni berjudul "Symbebekos" di Galeri Seni Fayga Ostrower di Brasil (2004). Disusul dengan menggelar dua pameran seni yakni "REDENTORNO" di Galeri Seni Vicente do Rêgo Monteiro dan "Diário de Bandeja" di Galeri Seni Amparo 60 di Brasil pada 2008.

Pameran solo tersebut masih berlanjut di tahun-tahun berikutnya seperti pameran berjudul "SORTERRO Cap.5" di Museum seni modern Aloisio Magalhães (2014), "Desterro: enquanto eles cresciam" di Museum Kota Recife (2016) dan "Amuamas" di Museum Seni Modern Aloisio Magalhães di Brasil (2018).

Tidak hanya rutin melakukan pameran seni di dalam negeri, beberapa hasil karyanya juga ikut dalam pameran di luar negeri seperti "Dupla-Boca" atau "Double-Mouth" yang tampil di Galeri Akademi Seni dan Desain Bergen di Norwegia (2013), "Bienal Del Sur: Pueblos en Resistencia" tampil di Museum Nasional Bellas Artes di Venezuela (2015).

Tidak hanya aktif mengikuti pameran di dalam maupun di luar negeri, beberapa hasil karya Notari juga menerima berbagai penghargaan seperti penghargaan Prêmio Bolsa de pesquisa no Salão de Arte Contemporânea de Pernambuco (2004), Penghargaan Seni Prêmio Funarte (2013), Anugerah Seni Prêmio do Salão Arte Pará (2014), masuk nominasi PIPA Prize (2018 dan 2019), dan finalis dalam ajang Penghargaan Prêmio Indústria Nacional Marcantonio Vilaça edisi ke-7 (2019).

Beberapa karya seni Notari juga menjadi koleksi museum yang tersebar di Brasil seperti Museum Seni Rio di Rio de Janeiro dan Museum Seni Modern Aloisio Magalhães di Recife. Tidak sampai di situ, karya Notari juga disimpan di beberapa universitas di Brasil seperti Universitas Brasília dan Museum Universitas Federal Pará.

Kecintaan Notari terhadap seni visual kini kembali hadir lewat sebuah instalasi seni patung bertajuk "Diva" yang berada di negara bagian Pernambuco, Brasil. Melansir dari siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, instalasi patung menyerupai vagina ini membutuhkan waktu selama 11 bulan.

Proses pengerjaan sempat terhenti akibat musim hujan dan pembatasan sosial selama pandemi Covid-19. Setelah melalui proses yang panjang, patung vagina setinggi 33 meter, lebar 16 meter, dan kedalaman 6 meter ini akhirnya rampung pada pekan lalu.

Patung yang berada di area perbukitan dekat pembangkit listrik di kawasan hutan negara bagian Pernambuco ini merupakan hasil kemitraan antara pembangkit listrik tenaga seni (Usina de Arte) dan museum seni modern Aloisio Magalhaes (MAMAM).

(nly/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK