Hal-hal yang Mesti Diketahui Sebelum Tonton Ghostbusters Afterlife
CNN Indonesia
Kamis, 02 Des 2021 20:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sebelum menonton Ghostbusters: Afterlife di bioskop yang telah tayang sejak 1 Desember 2021, sebaiknya simak lebih dulu sejumlah fakta berikut. (Sony Pictures/Kimberly French)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ghostbusters Afterlife resmi tayang di Indonesia pada Rabu (1/12). Film ini menawarkan kisah baru berupa kelanjutan cerita semesta Ghostbusters pada dekade '80-an yang terkenal.
Ghostbusters: Afterlife mengisahkan petualangan kakak-adik, Trevor (Finn Wolfhard) dan Phoebe (Mckenna Grace), usai menemukan peninggalan kakek mereka, Egon Spengler.
Mereka pindah ke rumah milik kakek di tengah kota Summerville yang antah-berantah di Oklahoma. Egon meninggal sepekan sebelumnya dan memberikan warisan berupa rumah itu kepada ibu mereka, Callie (Carrie Coon).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah tersebut, mereka menemukan sejumlah hal yang mengejutkan. Mulai dari rahasia Egon Spengler hingga upaya memperbaiki hubungan antar anggota keluarga.
Namun sebelum menonton Ghostbusters: Afterlife di bioskop yang telah tayang sejak 1 Desember 2021, sebaiknya simak lebih dulu sejumlah fakta berikut.
Ghostbusters Afterlife berlatar 32 tahun setelah Ghostbuster II yang rilis pada 1989. Kisahnya pun masih berhubungan dengan nasib para Ghostbuster asli yang diperankan oleh Bill Murray, Dan Aykroyd, Ernie Hudson, dan Harold Ramis.
Meski begitu, Ghostbusters Afterlife tidak lagi menyoroti keempatnya mengingat Harold Ramis telah tiada pada 2014. Kini kisahnya akan dilanjutkan oleh keturunan dari karakter yang diperankan Harold, Egon Spengler.
Ghostbusters Afterlife juga menyoroti sejumlah kejadian dalam dua film pertama Ghostbusters, terutama pertarungan para pemburu hantu dengan Gozer pada Ghostbusters 1984.
2. Berlokasi di Kota Pedalaman
Bila dua film pertama Ghostbusters berpusat di Manhattan, New York City, kini para pemburu hantu berada di sebuah pedesaan di kota kecil di pedalaman Oklahoma.
Pemindahan lokasi ini mengikuti premis film yang mengisahkan Egon Spengler memiliki rumah di kota bernama Summerville setelah tidak lagi aktif dalam Ghostbusters.
Lokasi cerita Ghostbusters Afterlife juga akan menjawab sejumlah hal selepas Ghostbusters II, seperti nasib tim Ghostbusters, nasib markas mereka di New York, hingga alasan Egon pindah ke kota tersebut.
Sutradara Ghostbusters Afterlife, Jason Reitman memboyong krunya untuk syuting di sejumlah kota kecil di Amerika Serikat dan Kanada. Tim pun membangun sebuah rumah seluas 278 meter persegi di lokasi yang menjadi latar cerita film ini.
3. Peralatan persis Ghostbusters 1984
Tim produksi Ghostbusters: Afterlife memastikan peralatan para pemburu hantu dalam film ini adalah persis seperti di dua film pertama Ghostbusters, terutama proton pack alias set peralatan untuk menangkap hantu.
"Proton pack persis sama dengan proton pack dari 1984," kata penanggung jawab properti, Ben Eadie, dalam catatan produksi Ghostbusters Afterlife yang diterima CNNIndonesia.com.
"Kami menghabiskan banyak waktu untuk memastikan bahwa film ini didasarkan pada versi 1984," lanjutnya.
Ia menyebut senapan penembak laser untuk menangkap hantu yang digunakan dalam film ini juga dibuat persis seperti pada versi 1984.
Eadie mengaku mencari ke berbagai pihak untuk menemukan orang yang membuat pelana mesin itu persis seperti pada versi 1984. Beruntung, mereka menemukan seseorang yang bisa membuatnya kembali.
