Losmen Bu Broto yang akan rilis pada Kamis (18/11) merupakan film yang diangkat dari serial hit dari dekade '80-an bertajuk Losmen dan tayang di TVRI. (dok. TVRI via YouTube)
Penggunaan narasi, alur cerita, hingga bahasa yang digunakan dalam serial ini memang amat bercirikan produk hiburan semasa Orde Baru yang mengutamakan kehidupan sehari-hari, seperti keluarga, dan diberi sisipan pengetahuan atau pesan.
Hal yang sama juga bisa ditemukan dalam serial hit TVRI lainnya, A.C.I alias Aku Cinta Indonesia, yang tayang pada 1985 di TVRI.
Kini kisah legendaris Keluarga Broto dalam Losmen diangkat kembali dalam bentuk layar lebar dan digarap oleh Ifa Ifansyah dan Eddie Cahyono. Film ini bertajuk Losmen Bu Broto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam film Losmen Bu Broto, hanya Mathias Muchus yang kembali. Kali ini, ia berperan sebagai Pak Broto menggantikan aktor Mang Udel atau Panji Poernomo Tedjokusumo yang meninggal dunia pada Oktober 2006 silam.
Kisah dalam film pun sedikit dimodifikasi dan berfokus pada konflik antara Sri dengan ibunya, alih-alih keriuhan Keluarga Bu Broto mengelola Losmen.
Dalam konferensi pers pada Kamis (23/9), Ifa maupun Eddi mengatakan cerita dalam film ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Hal itu yang menjadi dasar ketika menggarap film tersebut.
"Kami tidak ingin membuat cerita di film ini sangat Yogya karena kami ingin ini bisa dinikmati secara umum. Jadi kami buat cerita di film ini relate buat semua keluarga di Indonesia cuma berlatar di Yogya," ujar Ifa.
Sehingga, Ifa dan Eddi sangat berhati-hati dalam memperhatikan hal-hal visual yang muncul. Hal tersebut bertujuan pesan tentang rasa kekeluargaan dalam film tersebut bisa dirasakan oleh penonton luas.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pemain termasuk Maudy Koesnaedy juga berharap pesan tentang kehangatan keluarga dalam film Losmen Bu Broto ini dapat ditangkap oleh penonton. Terlebih pengerjaan film ini memakan waktu yang cukup lama.
Film Losmen Bu Broto dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 November 2021.
Losmen Bu Broto yang akan rilis pada Kamis (18/11) merupakan film yang diangkat dari serial hit dari dekade '80-an bertajuk Losmen dan tayang di TVRI. Serial itu adalah kenangan tersendiri bagi penonton
Kisah Losmen sendiri tak jauh berbeda dengan versi film, menyoal kehidupan keseharian Keluarga Broto yang mengelola sebuah losmen atau penginapan bertema Jawa.
Keluarga Broto terdiri dari Bu Broto (Mieke Wijaya), Pak Broto (Mang Udel), Jeng Pur (Ida Leman), Jeng Sri (Dewi Yull), dan Tarjo (Mathias Muchus).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikisahkan, bisnis losmen ini semula berjalan tidak mudah karena persaingan yang sengit antar losmen yang sudah ada lebih dulu. Namun Keluarga Broto tidak menyerah dan berhasil membangun losmen ini.
Losmen Keluarga Broto ini pun akhirnya dikenal di kalangan wisatawan. Bukan hanya karena budayanya yang kental akan suasana Jawa, tetapi juga karena keramahan dan kebersihannya.
Usaha losmen ini dikepalai langsung oleh Bu Broto (Mieke Wijaya). Dengan tangan dinginnya dalam mengelola losmen, usaha penginapan ini pun berjalan dengan baik.
Keunikan losmen ini semakin bertambah dengan karakter-karakter yang membekas di hati penonton. Mulai dari Pak Broto yang gemar bernyanyi keroncong dengan ukulele, hingga Tarjo yang digambarkan sebagai lulusan sarjana yang masih sibuk dengan kegiatan kampus.
Losmen yang dijalankan oleh Keluarga Broto ini memiliki kenangan tersendiri bagi penonton televisi pada masa tersebut. Kisahnya yang menggambarkan keseharian keluarga dianggap terhubung dengan masyarakat kala itu.
Apalagi serial yang digarap oleh Tatiek Maliyati WS dan Wahyu Sihombing ini menyelipkan sejumlah unsur komedi melalui percakapan dan tingkah laku para pemainnya.
Belum lagi sejumlah selipan informasi umum dalam percakapannya, seperti ketika Bu Broto dan timnya mempersiapkan kedatangan tamu dari Jepang dan membahas budaya dari negeri tersebut.
Losmen Bu Broto yang akan rilis pada Kamis (18/11) merupakan film yang diangkat dari serial hit dari dekade '80-an bertajuk Losmen dan tayang di TVRI. (Arsip Paragon Pictures via Twitter)
Penggunaan narasi, alur cerita, hingga bahasa yang digunakan dalam serial ini memang amat bercirikan produk hiburan semasa Orde Baru yang mengutamakan kehidupan sehari-hari, seperti keluarga, dan diberi sisipan pengetahuan atau pesan.
Hal yang sama juga bisa ditemukan dalam serial hit TVRI lainnya, A.C.I alias Aku Cinta Indonesia, yang tayang pada 1985 di TVRI.
Kini kisah legendaris Keluarga Broto dalam Losmen diangkat kembali dalam bentuk layar lebar dan digarap oleh Ifa Ifansyah dan Eddie Cahyono. Film ini bertajuk Losmen Bu Broto.
Dalam film Losmen Bu Broto, hanya Mathias Muchus yang kembali. Kali ini, ia berperan sebagai Pak Broto menggantikan aktor Mang Udel atau Panji Poernomo Tedjokusumo yang meninggal dunia pada Oktober 2006 silam.
Kisah dalam film pun sedikit dimodifikasi dan berfokus pada konflik antara Sri dengan ibunya, alih-alih keriuhan Keluarga Bu Broto mengelola Losmen.
Dalam konferensi pers pada Kamis (23/9), Ifa maupun Eddi mengatakan cerita dalam film ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Hal itu yang menjadi dasar ketika menggarap film tersebut.
"Kami tidak ingin membuat cerita di film ini sangat Yogya karena kami ingin ini bisa dinikmati secara umum. Jadi kami buat cerita di film ini relate buat semua keluarga di Indonesia cuma berlatar di Yogya," ujar Ifa.
Sehingga, Ifa dan Eddi sangat berhati-hati dalam memperhatikan hal-hal visual yang muncul. Hal tersebut bertujuan pesan tentang rasa kekeluargaan dalam film tersebut bisa dirasakan oleh penonton luas.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pemain termasuk Maudy Koesnaedy juga berharap pesan tentang kehangatan keluarga dalam film Losmen Bu Broto ini dapat ditangkap oleh penonton. Terlebih pengerjaan film ini memakan waktu yang cukup lama.
Film Losmen Bu Broto dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 November 2021.