Jabaran 'Genius' yang Tersemat di Diri Ahmad Dhani
CNN Indonesia
Minggu, 19 Sep 2021 12:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Dhani kerap disebut sebagai musisi yang jenius, baik dari caranya membuat musik begitupun menjalankan bisnis musik. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kata 'genius' kerap terucap kala orang ditanya tentang sosok Ahmad Dhani, apalagi bicara soal musik.
"Dhani itu genius. Itu di atasnya pintar," ucap Vina Panduwinata, sebagai musisi yang usianya di atas Dhani.
"Untuk di musik, yang pasti (Ahmad Dhani) jenius," kata Yura Yunita, penyanyi dan penulis lagu yang jauh lebih muda dari Dhani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana kegeniusan Ahmad Dhani diartikan?
Yura melihat detail-detail yang diperhatikan Dhani dalam memproduksi musik sebagai bukti dari predikat genius yang ia semat. Hal itu dialami langsung oleh Yura ketika workshop menyanyikan ulang lagu Dewa 19.
Aransemen lagu Risalah Hati yang akhirnya dinyanyikan oleh Yura digarap langsung oleh sang empunya lagu, Ahmad Dhani.
"Detail instrumennya, kecil-kecil, tidak terasa tapi itu sangat berarti," tutur Yura menggambarkan masa produksi Risalah Hati.
"Ada kayak unsur elektronik kayak Bjork nya gitu juga, ada yang ternyata selalu dipakai oleh Dewa 19" ujar Yura.
Beda dengan Vina Panduwinata yang lebih menyoroti soal prinsip berkesenian. Dhani dinilai bebas dan jujur pada diri sendiri dalam berkarya bersama Dewa 19.
"Jujur banget dalam berkarya. Gue mau bikin ini, bikin itu, apa kata orang terserah." begitu Vina menggambarkan sosok Dhani.
Tak hanya soal musik, kegeniusan Dhani di mata Vina dilengkapi kemampuan Dhani untuk menjalankan bisnis musik.
Dhani seringkali menunjuk sosok komposer senior Addie MS sebagai musisi yang menginspirasinya. Rupanya, Addie MS juga mengaku kagum pada karya-karya Dhani.
Sambil mengisahkan awal pertemuannya dengan Dhani di masa lalu, Addie MS menggunakan lagu sebagai pintu masuk untuk mengelaborasi kekagumannya pada Dhani.
"Lagunya utuh," tutur Addie.
Addie MS tidak melihat lagu-lagu yang diciptakan dan diproduksi Dhani hanya 'menjual' di satu dua bagian saja. Setiap bagian dari musik Dhani diibaratkan sebagai bangunan yang utuh.
"Bagaimana (Dhani) membuat prolog, interlude, intro dan outro."
"Pastinya dia juga melakukan pengarahan pada penyanyi untuk bagaimana menjiwai dan segala macam. Lirik-liriknya juga." tutur Addie.
Dhani disebut dapat mengarahkan penyanyi dengan penjiwaan yang ia harapkan ada pada lagunya. Ia kemudian disebut sebagai musisi yang adaptif, terhadap genre dan terhadap zaman.
Simak makna kegeniusan Dhani oleh pengamat di halaman berikutnya..
Predikat "adaptif" senada disuarakan Idhar Resmadi sebagai pengamat musik.
"Dhani itu adaptif, baik dari segi membuat musik atau pun perkembangan bisnis musik." ujar Idhar beberapa waktu lalu.
Sulit bagi Idhar menampik kenyataan bahwa Dhani punya pengaruh besar di perjalanan industri musik Indonesia. Konsistensi Dhani disebut jadi bekal penting Dewa 19 'menaklukkan' Jakarta.
Dhani disebut Idhar pandai mengemas musik. Hal tersebut ia contohkan dengan musik-musik yang diproduksi Dhani bersama Dewa 19 di awal 1990-an.
"Tahun 1990-an itu (industri) condong ke alternatif, melayu mulai muncul, dan ada rock atau slow rock lewat Jamrud atau Boomerang. Nah Dhani bisa bikin musik Dewa yang mencakup itu semua." ujar Idhar.
Dhani dan formasi Awal Dewa 19 (Foto: Aquarius Musikindo)
Penulisan lirik juga jadi satu faktor penting yang membuat Dhani unggul dari sejumlah musisi lainnya. Idhar menangkap kebiasaan Dhani mengutip filsuf Sufi dalam menulis lirik.
Dhani bisa berkompromi dengan idealismenyaIdhar Resmadi - Pengamat Musik
Idhar yang mengaku kagum dengan album Dewa 19 Terbaik Terbaik (1995) menyebut setidaknya Dhani memproduksi lirik yang puitis dan bagus sampai album Bintang Lima (2000).
Dhani dinilai mampu berkompromi dengan idealismenya. Ini tentang bisnis, kesimpulan itu Idhar ambil ketika melihat Dhani mendirikan Republik Cinta Management (RCM).
"Bikin RCM itu kan kelihatan sebagai bentuk adaptasi yang dipaksakan. Ya kayaknya Ahmad Dhani melakukan ini karena gempuran band melayu pop pada masa itu."
Sejak sepuluh tahun lalu Ahmad Dhani memutuskan untuk berhenti berkarya bersama Dewa 19, berbarengan dengan hengkangnya sang vokalis, Once.
Ahmad Dhani kini menyebut Dewa 19 sebagai band nostalgia, yang tugasnya kini hanya menikmati karya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kata 'genius' kerap terucap kala orang ditanya tentang sosok Ahmad Dhani, apalagi bicara soal musik.
"Dhani itu genius. Itu di atasnya pintar," ucap Vina Panduwinata, sebagai musisi yang usianya di atas Dhani.
"Untuk di musik, yang pasti (Ahmad Dhani) jenius," kata Yura Yunita, penyanyi dan penulis lagu yang jauh lebih muda dari Dhani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana kegeniusan Ahmad Dhani diartikan?
Yura melihat detail-detail yang diperhatikan Dhani dalam memproduksi musik sebagai bukti dari predikat genius yang ia semat. Hal itu dialami langsung oleh Yura ketika workshop menyanyikan ulang lagu Dewa 19.
Aransemen lagu Risalah Hati yang akhirnya dinyanyikan oleh Yura digarap langsung oleh sang empunya lagu, Ahmad Dhani.
"Detail instrumennya, kecil-kecil, tidak terasa tapi itu sangat berarti," tutur Yura menggambarkan masa produksi Risalah Hati.
"Ada kayak unsur elektronik kayak Bjork nya gitu juga, ada yang ternyata selalu dipakai oleh Dewa 19" ujar Yura.
Beda dengan Vina Panduwinata yang lebih menyoroti soal prinsip berkesenian. Dhani dinilai bebas dan jujur pada diri sendiri dalam berkarya bersama Dewa 19.
"Jujur banget dalam berkarya. Gue mau bikin ini, bikin itu, apa kata orang terserah." begitu Vina menggambarkan sosok Dhani.
Tak hanya soal musik, kegeniusan Dhani di mata Vina dilengkapi kemampuan Dhani untuk menjalankan bisnis musik.
Dhani seringkali menunjuk sosok komposer senior Addie MS sebagai musisi yang menginspirasinya. Rupanya, Addie MS juga mengaku kagum pada karya-karya Dhani.
Sambil mengisahkan awal pertemuannya dengan Dhani di masa lalu, Addie MS menggunakan lagu sebagai pintu masuk untuk mengelaborasi kekagumannya pada Dhani.
"Lagunya utuh," tutur Addie.
Addie MS tidak melihat lagu-lagu yang diciptakan dan diproduksi Dhani hanya 'menjual' di satu dua bagian saja. Setiap bagian dari musik Dhani diibaratkan sebagai bangunan yang utuh.
"Bagaimana (Dhani) membuat prolog, interlude, intro dan outro."
"Pastinya dia juga melakukan pengarahan pada penyanyi untuk bagaimana menjiwai dan segala macam. Lirik-liriknya juga." tutur Addie.
Dhani disebut dapat mengarahkan penyanyi dengan penjiwaan yang ia harapkan ada pada lagunya. Ia kemudian disebut sebagai musisi yang adaptif, terhadap genre dan terhadap zaman.
Simak makna kegeniusan Dhani oleh pengamat di halaman berikutnya..
Adaptif, Mampu Berkompromi dengan Idealisme
Ahmad Dhani (kedua dari kanan) di masa-masa awal karier musik (Foto: Dok. Ahmad Dhani)
Predikat "adaptif" senada disuarakan Idhar Resmadi sebagai pengamat musik.
"Dhani itu adaptif, baik dari segi membuat musik atau pun perkembangan bisnis musik." ujar Idhar beberapa waktu lalu.
Sulit bagi Idhar menampik kenyataan bahwa Dhani punya pengaruh besar di perjalanan industri musik Indonesia. Konsistensi Dhani disebut jadi bekal penting Dewa 19 'menaklukkan' Jakarta.
Dhani disebut Idhar pandai mengemas musik. Hal tersebut ia contohkan dengan musik-musik yang diproduksi Dhani bersama Dewa 19 di awal 1990-an.
"Tahun 1990-an itu (industri) condong ke alternatif, melayu mulai muncul, dan ada rock atau slow rock lewat Jamrud atau Boomerang. Nah Dhani bisa bikin musik Dewa yang mencakup itu semua." ujar Idhar.
Dhani dan formasi Awal Dewa 19 (Foto: Aquarius Musikindo)
Penulisan lirik juga jadi satu faktor penting yang membuat Dhani unggul dari sejumlah musisi lainnya. Idhar menangkap kebiasaan Dhani mengutip filsuf Sufi dalam menulis lirik.
Dhani bisa berkompromi dengan idealismenyaIdhar Resmadi - Pengamat Musik
Idhar yang mengaku kagum dengan album Dewa 19 Terbaik Terbaik (1995) menyebut setidaknya Dhani memproduksi lirik yang puitis dan bagus sampai album Bintang Lima (2000).
Dhani dinilai mampu berkompromi dengan idealismenya. Ini tentang bisnis, kesimpulan itu Idhar ambil ketika melihat Dhani mendirikan Republik Cinta Management (RCM).
"Bikin RCM itu kan kelihatan sebagai bentuk adaptasi yang dipaksakan. Ya kayaknya Ahmad Dhani melakukan ini karena gempuran band melayu pop pada masa itu."
Sejak sepuluh tahun lalu Ahmad Dhani memutuskan untuk berhenti berkarya bersama Dewa 19, berbarengan dengan hengkangnya sang vokalis, Once.
Ahmad Dhani kini menyebut Dewa 19 sebagai band nostalgia, yang tugasnya kini hanya menikmati karya.