"Proton pack yang asli memiliki banyak lampu yang akan menyala dalam bentuk lingkaran. Jason, seperti saya ketika kecil, tidak menyadari bahwa lampu-lampu itu berkedip. Ini disebut siklotron," kata Eadie.
lanjut ke sebelah...
4. Hantu Marshmallow dan Terror Dog kembali
Hantu marshmallow ikonis Ghostbusters, The Stay-Puft Marshmallow Man, kembali hadir dalam Ghostbusters: Afterlife. Namun alih-alih berbentuk raksasa dan menyerang kota besar seperti pada film versi 1984, kali ini mereka muncul dalam bentuk kecil.
"Ada hal yang ikonis dan aneh juga luar biasa terkait melihay Stay Puft Marshmallow Man berjalan di jalanan Manhattan," kata Jason Reitman.
"Ketika membuat daftar segalanya yang kami mau lihat di Ghostbusters Afterlife, langsung muncul di benak kami betapa pentingnya Stay Puft pada mitologi ini dan betapa kami ingin melihat sedikit Mini-Puft berjalan-jalan dan menghancurkan benda-benda," lanjutnya.
Selain itu, monster Terror Dog juga kembali. Bentuk kedua monster penting dalam pembangkitan Gozer ini pun persis mirip dengan versi 1984.
Hantu marshmallow ikonis Ghostbusters, The Stay-Puft Marshmallow Man, kembali hadir dalam Ghostbusters: Afterlife. (dok. Columbia Pictures/BRON Studios/Ghostcorps/Sony Pictures Entertainment/The Montecito Picture Company/CTMG via IMDb)
5. Muncher gantikan Slimer
Salah satu karakter hantu ikonis dari Ghostbusters adalah keberadaan hantu melayang yang memakan segalanya dan meninggalkan lendir di mana pun.
Dalam Ghostbusters 1984 dan 1989, hantu jenis ini bernama Slimer dan ia memakan segala makanan yang bisa dimakan. Hantu gembul mengambang berwarna hijau itu juga muncul di sejumlah waralaba Ghostbusters lainnya.
Namun kali ini, Jason Reitman memilih karakter yang agak berbeda. Kini hantu pemakan segala itu bernama Muncher. Hantu ini pun tidak memakan makanan, melainkan segala jenis besi.
Bentuknya juga sedikit berbeda dengan Slimer. Muncher punya bodi lebih bulat, berwarna kebiruan, dengan wajah yang lebih tua dan memiliki tangan berjumlah enam buah.
Ia pun sama seperti Slimer, meninggalkan berbagai lendir pada sisa besi yang tak ia makan dan ketika menembus dinding atau atap.
Jason Reitman memilih karakter yang agak berbeda. Kini hantu pemakan segala itu bernama Muncher. Hantu ini pun tidak memakan makanan, melainkan segala jenis besi. (Courtesy of Sony Pictures)
6. Kejutan dari tim Ghostbuster Asli
Berhubung Ghostbusters Afterlife adalah sekuel resmi dari dua film asli Ghostbusters pada dekade '80-an, kehadiran para pemain asli jelas menjadi hal yang amat dinanti.
Pada trailer yang dirilis pada Juli 2021, tampak sosok penerima telepon yang diduga adalah bagian dari pemain asli Ghostbusters.
Selain itu sebelumya aktor Bill Murray yang memerankan Peter Venkman pada dua film pertama Ghostbusters mengaku ingin kembali tampil karena tertarik dengan skenario film ini.
Bukan hanya Murray, dua rekannya yang bermain dalam dua film pertama Ghostbusters juga akan kembali.
Formasi orisinal Ghostbusters sebenarnya berempat, satu lagi adalah Dr. Egon Spengler yang diperankan Harold Allen Ramis. Ramis yang juga berperan sebagai penulis naskah dua film pertama Ghostbusters meninggal pada Februari 2014 lalu.
Namun Jason Reitman selaku penulis dan juga sutradara berjanji akan ada tribut khusus untuk Ramis yang terlibat dalam penulisan Ghostbusters I dan II.
Ghostbusters Afterlife resmi tayang di Indonesia pada Rabu (1/12). Film ini menawarkan kisah baru berupa kelanjutan cerita semesta Ghostbusters pada dekade '80-an yang terkenal.
Ghostbusters: Afterlife mengisahkan petualangan kakak-adik, Trevor (Finn Wolfhard) dan Phoebe (Mckenna Grace), usai menemukan peninggalan kakek mereka, Egon Spengler.
Mereka pindah ke rumah milik kakek di tengah kota Summerville yang antah-berantah di Oklahoma. Egon meninggal sepekan sebelumnya dan memberikan warisan berupa rumah itu kepada ibu mereka, Callie (Carrie Coon).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah tersebut, mereka menemukan sejumlah hal yang mengejutkan. Mulai dari rahasia Egon Spengler hingga upaya memperbaiki hubungan antar anggota keluarga.
Namun sebelum menonton Ghostbusters: Afterlife di bioskop yang telah tayang sejak 1 Desember 2021, sebaiknya simak lebih dulu sejumlah fakta berikut.
Ghostbusters Afterlife berlatar 32 tahun setelah Ghostbuster II yang rilis pada 1989. Kisahnya pun masih berhubungan dengan nasib para Ghostbuster asli yang diperankan oleh Bill Murray, Dan Aykroyd, Ernie Hudson, dan Harold Ramis.
Meski begitu, Ghostbusters Afterlife tidak lagi menyoroti keempatnya mengingat Harold Ramis telah tiada pada 2014. Kini kisahnya akan dilanjutkan oleh keturunan dari karakter yang diperankan Harold, Egon Spengler.
Ghostbusters Afterlife juga menyoroti sejumlah kejadian dalam dua film pertama Ghostbusters, terutama pertarungan para pemburu hantu dengan Gozer pada Ghostbusters 1984.
2. Berlokasi di Kota Pedalaman
Bila dua film pertama Ghostbusters berpusat di Manhattan, New York City, kini para pemburu hantu berada di sebuah pedesaan di kota kecil di pedalaman Oklahoma.
Pemindahan lokasi ini mengikuti premis film yang mengisahkan Egon Spengler memiliki rumah di kota bernama Summerville setelah tidak lagi aktif dalam Ghostbusters.
Lokasi cerita Ghostbusters Afterlife juga akan menjawab sejumlah hal selepas Ghostbusters II, seperti nasib tim Ghostbusters, nasib markas mereka di New York, hingga alasan Egon pindah ke kota tersebut.
Sutradara Ghostbusters Afterlife, Jason Reitman memboyong krunya untuk syuting di sejumlah kota kecil di Amerika Serikat dan Kanada. Tim pun membangun sebuah rumah seluas 278 meter persegi di lokasi yang menjadi latar cerita film ini.
3. Peralatan persis Ghostbusters 1984
Tim produksi Ghostbusters: Afterlife memastikan peralatan para pemburu hantu dalam film ini adalah persis seperti di dua film pertama Ghostbusters, terutama proton pack alias set peralatan untuk menangkap hantu.
"Proton pack persis sama dengan proton pack dari 1984," kata penanggung jawab properti, Ben Eadie, dalam catatan produksi Ghostbusters Afterlife yang diterima CNNIndonesia.com.
"Kami menghabiskan banyak waktu untuk memastikan bahwa film ini didasarkan pada versi 1984," lanjutnya.
Ia menyebut senapan penembak laser untuk menangkap hantu yang digunakan dalam film ini juga dibuat persis seperti pada versi 1984.
Eadie mengaku mencari ke berbagai pihak untuk menemukan orang yang membuat pelana mesin itu persis seperti pada versi 1984. Beruntung, mereka menemukan seseorang yang bisa membuatnya kembali.
"Proton pack yang asli memiliki banyak lampu yang akan menyala dalam bentuk lingkaran. Jason, seperti saya ketika kecil, tidak menyadari bahwa lampu-lampu itu berkedip. Ini disebut siklotron," kata Eadie.
lanjut ke sebelah...
