Potret Darurat Kekerasan Seksual di Film Penyalin Cahaya

CNN Indonesia
Kamis, 02 Sep 2021 20:46 WIB
Potret Darurat Kekerasan Seksual di Film Penyalin Cahaya
Sutradara Wregas Bhanuteja menyebut film Penyalin Cahaya menjadi sarana para penyintas kekerasan seksual menyuarakan keresahan. (Foto: Tangkapan layar instagram @penyalincahaya)

Dalam membangun karakter tersebut, Wregas pun banyak berdiskusi dengan sejumlah aktivis anti-kekerasan seksual pada perempuan salah satunya Hannah Al Rashid. 

Aktris kelahiran 1986 tersebut merupakan salah satu aktris di Indonesia yang lantang menyuarakan keadilan untuk korban kekerasan seksual.

Hal itu bukan tanpa alasan. Pemain film 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss' itu mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. Kejadian itu pertama kali terjadi saat dirinya memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat pengalaman tersebut, Hannah banyak dilibatkan dalam proses penulisan skenario dari film Penyalin Cahaya.

Selain Hannah Al Rashid, Wregas juga mengajak para pemain untuk terlibat dalam proses pembuatan film ini salah satunya Mian Tiara yang juga terlibat dalam proses pembuatan soundtrack film Penyalin Cahaya.

"Untuk menyampaikan isunya, film ini butuh pendamping yaitu lagu dan Mian Tiara adalah pembuat lagu yang sudah saya kenal sejak dia terlibat di film AADC 2 saya yakin Mian Tiara bisa menyuarakan isu di film ini lewat lagu," ujar Wregas.

[Gambas:Instagram]

Selain Mian Tiara, Wregas juga mengajak diskusi dengan pemain lain yakni Chicco Kurniawan yang dalam film ini berperan sebagai Amin. Ia merupakan sahabat masa kecil Sur dan membantunya untuk mendapatkan keadilan.

"Jujur buat aku yang bekerja di bidang [aktor] ini, aku percaya di semua bidang pekerjaan, apapun itu, [pasti] ada kekerasan seksual, aku sendiri merasa cukup resah," ujar Chicco.

Setelah terlibat diskusi dengan Wregas dan pemain lain, Chicco juga merasakan bahwa isu kekerasan seksual di Indonesia wajib diangkat demi keadilan untuk para korban.

"Kami memiliki visi yang sama untuk memberitahukan ke orang-orang bahwa ada realitas ini, buat aku sebagai laki-laki kita harus sadar dengan isu ini," ujarnya.

Wregas kini berharap filmnya tersebut dapat segera disaksikan oleh masyarakat luas sehingga isu tentang kekerasan seksual bisa segera teratasi.

Pihak Kaninga Pictures selaku rumah produksi film Penyalin Cahaya sudah memiliki rencana untuk menayangkan film ini di bioskop pada September atau Oktober mendatang setelah mayoritas masyarakat Indonesia sudah mendapatkan vaksin kedua.

Penyalin Cahaya akan tayang perdana di Busan International Film Festival (BIFF) yang berlangsung pada 6-15 Oktober 2021 di Busan, Korea Selatan. BIFF sendiri merupakan salah satu festival film bergengsi di Asia dan dunia.

Dalam acara tersebut, film Penyalin Cahaya juga akan berlaga pada program kompetisi utama yang bernama New Currents.

[Gambas:Youtube]



(nly/fjr)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara film Wregas Bhanuteja mendedikasikan film Penyalin Cahaya sebagai media untuk menyuarakan isu kekerasan seksual yang selama ini ditutup-tutupi oleh masyarakat Indonesia.

Ia menilai dukungan masyarakat kepada penyintas kekerasan seksual sangat dibutuhkan.

Wregas memandang bahwa film adalah media komunikasi yang paling efisien untuk menyuarakan sebuah kegelisahan yang sedang terjadi di masyarakat, termasuk isu kekerasan seksual yang menjadi tema dalam film Penyalin Cahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam film ini, Wregas berupaya untuk memberikan sebuah gambaran sosial yang terjadi di masyarakat saat ini tentang nasib penyintas kekerasan seksual yang suaranya terus dibungkam.

"Saya merasa ada tanggung jawab besar untuk mengargumenkan sesuatu kepada masyarakat. Dan saya merasa masyarakat sekarang urgent untuk tahu darurat kekerasan seksual," ujar Wregas dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (2/9).

"Banyak sekali penyintas yang tidak mendapat keadilan, banyak penyintas yang memendam kisahnya karena lingkungan yang tidak support, seperti keluarga," lanjutnya.

Wregas dan tim mengambil tema tersebut setelah melalui penelitian selama satu tahun dengan mendengarkan cerita dari para penyintas kasus kekerasan seksual dan mengikuti pemberitaan tentang isu serupa.

Dari hasil penelitian tersebut Wregas memandang bahwa dukungan kepada korban kekerasan seksual di Indonesia masih belum maksimal.

Bahkan tidak sedikit dari para penyintas yang justru mendapat cibiran dan cemoohan dari masyarakat. Padahal dukungan dari lingkungan sangat penting untuk mengembalikan kehidupan para korban.

"Lingkungan yang cenderung menyepelekan kasus ini seringkali membawa banyak hal yang menyakitkan untuk penyintas, [dan berdampak] pada kesehatan mental, trauma, depresi," ujar Wregas.

"Itu muncul karena dia [korban] merasa tidak dipercaya, saat hendak bercerita, tidak mendapat dukungan, disaksikan, diragukan seolah yang mereka alami itu mengada-ada, menyalahkan pakaian, minuman, itu tidak tepat, seharusnya [warga] bersama penyintas mendampinginya dan melawan pelaku," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Kegelisahan tersebut kemudian dituangkan dalam sosok bernama Sur yakni tokoh utama dalam film Penyalin Cahaya. Dalam film ini, Sur (Shenina Cinnamon) adalah seorang mahasiswi yang kehilangan beasiswa akibat swafoto dirinya saat mabuk di sebuah pesta tersebar luas.

Tak hanya kehilangan beasiswa, Sur juga harus menghadapi kritik dan pandangan negatif dari lingkungannya.

Cerita yang dialami oleh sosok tersebut, Wregas mengatakan bahwa merupakan satu dari sekian banyak cerita kelam yang dialami oleh para penyintas pelecehan seksual di Indonesia.

[Gambas:Youtube]



Simak ulasan kekerasan seksual dalam film di halaman berikutnya..

Riset tentang Kekerasan Seksual Jadi Dasar Cerita Film Penyalin Cahaya

Sutradara Wregas Bhanuteja menyebut film Penyalin Cahaya menjadi sarana para penyintas kekerasan seksual menyuarakan keresahan. (Foto: Tangkapan layar instagram @penyalincahaya)

Dalam membangun karakter tersebut, Wregas pun banyak berdiskusi dengan sejumlah aktivis anti-kekerasan seksual pada perempuan salah satunya Hannah Al Rashid. 

Aktris kelahiran 1986 tersebut merupakan salah satu aktris di Indonesia yang lantang menyuarakan keadilan untuk korban kekerasan seksual.

Hal itu bukan tanpa alasan. Pemain film 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss' itu mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. Kejadian itu pertama kali terjadi saat dirinya memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Lewat pengalaman tersebut, Hannah banyak dilibatkan dalam proses penulisan skenario dari film Penyalin Cahaya.

Selain Hannah Al Rashid, Wregas juga mengajak para pemain untuk terlibat dalam proses pembuatan film ini salah satunya Mian Tiara yang juga terlibat dalam proses pembuatan soundtrack film Penyalin Cahaya.

"Untuk menyampaikan isunya, film ini butuh pendamping yaitu lagu dan Mian Tiara adalah pembuat lagu yang sudah saya kenal sejak dia terlibat di film AADC 2 saya yakin Mian Tiara bisa menyuarakan isu di film ini lewat lagu," ujar Wregas.

[Gambas:Instagram]

Selain Mian Tiara, Wregas juga mengajak diskusi dengan pemain lain yakni Chicco Kurniawan yang dalam film ini berperan sebagai Amin. Ia merupakan sahabat masa kecil Sur dan membantunya untuk mendapatkan keadilan.

"Jujur buat aku yang bekerja di bidang [aktor] ini, aku percaya di semua bidang pekerjaan, apapun itu, [pasti] ada kekerasan seksual, aku sendiri merasa cukup resah," ujar Chicco.

Setelah terlibat diskusi dengan Wregas dan pemain lain, Chicco juga merasakan bahwa isu kekerasan seksual di Indonesia wajib diangkat demi keadilan untuk para korban.

"Kami memiliki visi yang sama untuk memberitahukan ke orang-orang bahwa ada realitas ini, buat aku sebagai laki-laki kita harus sadar dengan isu ini," ujarnya.

Wregas kini berharap filmnya tersebut dapat segera disaksikan oleh masyarakat luas sehingga isu tentang kekerasan seksual bisa segera teratasi.

Pihak Kaninga Pictures selaku rumah produksi film Penyalin Cahaya sudah memiliki rencana untuk menayangkan film ini di bioskop pada September atau Oktober mendatang setelah mayoritas masyarakat Indonesia sudah mendapatkan vaksin kedua.

Penyalin Cahaya akan tayang perdana di Busan International Film Festival (BIFF) yang berlangsung pada 6-15 Oktober 2021 di Busan, Korea Selatan. BIFF sendiri merupakan salah satu festival film bergengsi di Asia dan dunia.

Dalam acara tersebut, film Penyalin Cahaya juga akan berlaga pada program kompetisi utama yang bernama New Currents.

[Gambas:Youtube]




HALAMAN:
1 2