Film Makin Lama Makin Asyik mengisahkan Dono, Kasino dan Indro yang tinggal dalam rumah kost. (Arsip Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hampir lima dekade, film-film komedi yang dibintangi Warung Kopi Dono Kasino Indro alias Warkop DKImasih menjadi tayangan favorit masyarakat Indonesia.
Selain terkenal dengan aksi kocak Dono Kasino dan Indro, film Warkop DKI juga identik dengan slogan nyeleneh yang menambah kelucuan film ini.
Hingga kini, tercatat ada lebih dari 34 judul film komedi Warkop DKI yang telah beredar di masyarakat. Tak hanya sering diputar di televisi, film Warkop DKI kini juga telah hadir di platform streaming film berbayar, Netflix.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut lima rekomendasi film lawas Warkop DKI yang kini hadir di Netflix:
Atas Boleh Bawah Boleh merupakan film ke-17 dari Warkop DKI yang kali ini turut menampilkan akting Eva Arnaz. Film ini menceritakan peristiwa nahas tapi menggelikan yang menimpa Dono, Kasino, dan Indro saat sedang berburu.
Kala itu, Dono tiba-tiba jatuh pingsan dan segera dibawa ke kediaman Pak Lurah untuk mendapatkan pertolongan pertama. Lantaran tinggal terlalu lama, Dono pun mulai jatuh hati pada putri Pak Lurah yang ternyata memiliki kepribadian buruk.
Namun malang bagi Dono karena ia kembali mengalami kecelakaan saat mencoba kabur dari kejaran wanita tersebut. Ia pun dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan dari Suster Susy (Eva Arnaz). Melihat kecantikan Susy, Dono, Kasino, dan Indro pun bersaing untuk merebut hatinya.
Film Depan Bisa Belakang Bisa menampilkan aksi detektif Dono, Kasino, dan Indro untuk mengamankan acara pameran permata. Mereka ditugaskan oleh Satomata, seorang investor asal Jepang yang percaya dengan reputasi jasa biro 'Depan Bisa Belakang Bisa'.
Pada waktu yang bersamaan, ketiganya juga mendapat penawaran dari perusahaan asuransi untuk mengawasi Satomata. Mereka curiga bahwa Satomata memiliki informasi penting soal perhiasan yang akan dipamerkan.
Tanpa sepengetahuan Kasino dan Dono, Indro memilih untuk mengambil tugas dari pihak asuransi. Kegaduhan pun terjadi saat Michiko (Eva Arnaz) mulai ikut campur dalam penyelidikan biro tersebut.
Film Makin Lama Makin Asyik mengisahkan Dono, Kasino dan Indro yang tinggal dalam rumah kost. Mereka bertiga mengintai pemilik kost bernama Sarah, yang sedang berpacaran dengan memasang mikrofon.
Mereka bahkan mengikuti Sarah ke sebuah club. Agar aksinya tidak diketahui, mereka bertiga menyamar. Namun di luar dugaan, mereka justru tampil di panggung dengan menyanyikan lagu Mama Yukero, plesetan dari lagu Mama Yo Quiero.
Film Lupa Aturan Main bercerita tentang Dono, Kasino, dan Indro yang kali ini mendapat musibah besar. Pasalnya, seorang perampok (Diding Boneng) mendatangi rumah mereka. Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan kedatangan Donna (Fortunella) ke rumah tersebut.
Guna menjebak sang perampok, Dono, Kasino, dan Indro menyusun strategi yang melibatkan onde-onde beracun. Akhirnya, rencana yang disusun tiga sahabat ini berjalan dengan sukses.
Namun tak lama muncul pria yang mengaku dari pihak kepolisan mendatangi kediaman mereka untuk mengamankan sang pelaku.
Film Bisa Naik Bisa Turun mengisahkan tiga sahabat Dono, Kasino, dan Indro yang kembali mengalami serangkaian nasib sial. Hal itu berawal saat ketiganya menjalani pelatihan bersama Diding (Diding Boneng) untuk menjadi satpam perusahaan.
Setelah menjalani latihan yang cukup berat, mereka baru mengetahui bahwa Diding merupakan pasien rumah sakit jiwa yang baru saja melarikan diri. Kesialan pun datang bertubi-tubi menimpa mereka.