Hal-hal yang Mesti Diketahui Sebelum Tonton Ghostbusters Afterlife
Ghostbusters: Afterlife mengisahkan petualangan kakak-adik, Trevor (Finn Wolfhard) dan Phoebe (Mckenna Grace), usai menemukan peninggalan kakek mereka, Egon Spengler. (dok. Columbia Pictures/BRON Studios/Ghostcorps/Sony Pictures Entertainment/The Montecito Picture Company/CTMG via IMDb)
4. Hantu Marshmallow dan Terror Dog kembali
Hantu marshmallow ikonis Ghostbusters, The Stay-Puft Marshmallow Man, kembali hadir dalam Ghostbusters: Afterlife. Namun alih-alih berbentuk raksasa dan menyerang kota besar seperti pada film versi 1984, kali ini mereka muncul dalam bentuk kecil.
"Ada hal yang ikonis dan aneh juga luar biasa terkait melihay Stay Puft Marshmallow Man berjalan di jalanan Manhattan," kata Jason Reitman.
"Ketika membuat daftar segalanya yang kami mau lihat di Ghostbusters Afterlife, langsung muncul di benak kami betapa pentingnya Stay Puft pada mitologi ini dan betapa kami ingin melihat sedikit Mini-Puft berjalan-jalan dan menghancurkan benda-benda," lanjutnya.
Selain itu, monster Terror Dog juga kembali. Bentuk kedua monster penting dalam pembangkitan Gozer ini pun persis mirip dengan versi 1984.
Hantu marshmallow ikonis Ghostbusters, The Stay-Puft Marshmallow Man, kembali hadir dalam Ghostbusters: Afterlife. (dok. Columbia Pictures/BRON Studios/Ghostcorps/Sony Pictures Entertainment/The Montecito Picture Company/CTMG via IMDb)
5. Muncher gantikan Slimer
Salah satu karakter hantu ikonis dari Ghostbusters adalah keberadaan hantu melayang yang memakan segalanya dan meninggalkan lendir di mana pun.
Dalam Ghostbusters 1984 dan 1989, hantu jenis ini bernama Slimer dan ia memakan segala makanan yang bisa dimakan. Hantu gembul mengambang berwarna hijau itu juga muncul di sejumlah waralaba Ghostbusters lainnya.
Namun kali ini, Jason Reitman memilih karakter yang agak berbeda. Kini hantu pemakan segala itu bernama Muncher. Hantu ini pun tidak memakan makanan, melainkan segala jenis besi.
Bentuknya juga sedikit berbeda dengan Slimer. Muncher punya bodi lebih bulat, berwarna kebiruan, dengan wajah yang lebih tua dan memiliki tangan berjumlah enam buah.
Ia pun sama seperti Slimer, meninggalkan berbagai lendir pada sisa besi yang tak ia makan dan ketika menembus dinding atau atap.
Jason Reitman memilih karakter yang agak berbeda. Kini hantu pemakan segala itu bernama Muncher. Hantu ini pun tidak memakan makanan, melainkan segala jenis besi. (Courtesy of Sony Pictures)
6. Kejutan dari tim Ghostbuster Asli
Berhubung Ghostbusters Afterlife adalah sekuel resmi dari dua film asli Ghostbusters pada dekade '80-an, kehadiran para pemain asli jelas menjadi hal yang amat dinanti.
Pada trailer yang dirilis pada Juli 2021, tampak sosok penerima telepon yang diduga adalah bagian dari pemain asli Ghostbusters.
Selain itu sebelumya aktor Bill Murray yang memerankan Peter Venkman pada dua film pertama Ghostbusters mengaku ingin kembali tampil karena tertarik dengan skenario film ini.
Bukan hanya Murray, dua rekannya yang bermain dalam dua film pertama Ghostbusters juga akan kembali.
Formasi orisinal Ghostbusters sebenarnya berempat, satu lagi adalah Dr. Egon Spengler yang diperankan Harold Allen Ramis. Ramis yang juga berperan sebagai penulis naskah dua film pertama Ghostbusters meninggal pada Februari 2014 lalu.
Namun Jason Reitman selaku penulis dan juga sutradara berjanji akan ada tribut khusus untuk Ramis yang terlibat dalam penulisan Ghostbusters I dan II.