Film Dokumenter HBO Ungkap Kejadian Kelam Woodstock 99

CNN Indonesia | Selasa, 03/08/2021 08:00 WIB
Film dokumenter bertajuk Woodstock 99: Peace, Love, and Rage mengungkap berbagai kejadian kelam yang terjadi selama festival musik Woodstock 99. Film dokumenter bertajuk Woodstock 99: Peace, Love, and Rage mengungkap berbagai kejadian kelam yang terjadi selama festival musik Woodstock 99. (dok. HBO Documentary Films/Polygram Entertainment/Ringer Films via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film dokumenter bertajuk Woodstock 99: Peace, Love, and Rage mengungkap berbagai kejadian kelam yang terjadi selama festival musik Woodstock 99 berlangsung pada 22-25 Juli 1999.

Sebagaimana dilansir The Atlantic baru-baru ini, dalam dokumenter itu terlihat pengunjung merusak lahan dan mengacak-acak lumpur yang tercemar limbah. Bahkan mereka juga menyebabkan kobaran api.

Belum berhenti di sana, sebanyak empat pengunjung perempuan melapor ke polisi bahwa mereka telah diperkosa selama berada di Woodstock 99. Ada pula pengunjung yang mendapat pelecehan seksual.


Dokumenter ini menyajikan wawancara dengan kritikus musik, pengunjung, panitia, dan musisi yang tampil di Woodstock 99. Tiga personel dari band Korn, yaitu Jewel, Moby dan Jonathan Davis, menjadi musisi yang diwawancara.

Lewat wawancara itu, sutradara Garret Price ingin mengetahui dan menunjukkan penyebab dari sejumlah kejadian kelam. Termasuk alasan mengapa festival itu seperti benci terhadap perempuan yang menguasai budaya pop pada akhir 1990-an.

Salah satu yang menyebabkan kekacauan Woodstock 99 adalah penyelenggaraan acara yang eksklusif. Kala itu penyelenggara memilih pangkalan militer sebagai lokasi festival agar lokasi terjaga dan tidak bisa dihadiri sembarang orang.

Penerapan ini berbeda dengan pergelaran Woodstock 1994, di mana tidak ada pembatas di sekeliling lokasi acara. Dengan begitu setiap orang bisa hadir dan menikmati penampilan berbagai musisi.

Masalah itu diperparah dengan air mineral yang dijual seharga US$4 per botol. Belum lagi kebersihan dan keamanan yang kurang optimal sehingga memicu amarah pengunjung yang berujung pada kekacauan.

Woodstock sendiri merupakan salah satu festival musik legendaris di dunia yang pertama kali digelar pada 1969. Festival ini dipenuhi generasi muda yang mayoritas disebut sebagai Flower Generation dengan slogan flower power yang menolak perang.

Woodstock 1969 menjadi perayaan besar-besaran yang mengubah kultur pop dunia. Pengaruhnya begitu besar sampai acara ini masuk daftar 50 Moments That Changed the History of Rock and Roll menurut majalah Rolling Stone.

Pada tahun 1970, film dokumentasi Woodstock memenangkan Academy Award untuk kategori Best Documentary Feature. Tahun 2017 lalu, lokasi festival ini masuk ke dalam National Register of Historic Places.

[Gambas:Youtube]



(adp/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK