Terdapat sejumlah dialog menyentuh di drama Hospital Playlist. Drama ini mengisahkan hal-hal dramatis dan menyentuh di rumah sakit. (Foto: Arsip Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selain hal-hal lucu di tengah persahabatan lima dokter, drama Hospital Playlist 2 juga menyajikan dialog-dialog menyentuh dan adegan-adegan romantis.
Jelang episode akhir Hospital Playlist 2, penonton bisa kembali melihat dialog dan adegan menyentuh di drama tvN ini. Berikut beberapa dialog yang paling menyentuh hati di drama Korea Hospital Playlist 2, dihimpun dari Soompi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dialog Lee Ik-jun (Episode 7)
Selalu dipenuhi dengan energi yang cerah, Lee Ik-jun berhasil menggambarkan pesona yang berbeda sebagai seorang dokter.
Seperti dalam sebuah adegan dalam episode 7 di mana ada seorang pasien mengantarkan makanan ke rumah sakit. Ia melakukan hal tersebut sebagai permintaan maaf karena telah bersikap sensitif sebelum operasi transplantasi hati ayahnya.
Namun, Jang Yoon-bok (Cho Yi-hyun) masih mengungkapkan ketidaknyamanannya atas sikap pasien tersebut.
Melihat kejadian itu, Lee Ik-jun berkomentar, "ini mungkin sesuatu yang kita alami setiap hari, tetapi bagi pasien, ini adalah rintangan terbesar dan momen terpenting dalam hidup mereka. Aku pikir aku juga akan bersikap sensitif sepertinya."
"Kehidupan keluargaku sedang dipertaruhkan, jadi mengapa penting memikirkan bagaimana orang lain melihat aku. Yoon-book, jangan berpikir bahwa pasien dan keluarganya tidak tahu apa-apa. Mereka tahu. Itulah mengapa kita harus mencoba memahami mereka", lanjut Ik-jun.
Adegan tersebut menggambarkan karakter Ik-jun yang perhatian, di balik sikapnya yang sering bercanda.
Sebagai dokter yang selalu memahami perasaan pasien lebih dari siapa pun, Ahn Jung-won berusaha meyakinkan ibu dari bayi serta keluarganya sebelum dilakukan operasi.
Terdapat sebuah adegan dimana ada seorang ibu mertua menyalahkan ibu dari seorang bayi yang memiliki penyakit.
Melihat itu, Ahn Jung-won berkata kepada ibu mertua tersebut, "Kamu pasti ibunya. Ini bukan salah putrimu. Ini bukan sesuatu yang terjadi karena kesalahan seseorang, melainkan terjadi begitu saja".
Baik ibu maupun nenek bayi tersebut tersentuh mendengar ucapan Ahn Jung-won tersebut.
3. Dialog Kim Jun-wan (Episode 6)
Kim Jun-wan juga membuat penonton terkesan dengan dialognya yang menunjukkan sisi kepribadiannya yang penuh perhatian.
Terdapat sebuah adegan di mana dokter memerintahkan Lim Chang-min (Kim Kang-min) untuk memberitahu waktu kematian seorang pasien. Lim Chang-min tidak bisa melakukan tugas itu, ia pun menangis. Kim Jun-wan akhirnya mengambil alih tugas tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Lim Chang-min mendatangi Kim Jun-wan untuk meminta maaf.
Kim Jun-wan merespons dengan berkata, "Untuk apa kamu meminta maaf, kamu boleh menangis. Bukankah dokter juga manusia? Tidak apa-apa, kamu boleh menangis. Aku tidak ingin kamu menahan perasaanmu. Namun, kamu tetap harus melakukan tugasmu. Membuat keputusan juga adalah pekerjaan dokter".
Kim Jun-wan membuat penonton terpesona dengan caranya memperlakukan juniornya dengan nasihat yang mengharukan.
Baca dialog menyentuh lainnya di halaman berikutnya..
4. Dialog Yang Seok-hyeong (Episode 6)
Dikenal karena merawat pasien dengan perhatian serta cermat terhadap detail, Yang Seok-hyeong menceritakan pengalaman pertamanya merawat pasien.
Yang Seok-hyeong bercerita, meskipun dia telah memberitahu seorang wanita hamil bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun pada akhirnya dia harus memberitahu sang suami bahwa wanita tersebut meninggal dunia akibat emboli air ketuban.
