5 Film tentang Pemakzulan Presiden Amerika Serikat
CNN Indonesia
Jumat, 15 Jan 2021 04:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi film All the President's Men. (Wildwood Enterprises)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di penghujung masa jabatannya, Donald Trump masih menarik perhatian karena kini parlemen Amerika Serikat kembali menggencarkan upaya pemakzulan. Sebelum Trump, sejumlah presiden AS juga sempat terancam pemakzulan yang prosesnya menginspirasi pembuatan film.
Sejatinya, tak begitu banyak film yang mengangkat tema pemakzulan karena kerumitan perkara dan kemungkinan memicu kontroversi.
Sepanjang sejarah, AS sendiri hanya pernah melancarkan proses pemakzulan terhadap tiga presiden, yaitu Andrew Johnson, Bill Clinton, dan Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya untuk melengserkan Richard Nixon juga sempat digencarkan, tapi belum sampai tahap Senat, sang presiden sudah mengundurkan diri.
Berikut lima film yang membahas pemakzulan presiden AS.
Tennessee Johnson (1942)
Film dengan bintang Van Heflin ini disebut-sebut sebagai film besar pertama yang menyoroti tahap-tahap pemakzulan presiden Amerika Serikat.
Kisahnya berputar pada kehidupan Andrew Johnson hingga akhirnya ia menjadi presiden dan kemudian dimakzulkan. Pemakzulan ini bermula pada 5 Maret 1868, ketika Johnson memveto rancangan undang-undang untuk melindungi hak budak yang dibebaskan.
Karya layar lebar ini benar-benar mengikuti proses pemakzulan Johnson mulai dari pemungutan suara di Dewan Perwakilan hingga sidang di Mahkamah Agung.
Tak banyak perubahan proses pemakzulan di AS sehingga film ini dianggap sebagai salah satu wadah pembelajaran terbaik mengenai pencabutan jabatan presiden.
Film Tennessee Johnson. (Metrro-Goldwyn-Mayer)
All the President's Men (1976)
Film peraih sederet piala Oscar ini menyoroti kisah dua jurnalis investigasi The Washington Post pengungkap skandal Watergate yang menyeret nama baik Nixon hingga akhirnya mengundurkan diri.
Semua bermula pada 7 Juni 1972, ketika kedua jurnalis bernama Carl Bernstein dan Bob Woodward ditugaskan untuk meliput sidang kasus perampokan di markas Komite Nasional Partai Demokrat yang terletak di Kompleks Watergate.
Awalnya, semua pihak menganggap kasus ini sepele. Namun, kedua jurnalis itu terus mengikuti petunjuk hingga akhirnya mereka mengungkap skandal besar-besaran terkait pendanaan kampanye Nixon yang melibatkan agensi-agensi intelijen di Negeri Paman Sam.
Setahun kemudian, Bernstein dan Woodward akhirnya menuliskan laporan mereka, sementara televisi menyiarkan proses pengambilan sumpah Nixon sebagai presiden untuk yang kedua kalinya.
Tahun pertama di periode kedua Nixon menjabat pun dipenuhi dengan kabar mengenai skandal Watergate. Isu pemakzulan mulai bergulir, tapi sang presiden sudah lebih dulu mengundurkan diri pada 9 Agustus 1974.
Frost/Nixon mengulik kisah di balik layar wawancara bertajuk sama antara jurnalis televisi kenamaan AS, David Frost, bersama Richard Nixon sekitar tiga tahun setelah pengunduran dirinya.
Sejak awal, Nixon sudah menyadari bahwa Frost pasti akan bertanya seputar penyelidikan menjelang pemakzulannya, tapi ia mengira sang jurnalis akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan santai.
Nixon pun mengira wawancara ini dapat menjadi cara untuk memperbaiki citranya, tapi kamera justru menangkap kisah yang berbeda.
Film ini menuai respons positif sampai-sampai masuk jajaran nominasi piala Oscar untuk kategori Best Director dan Best Picture.
Film peraih empat nominasi piala Oscar ini menuai pujian berkat kepiawaian Anthony Hopkins memerankan Richard Nixon.
Berbeda dengan beberapa karya layar lebar lainnya, film Nixon lebih banyak menyoroti kehidupan pribadi sang presiden, termasuk masa kecil dan penyalahgunaan obat-obatan yang pernah ia alami.
Selain membahas skandal Watergate dan proses penyelidikan pemakzulan, film ini juga menyisipkan arsip berbagai potongan video televisi, mulai dari aktivitas Bill Clinton hingga prosesi pemakaman Nixon.
Dick (1999)
Setelah membahas film-film serius, Dick bisa jadi penyegar. Namun, film komedi ini tetap bisa menjadi rujukan jika ingin mengetahui sekilas mengenai proses pemakzulan Nixon.
Film yang dibintangi Kristen Dunst dan Michelle Williams ini bercerita tentang dua remaja sekolah menengah atas yang mengikuti karyawisata ke Gedung Putih. Ketika sedang berkeliling, mereka berpapasan dengan Nixon.
