Kronologi Coki Pardede Suntik Sabu hingga Sikap MLI soal Tur
CNN Indonesia
Senin, 06 Sep 2021 13:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kronologi kasus narkoba sabu yang dihadapi Coki Pardede dimulai dari penangkapan yang terjadi Rabu lalu (1/9). (Foto: Tangkapan Layar Instagram/@cokipardede666)
Jakarta, CNN Indonesia --
Komika Coki Pardede kini tengah menghadapi urusan hukum usai kedapatan mengkonsumsi sabu dan ditangkap polisi Rabu (1/9).
Padahal, Coki bersama manajemennya, Majelis Lucu Indonesia atau MLI tengah menyiapkan tur standup comedy spesial berjudul 'Maaf Saya Teringgung'.
Berikut kronologi kasus penggunaan narkoba jenis sabu yang tengah menjerat komika Coki Pardede.
Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menangkap komika Coki Pardede pada Rabu (1/9) malam. Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan Coki ditangkap di perumahan di daerah Pagedangan, Kota Tangerang.
Ketika ditangkap, Coki disebut masih dalam pengaruh sabu. Selain Coki, dalam kasus ini, polisi juga menangkap seorang perempuan berinisial WLI yang merupakan seorang penyuplai sabu.
Dari hasil tes urine, keduanya dinyatakan positif ampetamin dan metampetamin.
Penangkapan Coki merupakan hasil pengembangan dari informasi masyarakat. Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan hingga ditemukan seorang kurir yang kemudian mengarah kepada Coki.
Suntik Sabu Lewat Dubur
Setelah menjalani proses pemeriksaan, terungkap fakta bahwa Coki Pardede mengkonsumsi sabu dengan menyuntikannya lewat dubur. Hal tersebut disampaikan Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima.
"Memang yang bersangkutan menyampaikan yang lebih gampang lewat anal," kata Deonijiu kepada wartawan, Jumat (3/9).
"Dengan cara disuntik, pada saat itu jarumnya dilepas baru disuntik ke analnya," lanjutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Coki mengetahui cara tersebut setelah menonton video dari Youtube. Cara itu sengaja dipilih Coki karena dirasa lebih efektif.
Cara tidak lazim itu biasanya dilakukan oleh pengguna di luar negeri.
"Iya (di luar negeri), memang dia (Coki) sampaikan sering digunakan di luar negeri yang dia tiru dan dia lakukan," ujar Deonijiu.
PT. Jenaka Sumber Rejeki atau Majelis Lucu Indonesia (MLI) selaku manajemen talenta yang menaungi Reza Pardede alias Coki Pardede buka suara setelah komika tersebut ditangkap oleh polisi terkait dugaan penggunaan narkoba jenis sabu.
"Talent kami benar telah dijemput oleh pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota untuk diproses hukum lebih lanjut," pernyataan CEO PT. Jenaka Sumber Rejeki, Patrick Effendy, yang diunggah ke akun Instagram MLI, Kamis (2/9).
Pada penyataan tersebut Patrick juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan artis dari MLI. Ia mengatakan saat ini tengah mengupayakan komunikasi kepada pihak keluarga, kepolisian, klien, dan media.
"Untuk menyelesaikan segala tanggung jawab atas kewajiban profesional dan berusaha memberikan strategi serta solusi yang terbaik demi kepentingan bersama, baik untuk pihak klien mau pun konsumen dari semua program yang terkait," pernyataan Patrick.
Simak sikap MLI terkait kerjaan Coki Pardede termasuk tur di halaman berikutnya..
Nasib Tur Coki Pardede 'Maaf Saya Tersinggung'
Majeleis Lucu Indonesia (MLI) selaku manajemen Coki dan penyelenggara tur tersebut menegaskan bahwa tur dan pertunjukan akan tetap digelar, namun tanpa Coki.
"Kami pastikan [tur Maaf Saya Tersinggung] tak melibatkan Coki," ujar Gianluigi, selaku General Manager MLI kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/9).
Pihak MLI menyebut bahwa tur standup comedy tersebut sejauh ini akan tetap digelar sesuai jadwal. Namun, konsep acara akan diubah.
MLI mengaku terus berkoordinasi dengan kota-kota tujuan tur 'Maaf Saya Tersinggung'. Selaku GM, Gian juga terus memantau perkembangan kasus yang menjerat Coki.
Permintaan Maaf Coki Pardede
Coki Pardede menyampaikan permohonan maaf, usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.
Ia meminta penggemarnya bersabar karena karyanya akan tertunda.
"Saya juga ingin meminta maaf kepada orang-orang yang menikmati karya saya. Mohon bersabar dulu karena akan agak sedikit tertunda karya-karya yang bisa teman-teman nikmati," kata Coki dalam konferensi pers di Polrestro Tangerang Kota, Sabtu (4/9).
Kronologi kasus sabu Coki Pardede (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Coki mengungkapkan, saat ini dirinya harus menghadapi urusan yang lebih penting, yakni menyembuhkan kecanduan konsumsi barang haram.
"Biarlah ini menjadi pelajaran buat saya tentunya dan juga pelajaran buat teman-teman yang ada di luar sana bahwa ketergantungan kepada zat terlarang itu tidak ada untungnya sama sekali," ucap dia.
Rehabilitasi di RSKO
Coki Pardede akhirnya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Putusan rehabilitasi diberikan karena Coki dinilai sebagai korban penyalahgunaan narkoba.
Kepala Satuan Narkoba Polrestro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan oleh pihak Coki.
"Jadi kita ketahui dalam perkara ini teman-teman sudah paham bahwa Coki adalah pengguna, bisa dikatakan korban dari narkoba. Jadi permohonan ini kita terima dan selanjutnya saudara Coki akan dilakukan rehabilitasi," kata Pratomo kepada wartawan, Senin (6/9).
Itulah kronologi kasus penyalahgunaan narkoba sabu yang tengah dihadapi oleh komika Coki Pardede. MLI selaku manajemen mengaku akan terus memantau perkembangan rehabilitasi Coki.
Jakarta, CNN Indonesia --
Komika Coki Pardede kini tengah menghadapi urusan hukum usai kedapatan mengkonsumsi sabu dan ditangkap polisi Rabu (1/9).
Padahal, Coki bersama manajemennya, Majelis Lucu Indonesia atau MLI tengah menyiapkan tur standup comedy spesial berjudul 'Maaf Saya Teringgung'.
Berikut kronologi kasus penggunaan narkoba jenis sabu yang tengah menjerat komika Coki Pardede.
Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menangkap komika Coki Pardede pada Rabu (1/9) malam. Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan Coki ditangkap di perumahan di daerah Pagedangan, Kota Tangerang.
Ketika ditangkap, Coki disebut masih dalam pengaruh sabu. Selain Coki, dalam kasus ini, polisi juga menangkap seorang perempuan berinisial WLI yang merupakan seorang penyuplai sabu.
Dari hasil tes urine, keduanya dinyatakan positif ampetamin dan metampetamin.
Penangkapan Coki merupakan hasil pengembangan dari informasi masyarakat. Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan hingga ditemukan seorang kurir yang kemudian mengarah kepada Coki.
Suntik Sabu Lewat Dubur
Setelah menjalani proses pemeriksaan, terungkap fakta bahwa Coki Pardede mengkonsumsi sabu dengan menyuntikannya lewat dubur. Hal tersebut disampaikan Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima.
"Memang yang bersangkutan menyampaikan yang lebih gampang lewat anal," kata Deonijiu kepada wartawan, Jumat (3/9).
"Dengan cara disuntik, pada saat itu jarumnya dilepas baru disuntik ke analnya," lanjutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Coki mengetahui cara tersebut setelah menonton video dari Youtube. Cara itu sengaja dipilih Coki karena dirasa lebih efektif.
Cara tidak lazim itu biasanya dilakukan oleh pengguna di luar negeri.
"Iya (di luar negeri), memang dia (Coki) sampaikan sering digunakan di luar negeri yang dia tiru dan dia lakukan," ujar Deonijiu.
PT. Jenaka Sumber Rejeki atau Majelis Lucu Indonesia (MLI) selaku manajemen talenta yang menaungi Reza Pardede alias Coki Pardede buka suara setelah komika tersebut ditangkap oleh polisi terkait dugaan penggunaan narkoba jenis sabu.
"Talent kami benar telah dijemput oleh pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota untuk diproses hukum lebih lanjut," pernyataan CEO PT. Jenaka Sumber Rejeki, Patrick Effendy, yang diunggah ke akun Instagram MLI, Kamis (2/9).
Pada penyataan tersebut Patrick juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan artis dari MLI. Ia mengatakan saat ini tengah mengupayakan komunikasi kepada pihak keluarga, kepolisian, klien, dan media.
"Untuk menyelesaikan segala tanggung jawab atas kewajiban profesional dan berusaha memberikan strategi serta solusi yang terbaik demi kepentingan bersama, baik untuk pihak klien mau pun konsumen dari semua program yang terkait," pernyataan Patrick.
Simak sikap MLI terkait kerjaan Coki Pardede termasuk tur di halaman berikutnya..
MLI Buka Suara soal Nasib Tur Standup Comedy Coki Pardede
Kronologi kasus narkoba sabu yang dihadapi Coki Pardede dimulai dari penangkapan yang terjadi Rabu lalu (1/9). (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Nasib Tur Coki Pardede 'Maaf Saya Tersinggung'
Majeleis Lucu Indonesia (MLI) selaku manajemen Coki dan penyelenggara tur tersebut menegaskan bahwa tur dan pertunjukan akan tetap digelar, namun tanpa Coki.
"Kami pastikan [tur Maaf Saya Tersinggung] tak melibatkan Coki," ujar Gianluigi, selaku General Manager MLI kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/9).
Pihak MLI menyebut bahwa tur standup comedy tersebut sejauh ini akan tetap digelar sesuai jadwal. Namun, konsep acara akan diubah.
MLI mengaku terus berkoordinasi dengan kota-kota tujuan tur 'Maaf Saya Tersinggung'. Selaku GM, Gian juga terus memantau perkembangan kasus yang menjerat Coki.
Permintaan Maaf Coki Pardede
Coki Pardede menyampaikan permohonan maaf, usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.
Ia meminta penggemarnya bersabar karena karyanya akan tertunda.
"Saya juga ingin meminta maaf kepada orang-orang yang menikmati karya saya. Mohon bersabar dulu karena akan agak sedikit tertunda karya-karya yang bisa teman-teman nikmati," kata Coki dalam konferensi pers di Polrestro Tangerang Kota, Sabtu (4/9).
Kronologi kasus sabu Coki Pardede (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Coki mengungkapkan, saat ini dirinya harus menghadapi urusan yang lebih penting, yakni menyembuhkan kecanduan konsumsi barang haram.
"Biarlah ini menjadi pelajaran buat saya tentunya dan juga pelajaran buat teman-teman yang ada di luar sana bahwa ketergantungan kepada zat terlarang itu tidak ada untungnya sama sekali," ucap dia.
Rehabilitasi di RSKO
Coki Pardede akhirnya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Putusan rehabilitasi diberikan karena Coki dinilai sebagai korban penyalahgunaan narkoba.
Kepala Satuan Narkoba Polrestro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan oleh pihak Coki.
"Jadi kita ketahui dalam perkara ini teman-teman sudah paham bahwa Coki adalah pengguna, bisa dikatakan korban dari narkoba. Jadi permohonan ini kita terima dan selanjutnya saudara Coki akan dilakukan rehabilitasi," kata Pratomo kepada wartawan, Senin (6/9).
Itulah kronologi kasus penyalahgunaan narkoba sabu yang tengah dihadapi oleh komika Coki Pardede. MLI selaku manajemen mengaku akan terus memantau perkembangan rehabilitasi Coki.