Yang Seok-hyeong mengatakan, "Aku diajarkan untuk tidak mengekspresikan emosi di depan pasien, tetapi apakah itu mungkin? Aku tidak dapat menahan diri. Aku menangis bersama mereka di sana".
Setelah mendengar cerita bahwa Kim Jun-wan pergi ke kamar mandi untuk menangis karena malu jika harus menangis di depan keluarga pasien, Yang Seok-hyeong kembali berkata,
"Aku juga memberitahu murid-muridku bahwa tidak apa-apa mengekspresikan emosi selama tetap menjaga batasan. Kita bukan kecerdasan buatan (artificial intelligence)".
5. Dialog Chae Song-hwa (Episode 4)
Kepribadiannya yang tajam dan keahliannya yang luar biasa sebagai dokter, membuat Chae Song-hwa sangat dihormati oleh juniornya. Dia juga kerap memberikan nasihat yang bijaksana.
Adegan dimulai ketika Heo Sun-bin (Ha Yoon-kyung), yang sedang memeriksa kondisi pasien, dilaporkan seseorang tak dikenal kepada atasannya.
Pada akhirnya pasien tersebut hilang kesadaran, dan ketika dokter yang bertanggung jawab menyuruhnya untuk menunggu.
Heo Sun-bin berteriak dan bertanya apakah dokter tersebut akan bertanggung jawab jika terjadi kesalahan. Berkat respons Heo Sun-bin yang cepat, pasien tersebut bisa diselamatkan.
Heo Sun-bin menjelaskan situasi tersebut kepada Chae Song-hwa. Dia juga mengatakan akan meminta maaf kepada dokter tersebut karena telah berkata kasar.
Akan tetapi, Chae Song-hwa mengatakan kepada Heo Sun-bin bahwa keputusannya tersebut tepat dan dia harus tetap melakukan idenya apabila ia merasa ide tersebut tepat.
Chae Song-hwa terlihat sangat berkarisma saat dia mengatakan, "Bertarunglah dengan sengit. Begitulan cara kamu menyelamatkan pasien".
Hospital Playlist 2 tidak tayang pada 2 September 2021 karena adanya liputan tvN tentang penyisihan Asia untuk Piala Dunia Qatar 2022.
Drama ini akan tayang kembali dengan episode 11 pada 9 September 2021.
Jakarta, CNN Indonesia --
Selain hal-hal lucu di tengah persahabatan lima dokter, drama Hospital Playlist 2 juga menyajikan dialog-dialog menyentuh dan adegan-adegan romantis.
Jelang episode akhir Hospital Playlist 2, penonton bisa kembali melihat dialog dan adegan menyentuh di drama tvN ini. Berikut beberapa dialog yang paling menyentuh hati di drama Korea Hospital Playlist 2, dihimpun dari Soompi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dialog Lee Ik-jun (Episode 7)
Selalu dipenuhi dengan energi yang cerah, Lee Ik-jun berhasil menggambarkan pesona yang berbeda sebagai seorang dokter.
Seperti dalam sebuah adegan dalam episode 7 di mana ada seorang pasien mengantarkan makanan ke rumah sakit. Ia melakukan hal tersebut sebagai permintaan maaf karena telah bersikap sensitif sebelum operasi transplantasi hati ayahnya.
Namun, Jang Yoon-bok (Cho Yi-hyun) masih mengungkapkan ketidaknyamanannya atas sikap pasien tersebut.
Melihat kejadian itu, Lee Ik-jun berkomentar, "ini mungkin sesuatu yang kita alami setiap hari, tetapi bagi pasien, ini adalah rintangan terbesar dan momen terpenting dalam hidup mereka. Aku pikir aku juga akan bersikap sensitif sepertinya."
"Kehidupan keluargaku sedang dipertaruhkan, jadi mengapa penting memikirkan bagaimana orang lain melihat aku. Yoon-book, jangan berpikir bahwa pasien dan keluarganya tidak tahu apa-apa. Mereka tahu. Itulah mengapa kita harus mencoba memahami mereka", lanjut Ik-jun.
Adegan tersebut menggambarkan karakter Ik-jun yang perhatian, di balik sikapnya yang sering bercanda.
Sebagai dokter yang selalu memahami perasaan pasien lebih dari siapa pun, Ahn Jung-won berusaha meyakinkan ibu dari bayi serta keluarganya sebelum dilakukan operasi.