Singkat cerita, kedua perempuan itu direkrut sebagai penjaga anjing Nixon. Namun tanpa disadari, mereka terlibat dalam skandal Watergate.
Di penghujung masa jabatannya, Donald Trump masih menarik perhatian karena kini parlemen Amerika Serikat kembali menggencarkan upaya pemakzulan. Sebelum Trump, sejumlah presiden AS juga sempat terancam pemakzulan yang prosesnya menginspirasi pembuatan film.
Sejatinya, tak begitu banyak film yang mengangkat tema pemakzulan karena kerumitan perkara dan kemungkinan memicu kontroversi.
Sepanjang sejarah, AS sendiri hanya pernah melancarkan proses pemakzulan terhadap tiga presiden, yaitu Andrew Johnson, Bill Clinton, dan Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya untuk melengserkan Richard Nixon juga sempat digencarkan, tapi belum sampai tahap Senat, sang presiden sudah mengundurkan diri.
Berikut lima film yang membahas pemakzulan presiden AS.
Tennessee Johnson (1942)
Film dengan bintang Van Heflin ini disebut-sebut sebagai film besar pertama yang menyoroti tahap-tahap pemakzulan presiden Amerika Serikat.
Kisahnya berputar pada kehidupan Andrew Johnson hingga akhirnya ia menjadi presiden dan kemudian dimakzulkan. Pemakzulan ini bermula pada 5 Maret 1868, ketika Johnson memveto rancangan undang-undang untuk melindungi hak budak yang dibebaskan.
Karya layar lebar ini benar-benar mengikuti proses pemakzulan Johnson mulai dari pemungutan suara di Dewan Perwakilan hingga sidang di Mahkamah Agung.
Tak banyak perubahan proses pemakzulan di AS sehingga film ini dianggap sebagai salah satu wadah pembelajaran terbaik mengenai pencabutan jabatan presiden.
Film Tennessee Johnson. (Metrro-Goldwyn-Mayer)
All the President's Men (1976)
Film peraih sederet piala Oscar ini menyoroti kisah dua jurnalis investigasi The Washington Post pengungkap skandal Watergate yang menyeret nama baik Nixon hingga akhirnya mengundurkan diri.
Semua bermula pada 7 Juni 1972, ketika kedua jurnalis bernama Carl Bernstein dan Bob Woodward ditugaskan untuk meliput sidang kasus perampokan di markas Komite Nasional Partai Demokrat yang terletak di Kompleks Watergate.
Awalnya, semua pihak menganggap kasus ini sepele. Namun, kedua jurnalis itu terus mengikuti petunjuk hingga akhirnya mereka mengungkap skandal besar-besaran terkait pendanaan kampanye Nixon yang melibatkan agensi-agensi intelijen di Negeri Paman Sam.
Setahun kemudian, Bernstein dan Woodward akhirnya menuliskan laporan mereka, sementara televisi menyiarkan proses pengambilan sumpah Nixon sebagai presiden untuk yang kedua kalinya.
Tahun pertama di periode kedua Nixon menjabat pun dipenuhi dengan kabar mengenai skandal Watergate. Isu pemakzulan mulai bergulir, tapi sang presiden sudah lebih dulu mengundurkan diri pada 9 Agustus 1974.
Frost/Nixon mengulik kisah di balik layar wawancara bertajuk sama antara jurnalis televisi kenamaan AS, David Frost, bersama Richard Nixon sekitar tiga tahun setelah pengunduran dirinya.
Sejak awal, Nixon sudah menyadari bahwa Frost pasti akan bertanya seputar penyelidikan menjelang pemakzulannya, tapi ia mengira sang jurnalis akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan santai.
Nixon pun mengira wawancara ini dapat menjadi cara untuk memperbaiki citranya, tapi kamera justru menangkap kisah yang berbeda.
Film ini menuai respons positif sampai-sampai masuk jajaran nominasi piala Oscar untuk kategori Best Director dan Best Picture.
Film peraih empat nominasi piala Oscar ini menuai pujian berkat kepiawaian Anthony Hopkins memerankan Richard Nixon.
Berbeda dengan beberapa karya layar lebar lainnya, film Nixon lebih banyak menyoroti kehidupan pribadi sang presiden, termasuk masa kecil dan penyalahgunaan obat-obatan yang pernah ia alami.
Selain membahas skandal Watergate dan proses penyelidikan pemakzulan, film ini juga menyisipkan arsip berbagai potongan video televisi, mulai dari aktivitas Bill Clinton hingga prosesi pemakaman Nixon.
Dick (1999)
Setelah membahas film-film serius, Dick bisa jadi penyegar. Namun, film komedi ini tetap bisa menjadi rujukan jika ingin mengetahui sekilas mengenai proses pemakzulan Nixon.
Film yang dibintangi Kristen Dunst dan Michelle Williams ini bercerita tentang dua remaja sekolah menengah atas yang mengikuti karyawisata ke Gedung Putih. Ketika sedang berkeliling, mereka berpapasan dengan Nixon.
Singkat cerita, kedua perempuan itu direkrut sebagai penjaga anjing Nixon. Namun tanpa disadari, mereka terlibat dalam skandal Watergate.