Hampir lima dekade, film-film komedi yang dibintangi Warung Kopi Dono Kasino Indro alias Warkop DKImasih menjadi tayangan favorit masyarakat Indonesia.
Selain terkenal dengan aksi kocak Dono Kasino dan Indro, film Warkop DKI juga identik dengan slogan nyeleneh yang menambah kelucuan film ini.
Hingga kini, tercatat ada lebih dari 34 judul film komedi Warkop DKI yang telah beredar di masyarakat. Tak hanya sering diputar di televisi, film Warkop DKI kini juga telah hadir di platform streaming film berbayar, Netflix.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut lima rekomendasi film lawas Warkop DKI yang kini hadir di Netflix:
Atas Boleh Bawah Boleh merupakan film ke-17 dari Warkop DKI yang kali ini turut menampilkan akting Eva Arnaz. Film ini menceritakan peristiwa nahas tapi menggelikan yang menimpa Dono, Kasino, dan Indro saat sedang berburu.
Kala itu, Dono tiba-tiba jatuh pingsan dan segera dibawa ke kediaman Pak Lurah untuk mendapatkan pertolongan pertama. Lantaran tinggal terlalu lama, Dono pun mulai jatuh hati pada putri Pak Lurah yang ternyata memiliki kepribadian buruk.
Namun malang bagi Dono karena ia kembali mengalami kecelakaan saat mencoba kabur dari kejaran wanita tersebut. Ia pun dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan dari Suster Susy (Eva Arnaz). Melihat kecantikan Susy, Dono, Kasino, dan Indro pun bersaing untuk merebut hatinya.
Film Depan Bisa Belakang Bisa menampilkan aksi detektif Dono, Kasino, dan Indro untuk mengamankan acara pameran permata. Mereka ditugaskan oleh Satomata, seorang investor asal Jepang yang percaya dengan reputasi jasa biro 'Depan Bisa Belakang Bisa'.
Pada waktu yang bersamaan, ketiganya juga mendapat penawaran dari perusahaan asuransi untuk mengawasi Satomata. Mereka curiga bahwa Satomata memiliki informasi penting soal perhiasan yang akan dipamerkan.
Tanpa sepengetahuan Kasino dan Dono, Indro memilih untuk mengambil tugas dari pihak asuransi. Kegaduhan pun terjadi saat Michiko (Eva Arnaz) mulai ikut campur dalam penyelidikan biro tersebut.
Rekomendasi Film Lawas Warkop DKI di Netflix - Part 2
Film Bisa Naik Bisa Turun mengisahkan tiga sahabat Dono, Kasino, dan Indro yang kembali mengalami serangkaian nasib sial. (dok. Netflix)
Makin Lama Makin Asyik (1987)
Film Makin Lama Makin Asyik mengisahkan Dono, Kasino dan Indro yang tinggal dalam rumah kost. Mereka bertiga mengintai pemilik kost bernama Sarah, yang sedang berpacaran dengan memasang mikrofon.
Mereka bahkan mengikuti Sarah ke sebuah club. Agar aksinya tidak diketahui, mereka bertiga menyamar. Namun di luar dugaan, mereka justru tampil di panggung dengan menyanyikan lagu Mama Yukero, plesetan dari lagu Mama Yo Quiero.
Film Lupa Aturan Main bercerita tentang Dono, Kasino, dan Indro yang kali ini mendapat musibah besar. Pasalnya, seorang perampok (Diding Boneng) mendatangi rumah mereka. Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan kedatangan Donna (Fortunella) ke rumah tersebut.
Guna menjebak sang perampok, Dono, Kasino, dan Indro menyusun strategi yang melibatkan onde-onde beracun. Akhirnya, rencana yang disusun tiga sahabat ini berjalan dengan sukses.
Namun tak lama muncul pria yang mengaku dari pihak kepolisan mendatangi kediaman mereka untuk mengamankan sang pelaku.
Film Bisa Naik Bisa Turun mengisahkan tiga sahabat Dono, Kasino, dan Indro yang kembali mengalami serangkaian nasib sial. Hal itu berawal saat ketiganya menjalani pelatihan bersama Diding (Diding Boneng) untuk menjadi satpam perusahaan.
Setelah menjalani latihan yang cukup berat, mereka baru mengetahui bahwa Diding merupakan pasien rumah sakit jiwa yang baru saja melarikan diri. Kesialan pun datang bertubi-tubi menimpa mereka.