Bil Hikmah, Metode Dakwah Arif dan Santun Lewat Pop Culture

adp, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 17:08 WIB
Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya bil hikmah, di mana dakwah secara arif menyasar penerima dengan cara yang halus. Lorong Waktu, sinetron yang menyisipkan dakwah (Foto: Tangkapan Layar Film Citra Sinema via Vidio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu dari tiga pendekatan dakwah dalam Islam adalah bil hikmah, yaitu dakwah yang disampaikan dengan arif, dilakukan dengan pendekatan yang halus untuk menyasar penerimanya.

Metode dakwah tersebut yang disebut oleh penceramah Ustaz Wahyul Afif sebagai pendekatan yang membuat penerimanya nyaman, cara sesuai dengan apa yang penerimanya ingin.

Menyisipkan dakwah dalam konten budaya populer seperti Sinetron merupakan salah satu cara dakwah dengan metode bil hikmah.


"Pendakwah harus tahu karakteristik orang yang akan menerima dakwah. Seperti sinetron yang tentu saja melihat segmentasi sasaran dakwah." ujar Ustaz Wahyul Afif pada CNNIndonesia.com, Jumat (16/4).

Lorong Waktu juga disebut oleh Wahyul Afif sebagai bentuk dakwah bil hikmah. Ini berkaitan dengan anak-anak sebagai sasaran dakwah, di mana anak terbiasa menelan konten fantasi.

Tidak menjadi masalah bagi Wahyul Afif menjadikan sinetron sebagai sarana dakwah. Hal tersebut merupakan bukti kreativitas seseorang dalam syiar Islam.

"Kreativitas dalam dakwah boleh dilakukan selama tetap dalam koridor." tambah Wahyul Afif.

Konsep dakwah melalui konten fiksi tersebut juga diamini oleh sejumlah penonton sinetron Lorong Waktu. Sinetron yang diproduksi sineas senior Deddy Mizwar tersebut dikenang baik sejumlah orang.

Dimas, seorang pegawai swasta yang menyaksikan Lorong Waktu semasa kecilnya menyebut nilai moral sinetron religi seperti Lorong Waktu bisa diterima dengan nyaman.

"Beberapa episode masih nempel di otak, berarti lumayan kena dakwahnya," ujar Dimas pada CNNIndonesia.com, Kamis (15/4).

Penonton Lorong Waktu lainnya, Rizka menyebut dirinya bahkan lebih nyaman menerima ilmu Islam melalui sinetron, ketimbang mendengarkan ceramah dari ahli agama.

"Cerita bagus, lucu, sedih juga, ada pesan moralnya juga. Daripada nonton ceramah kadang suka bosan," ujar Rizka ketika ditanya pendapatnya tentang sinetron Lorong Waktu, Kamis (15/4).

Pesan-pesan moral tak hanya terpatri penonton, tapi juga pemain. Pemeran Zidan dalam sinetron Lorong Waktu, Jojurast Jordy menyebut terdapat sejumlah adegan yang membantu memperbaiki amalan Islam dirinya di keseharian.

"Gimana kita bersikap ketika sandal hilang setelah solat jumat. Ketika ada sandal lain yang tidak bertuan bukan berarti kita bisa ambil sendal itu. Enam season itu banyak pelajaran yang masih nyantol di kepala gue." ujar Jordy pada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

(fjr/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK