Mengenal Tradisi Pedang Pora di Resepsi Pernikahan Joy Tobing
CNN Indonesia
Senin, 01 Nov 2021 17:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Resepsi pernikahan Joy Tobing bersama Kolonel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Cahyo Pernomo, pada Minggu (30/10) digelar dengan Upacara Pedang Pora. (Foto: Tangkapan Layar Instagram/@joydestinytobing)
Jakarta, CNN Indonesia --
Resepsi pernikahan Joy Tobing bersama Kolonel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Cahyo Permono, digelar pada Minggu (30/10). Resepsi tersebut dimeriahkan dengan Upacara Pedang Pora.
Upacara Pedang Pora adalah tradisi militer yang biasa dilakukan pada pernikahan prajurit militer. Pedang Pora berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang.
Dalam upacara Pedang Pora, rekan-rekan atau adik angkatan sang perwira yang menikah akan berbaris dan merangkai pedang menjadi bentuk gapura.
Upacara Pedang Pora diawali dengan formasi baris saling berhadapan Pasukan Pedang Pora yang terdiri atas 12 perwira berseragam lengkap. Komandan Regu kemudian melapor kepada sang pengantin bahwa pasukan telah siap.
Kedua pengantin berjalan melewati gapura yang terbuat dari susunan pedang. Pasangan pengantin kemudian menyematkan cincin pernikahan di bawah gapura itu. Pakaian seragam Persatuan Istri Tentara (Persit) juga diberikan pada pengantin wanita.
Selanjutnya, Komandan Regu menyerukan perintah Tegak Pedang dan pembacaan puisi. Kemudian, sang pengantin dipersilahkan menuju ke pelaminan.
Upacara Pedang Pora sudah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer. Upacara ini melambangkan solidaritas, persaudaraan, dan permohonan perlindungan pada Tuhan.
Pedang yang membentuk gapura melambangkan sikap dan jiwa ksatria kedua mempelai yang akan selalu siap mengatasi segala rintangan dan menerobos semua hambatan di kehidupan rumah tangga mereka.
Lanjut ke sebelah...
Mengenal Tradisi Pedang Pora di Resepsi Pernikahan Joy Tobing
Resepsi pernikahan Joy Tobing bersama Kolonel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Cahyo Pernomo, pada Minggu (30/10) digelar dengan Upacara Pedang Pora. (Foto: Tangkapan Layar Instagram/@joydestinytobing)
Pedang yang pada dasarnya merupakan senjata memiliki makna pemersatu setiapp anggota TNI AD. Hal itu tertuang dalam jurnal bertajuk Makna Jiwa Korsa Tradisi Pedang Pora dalam Pernikahan Militer karya Anissa Nurul Kurniasari yang terbit pada 2013.
"Pedang yang terhunus ke atas maupun ke bawah sama-sama melambangkan adanya hubungan yang erat antara senior dan junior," tulis Annisa.
"Landasan pertalian persaudaraan dan pernah berada di lembaga pendidikan yang sama mewujudkan rasa jiwa korsa yang solid," tulisnya.
Resepsi pernikahan Joy Tobing dan Cahyo Permono berlangsung pada Minggu (31/10) di gedung Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan.
Resepsi pernikahan mereka dihadiri sejumlah figur publik, di antaranya Regina Ivanona, Nowela, Annisa Pohan, dan Agus Harimurti Yudhoyono.
Joy Tobing resmi menikah dengan Kolonel TNI AD Cahyo Permono pada 25 September lalu. Acara pemberkatan berlangsung di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
"Kami berdua mengucapkan terima kasih kepada Tuhan. Kami sudah menjadi pasangan suami istri. Yang tadinya dua sekarang sudah menjadi satu. Takjub juga dengan apa yang direncanakan dalam pernikahan kami," ujar Joy Tobing seperti diberitakan detikHot, Sabtu (25/9).
Joy mengaku tidak pernah membayangkan akan kembali memiliki pasangan setelah hidup sendiri selama 8 tahun. Ia pun menganggap pernikahan ini sebagai hadiah dari Tuhan.