Jakarta, CNN Indonesia -- Lollapalooza 2021 yang berlangsung pada 29 Juli-1 Agustus 2021 di Grant Park, Chicago, Amerika Serikat, menjadi sorotan dunia. Festival musik ini menyebabkan kerumunan ratusan ribu orang di tengah pandemi virus corona yang bisa menjadi pusat penyebaran.
Tentu bukan asal nekat. Acara tahunan ini digelar dengan protokol kesehatan yang bisa dikatakan ketat. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi bagi pengunjung untuk memasuki kawasan acara.
Sebagaimana dilansir ABC 7 Chicago, pengunjung harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif Covid-19 yang didapat dalam kurun waktu 72 jam. Bila tidak bisa menunjukkan satu di antara syarat itu, pengunjung tidak diperbolehkan masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung yang sudah divaksinasi diperbolehkan untuk tidak mengenakan masker saat acara berlangsung. Namun, pengunjung yang belum divaksinasi wajib menggunakan masker.
Pada Kamis (29/7) Komisaris Kesehatan Masyarakat Chicago Dokter Allison Arwady menjelaskan penyelenggara menjaga keamanan dengan ketat. Namun, ia tidak bisa menjamin nihil kasus Covid-19 dari pengunjung Lollapalooza.
Acara musik dengan pengunjung dalam jumlah besar di tengah pandemi itu akhirnya berlangsung. Selama empat hari kurang lebih terdapat 385 ribu orang menghadiri acara musik yang menampilkan Miley Cyrus dan musisi lain itu.
Pun dugaan Arwady terjadi. Sebanyak 203 kasus Covid-19 yang berkaitan dengan Lollapalooza ditemukan di Chicago pada Kamis (12/8). Jumlah kasus itu melampaui perkiraan namun masih terbilang rendah.
Tidak ada bukti, kata Awardy, bahwa Lollapalooza 2021 menjadi sarana penyebaran super Covid-19. Tidak ada bukti pula mengenai dampak substansial pada epidemiologi Covid-19 di Chicago dari festival musim panas itu.
"Kami memperkirakan sekitar 385 ribu orang menghadiri Lolla. Lebih dari 90 persen pengunjung sudah divaksinasi, berdasarkan data yang diambil di lokasi. Kami menggunakan 88 persen pengunjung sebagai perkiraan perhitungan kami," kata Awardy.
Ia melanjutkan, "Kami memperkirakan bahwa di antara pengunjung Lollapalooza yang divaksinasi, 0,004 persen didiagnosa positif Covid, yakni empat dari 10 ribu pengunjung yang sudah divaksinasi. Jumlahnya 127 penonton."
Awardy juga memaparkan perhitungan mengenai penularan Covid-19 pada pengunjung Lollapalooza yang belum divaksinasi. Sebanyak 0,0016 diperkirakan tertular Covid-19, yakni 16 dari 10 ribu pengunjung.
"Sebanyak 76 pengunjung yang tidak divaksinasi melaporkan hasil tesnya positif, dan hingga 11 Agustus kami tidak memiliki kasus rawat inap atau kematian kami terus memantau perkembangan," katanya.
Vaksin jadi sebuah jaminan demi keselamatan bersama, baca di halaman berikutnya...
Vaksin Jadi Sebuah Keniscayaan di Era New Normal
Para pengunjung konser wajib vaksin di acara konser. (AP/Shafkat Anowar)
Tak bisa dimungkiri, kini vaksin menjadi salah satu upaya melawan Covid-19, terutama bila ingin melakukan berbagai kegiatan seperti sebelum pandemi. Seperti pergelaran festival musik yang sudah dicontohkan Lollapalooza 2021.
Memang vaksin tidak mutlak dan orang yang sudah divaksinasi masih bisa tertular Covid-19. Namun, kemungkinan tertular lebih kecil ketimbang orang yang belum divaksinasi. Dengan begitu, lebih baik divaksinasi ketimbang tidak sama sekali.
Terlepas dari hal itu, beberapa pakar ragu protokol kesehatan akan diterapkan saat festival berlangsung. Sebut saja protokol kesehatan mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain. Seperti Dokter Emily Landon dari Pusat Medis Universitas Chicago.
"Saya pikir banyak orang akan terkena Covid di Lollapalooza. Masalah sebenarnya bukan sekelompok anak muda yang datang ke Chicago lalu tertular Covid di acara ini," katanya pada Juli sebelum Lollapalooza berlangsung.
"Masalah sebenarnya adalah mereka membawanya kembali ke tempat-tempat yang tingkat vaksinasinya sangat rendah," lanjut Landon memandang dampak jangka panjang acara tersebut.
Landon memang memiliki pendapat yang berbeda dengan Awardy. Namun, ia tetap menekankan soal kepentingan vaksinasi. Secara tidak langsung ia mengatakan daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah rentan tertular Covid-19.