Jourast Jordy: Jadi Raja di Lokasi Syuting Lorong Waktu

adp & fjr, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 18:00 WIB
Pemeran 'Zidan' dalam sinetron Lorong Waktu, Jourast Jordy berbagi kisah tentang proses produksi. Ia pun mengalami sejumlah hal menarik di masa-masa itu. Pemeran 'Zidan' dalam sinetron Lorong Waktu, Jourast Jordy berbagi kisah tentang proses produksi. Ia pun mengalami sejumlah hal menarik di masa-masa itu. (Foto: CNN Indonesia/ Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kala itu, di akhir periode 90-an, seorang anak usia sekolah dasar menjadi satu-satunya anak kecil di lokasi syuting sinetron Lorong Waktu. Ia adalah Jourast Jordy, yang akrab dengan tokoh Zidan di sinetron Lorong Waktu (1999-2006).

Lantas kepada CNNIndonesia.com pria 28 tahun tersebut bercerita bagaimana menjalani proses syuting Lorong Waktu, serta bagaimana karakter Zidan berpengaruh pada kehidupannya.

Tak hanya honor dan ketenaran, sejumlah hal tidak menyenangkan juga beberapa kali ia alami. Saat masuk bangku kuliah, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia akting.


Apa yang dirasakan ketika memerankan 'Zidan' di sinetron Lorong Waktu?

Mungkin karena dulu masih kecil jadi enggak merasa gimana-gimana juga, malah baru merasa heran justru ketika dunia luar membandingkan. Orang manggil gue Zidan, gue mikir 'kenapa sih itu kan cuma pura-pura', kenapa jadi meraka yang heboh.

Setelah itu tawaran rame banget, cuma bokap cukup selektif dalam hal ini, jadi yang bokap pilih yang mau dukung jam sekolah anak. Kalau syuting harus korbanin pendidikan itu ditolak.

Masih ada yang manggil 'Zidan'? Risih enggak?

Sampai detik ini masih hahaha. Gue juga bingung, maksudnya udah sekian tahun lalu dan gue ngerasa udah cukup banyak berubah. Kalau masih pada inget, rambut sempat gue botakin 2-3cm, itu aja masih aja ada yang ngenalin.

Risih sih enggak yah, itu konsekuensi yang memang yaudah terima aja. Gua kan enggak mengerti ya, gue enggak memilih, intinya orang tua tau yang terbaik.Ini gue anggap sebagai perjalanan hidup istimewa yang gak semua orang dapet. Memang ada enak dan enggak tapi yaudah nikmati aja.

Bagaimana rasanya jadi artis cilik?

Termasuk aneh, bahkan bisa dibilang dampaknya ke sekarang, karena dulu dengan kesibkan otomatis pulang sekolah syuting, weekend pun syuting. Intinya gue hampir gak punya temen sebaya yang sobi banget, hampir enggak ada.

Jstru gue baru mulai bisa bersosialisasi setelah lepas lorong waktu. Jadi gue baru mulai punya temen deket, punya sahabat, dan punya aktivitas dengan temen-temen setelah lorong waktu. Ya intinya balik lagi itu konsekuensi, ada pro kontra.

Sinetron Lorong WaktuJourast Jordy kala memerankan 'Zidan' di Lorong Waktu 2 (2000) (Foto: Tangkapan Layar Film Citra Sinema via Vidio)

Apa yang terjadi di sekolah waktu zaman syuting?

Soal bully, waktu kecil gue cukup temperamen. Jadi waktu SD dan SMP, gue diajarkan orang tua kalau verbal enggak usah ditanggapi tapi kalau udah nyentuh ya sudah lo berhak lawan. Kadang kalau udah enggak sabar pake kekerasan tangan melayang.

Kenapa akhirnya terpilih jadi tokoh 'Zidan'?

Kalau pun cerita itu berdasarkan cerita orang tua gue, yang gue tahu katanya gue cocok dan termasuk ceplas-ceplos natural. Dulu kemampuan gue menghafal termasuk cepet, itu yang menjadi salah satu nilai lebih.

Sulitkah adu akting dengan Deddy Mizwar?

Kalau waktu kecil, ketika di dalam set gue tidak menangkap perbedaan dia berakting atau tidak. Jadi sosok Haji Husin di lorong waktu adalah sosok Deddy Mizwar, bedanya hanya di dunia nyata omongan tidak se-religius di film.

Gue nangkepnya pak haji kayak enggak acting. Di luar set pak haji sering bercanda dan nyeletuk ke siapa pun.

Jordy bercerita tentang iming-iming yang ia terima saat syuting Lorong Waktu..

Iming-iming Saat Syuting Lorong Waktu

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK