Sinopsis Ma Rainey's Black Bottom, Ambisi Musisi Kulit Hitam

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 09:30 WIB
Setelah kepergiannya, Chadwick Boseman mendominasi ajang penghargaan berkat perannya di Ma Rainey's Black Bottom. Berikut sinopsis Ma Rainey's Black Bottom. Setelah kepergiannya, Chadwick Boseman mendominasi ajang penghargaan berkat perannya di Ma Rainey's Black Bottom. (Arsip Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa bulan setelah kepergiannya, nama Chadwick Boseman mendominasi berbagai ajang penghargaan berkat perannya dalam Ma Rainey's Black Bottom. Berikut sinopsis film Ma Rainey's Black Bottom.

Film berdasarkan pentas Broadway karya August Wilson ini berkisah tentang penyanyi di dunia nyata, Ma Rainey, yang dikenal dengan julukan The Mother of the Blues.

Kisah bermula ketika Ma Rainey (Viola Davis) sudah menjadi musisi tenar di Amerika Selatan medio 1920-an. Ia kemudian ke utara Amerika, tepatnya Chicago, untuk merekam album di bawah naungan Paramount Records.


Di sana, band pengiringnya sudah menanti. Mereka adalah Levee Green (Chadwick Boseman), Toledo (Glynn Turman), Cutler (Colman Domingo), dan Slow Drag (Michael Potts).

Levee merupakan pemain trompet berbakat yang punya segudang mimpi untuk membuat musik dan membentuk bandnya sendiri.

Dengan sikap antusias dan ambisiusnya, Levee kerap berselisih paham dengan Ma Rainey mengenai arah bermusik mereka. Levee ingin menonjolkan kemampuannya, sementara Ma Rainey mau mempertahankan gaya musiknya.

Di tengah gesekan tersebut, mereka juga harus berhadapan dengan orang-orang dari Paramount Records, Mel Sturdyvant (Jonny Coyne) dan Irvin (Jeremy Samos), yang punya agenda untuk mengeksploitasi musisi kulit hitam.

Ma Rainey dan Leve punya cara masing-masing untuk mempertahankan harga diri dan musik mereka. Lebih dari itu, mereka juga punya pandangan tersendiri mengenai jati diri mereka sebagai kulit hitam di tengah segregasi yang masih terus berlanjut di Amerika.

Ma Rainey’s Black BottomMa Rainey's Black Bottom. (Arsip Netflix

Kisah ini memang sudah sangat kuat, terbukti dengan sambutan hangat dan sejumlah penghargaan yang diraih Wilson kala Ma Rainey's Black Bottom ditampilkan di pentas Broadway untuk pertama kalinya pada 1984.

Ceritanya dianggap sangat mewakili perjuangan musisi di masa yang disebut-sebut sebagai The Great Migration, saat orang-orang kulit hitam bermigrasi dari selatan Amerika ke arah utara.

Saat itu, banyak label rekaman mengeksploitasi musisi kulit hitam. Mereka ingin meraup untung dari rekaman musisi kulit hitam untuk memenuhi permintaan dari orang-orang yang baru bermigrasi.

Selain ceritanya yang kuat, penampilan para pemeran dalam film Ma Rainey's Black Bottom juga menuai pujian.

[Gambas:Youtube]

Boseman dianggap memberikan performa terbaiknya dalam film terakhirnya sebelum meninggal dunia ini. Davis juga disebut-sebut dapat menghadirkan sosok Ma Rainey dengan amat baik.

Berkat akting mereka, Boseman dan Davis mendapatkan nominasi kategori aktor dan aktris terbaik di Golden Globe 2021.

Film yang diproduseri oleh Denzel Washington ini dapat disaksikan di Netflix

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK