Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Iko Uwais mengaku pernah terlibat perkelahian sewaktu duduk di bangku SMA. Meskipun sudah lama, kejadian tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya.
Hal itu diungkap Iko Uwais kala menjadi bintang tamu di kanal YouTube Vincent dan Desta yang tayang pada Senin (13/9). Kala itu, Vincent dan Desta bertanya seputar pengalaman berkelahi yang masih diingat hingga sekarang.
"[berantem yang] parah waktu SMA, kelas 1, eh kelas tiga digebukin satu kelas sama [siswa] kelas 11 [kelas 2 SMA] sama adek kelas, itu waktu SMA," ujar Iko Uwais.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain film The Raid ini bahkan masih mengingat kronologi peristiwa tersebut. Iko mengatakan bahwa kejadian itu berlangsung di dalam lingkungan sekolah.
Kala itu, Iko yang sedang dalam ruang kelas merasa diintimidasi oleh adik kelas yang terus menerus mengawasinya. Hal itu membuat emosi Iko tersulut.
"Jadi pas pelajaran, habis gue langsung lari ke kelasnya, gue liatin mana tuh anak. Kelas kan lagi perpindahan jam, jadi semrawutan lah. Eh tiba-tiba dari depan ditampol [dipukul], duak! Ya sudahlah gue pegang sininya [leher]," ujar Iko.
"Pokoknya gue digebukin satu kelas tuh. Dia [adik kelas] sudah tahu, makanya dia bilang ke temennya. [Saya] digebukin dipakai bangku-bangku sekolahan yang kayu itu," katanya.
Mau tak mau, Iko melawan gerombolan siswa tersebut dengan tangan kosong. Beruntung dirinya memiliki kemampuan beladiri yang didapat sejak berusia 10 tahun.
Iko kemudian melaporkan kejadian itu pada guru beladirinya.
Cerita Iko Uwais tawuran saat SMA lanjut ke sebelah...
Bela Diri Sejak Usia 10 Tahun
Aktor Iko Uwais mengaku pernah terlibat perkelahian sewaktu duduk di bangku SMA. (Mark Davis/Getty Images/AFP)
Ketika Iko Uwais melapor ke guru beladirinya, alih-alih mendapat simpati, ia justru dimarahi karena tindakannya dinilai tidak terpuji.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Vincent dan Desta untuk mengutip video tersebut.
Iko Uwais merupakan aktor yang dibesarkan di lingkungan Betawi. Sejak berusia 10 tahun, ia telah belajar seni bela diri kedaerahan Indonesia, pencak silat di perguruan silat asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi.
Kemampuan tersebut berhasil membawa Iko Uwais meraih peringkat ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta pada 2003. Dua tahun kemudian, Iko menjadi pesilat terbaik dalam kategori demonstrasi pada Kejuaraan Silat Nasional.
Bakat silat tersebut juga berhasil membawa Iko masuk ke industri perfilman. Hal itu berawal pada tahun 2007 kala sutradara film Wales, Gareth Evans terpukau dengan kemampuan silat Iko.
Karisma alami Iko saat membawakan seni silat mendorong Evans untuk menjadikannya sebagai pemeran utama untuk film seni bela diri pertamanya, Merantau.
Tak hanya itu, Iko juga kembali terlibat di sejumlah film bergenre aksi salah satunya film The Raid: Redemption (2011) dan The Raid 2: Berandal (2014).
Iko juga berhasil menembus kancah perfilman Hollywood dengan membintangi Star Wars: The Force Awakens (2015) dan Beyond Skyline (2017).
[Gambas:Youtube]