Terdapat sebuah adegan dimana ada seorang ibu mertua menyalahkan ibu dari seorang bayi yang memiliki penyakit.
Melihat itu, Ahn Jung-won berkata kepada ibu mertua tersebut, "Kamu pasti ibunya. Ini bukan salah putrimu. Ini bukan sesuatu yang terjadi karena kesalahan seseorang, melainkan terjadi begitu saja".
Baik ibu maupun nenek bayi tersebut tersentuh mendengar ucapan Ahn Jung-won tersebut.
3. Dialog Kim Jun-wan (Episode 6)
Kim Jun-wan juga membuat penonton terkesan dengan dialognya yang menunjukkan sisi kepribadiannya yang penuh perhatian.
Terdapat sebuah adegan di mana dokter memerintahkan Lim Chang-min (Kim Kang-min) untuk memberitahu waktu kematian seorang pasien. Lim Chang-min tidak bisa melakukan tugas itu, ia pun menangis. Kim Jun-wan akhirnya mengambil alih tugas tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Lim Chang-min mendatangi Kim Jun-wan untuk meminta maaf.
Kim Jun-wan merespons dengan berkata, "Untuk apa kamu meminta maaf, kamu boleh menangis. Bukankah dokter juga manusia? Tidak apa-apa, kamu boleh menangis. Aku tidak ingin kamu menahan perasaanmu. Namun, kamu tetap harus melakukan tugasmu. Membuat keputusan juga adalah pekerjaan dokter".
Kim Jun-wan membuat penonton terpesona dengan caranya memperlakukan juniornya dengan nasihat yang mengharukan.
Baca dialog menyentuh lainnya di halaman berikutnya..
5 Dialog Menyentuh di Drama Hospital Playlist 2 (Bagian 2)
Foto: tvN/Courtesy of Netflix
4. Dialog Yang Seok-hyeong (Episode 6)
Dikenal karena merawat pasien dengan perhatian serta cermat terhadap detail, Yang Seok-hyeong menceritakan pengalaman pertamanya merawat pasien.
Yang Seok-hyeong bercerita, meskipun dia telah memberitahu seorang wanita hamil bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun pada akhirnya dia harus memberitahu sang suami bahwa wanita tersebut meninggal dunia akibat emboli air ketuban.
Yang Seok-hyeong mengatakan, "Aku diajarkan untuk tidak mengekspresikan emosi di depan pasien, tetapi apakah itu mungkin? Aku tidak dapat menahan diri. Aku menangis bersama mereka di sana".
Setelah mendengar cerita bahwa Kim Jun-wan pergi ke kamar mandi untuk menangis karena malu jika harus menangis di depan keluarga pasien, Yang Seok-hyeong kembali berkata,
"Aku juga memberitahu murid-muridku bahwa tidak apa-apa mengekspresikan emosi selama tetap menjaga batasan. Kita bukan kecerdasan buatan (artificial intelligence)".
5. Dialog Chae Song-hwa (Episode 4)
Kepribadiannya yang tajam dan keahliannya yang luar biasa sebagai dokter, membuat Chae Song-hwa sangat dihormati oleh juniornya. Dia juga kerap memberikan nasihat yang bijaksana.
Adegan dimulai ketika Heo Sun-bin (Ha Yoon-kyung), yang sedang memeriksa kondisi pasien, dilaporkan seseorang tak dikenal kepada atasannya.
Pada akhirnya pasien tersebut hilang kesadaran, dan ketika dokter yang bertanggung jawab menyuruhnya untuk menunggu.
Heo Sun-bin berteriak dan bertanya apakah dokter tersebut akan bertanggung jawab jika terjadi kesalahan. Berkat respons Heo Sun-bin yang cepat, pasien tersebut bisa diselamatkan.
Heo Sun-bin menjelaskan situasi tersebut kepada Chae Song-hwa. Dia juga mengatakan akan meminta maaf kepada dokter tersebut karena telah berkata kasar.
Akan tetapi, Chae Song-hwa mengatakan kepada Heo Sun-bin bahwa keputusannya tersebut tepat dan dia harus tetap melakukan idenya apabila ia merasa ide tersebut tepat.
Chae Song-hwa terlihat sangat berkarisma saat dia mengatakan, "Bertarunglah dengan sengit. Begitulan cara kamu menyelamatkan pasien".