Aktor Sinetron di Pengungsian Semeru Ikut Minta Maaf
CNN Indonesia
Kamis, 23 Des 2021 10:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
aktor Leo Consul meminta maaf karena terlibat dalam sinetron yang syuting di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru. (Screenshot dari Instagram @consulleo )
Mereka diketahui syuting di lokasi pengungsian korban Semeru di Desa Penanggal, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Video mereka syuting di lokasi tersebut kemudian viral di media sosial beberapa waktu terakhir.
Dalam sejumlah video yang beredar di dunia maya, tampak Tamara Rebecca tengah syuting di antara tenda berlogo Kementerian Sosial dan di antara tenda posko kemanusiaan.
Video syuting yang viral tersebut kemudian menuai kecaman hingga boikot dari netizen ketika sinetron tersebut tayang di sebuah stasiun televisi nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak production house (PH) sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTD), mengklaim telah mengantongi izin untuk melakukan syuting di lokasi pengungsian korban terdampak Semeru.
Line Producer PT Verona Indah Pictures, Dwi Sunarso Lobo yang memproduksi sinetron tersebut mengatakan, izin itu didapat dari Pemda setempat, yakni Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Izin pasti dari Pemda kan, relawan dan sekitarnya" kata Lobo kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/12).
Namun Komandan Pusat Pengendali Operasi Satgas Semeru Mayor Inf Muhammad Tohir menyatakan pihaknya sama sekali tak memberikan izin kepada rumah produksi tersebut.
Menurut Thohir, meski pihak PH telah mengantongi izin dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq, tim produksi sinetron juga harus berkoordinasi dengan dirinya. Pasalnya, dia adalah aparatur yang diberi tanggungjawab untuk melakukan penanganan di wilayah terdampak erupsi.
"Saya menerima info itu ACC persetujuan pak bupati. Dalam disposisinya disetujui tapi harus berkoordinasi atau melapor ke Dansatgas," kata Tohir, Rabu (22/12).
Setelah aktris Rebecca Tamara, kini giliran aktor Leo Consul meminta maaf karena terlibat dalam sinetron yang syuting di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM).
"Permintaan maaf tulus saya. Tujuan saya di sini bukan untuk membela diri tapi hanya untuk benar-benar meminta maaf sebesar-besarnya," tulis aktor asal Filipina tersebut dalam keterangan yang diunggah di Instagram, Rabu (22/12).
"Tidak ada yang melihat betapa hancurnya hati saya saat saya melihat korban-korban di sana yang terdampar di keadaan yang sangat menyedihkan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menangis di dalam hati ketika saya berdoa karena saya percaya tidak ada yang harus melihat itu. Saya harap satu kesalahan tidak akan mengabaikan niat saya yang sebenarnya," katanya dalam bahasa Inggris.
Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, Leo Consul kembali meminta maaf karena syuting sinetron dinilai tidak beretika dan memikirkan kondisi juga situasi yang merupakan musibah.
"Saya harusnya lebih teliti dalam menilai situasi dan kondisi. Saya tahu permintaan maaf saya ini tidak bisa menebus kesalahan saya, tapi ini adalah kewajiban moral saya untuk bersuara atas rasa sakit yang telah saya timbulkan," tulis Consul.
"Saya mendoakan hanya yang terbaik untuk para korban, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Tuhan YME. Saya bersama korban Gunung Semeru." katanya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Leo Consul untuk mengutip pernyataan tersebut.
Selain Leo Consul, kejadian ini juga melibatkan aktris Rebecca Tamara yang menjadi lawan main Leo dalam sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM).
Mereka diketahui syuting di lokasi pengungsian korban Semeru di Desa Penanggal, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Video mereka syuting di lokasi tersebut kemudian viral di media sosial beberapa waktu terakhir.
Dalam sejumlah video yang beredar di dunia maya, tampak Tamara Rebecca tengah syuting di antara tenda berlogo Kementerian Sosial dan di antara tenda posko kemanusiaan.
Video syuting yang viral tersebut kemudian menuai kecaman hingga boikot dari netizen ketika sinetron tersebut tayang di sebuah stasiun televisi nasional.
Pihak production house (PH) sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTD), mengklaim telah mengantongi izin untuk melakukan syuting di lokasi pengungsian korban terdampak Semeru.
Line Producer PT Verona Indah Pictures, Dwi Sunarso Lobo yang memproduksi sinetron tersebut mengatakan, izin itu didapat dari Pemda setempat, yakni Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Izin pasti dari Pemda kan, relawan dan sekitarnya" kata Lobo kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/12).
Namun Komandan Pusat Pengendali Operasi Satgas Semeru Mayor Inf Muhammad Tohir menyatakan pihaknya sama sekali tak memberikan izin kepada rumah produksi tersebut.
Menurut Thohir, meski pihak PH telah mengantongi izin dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq, tim produksi sinetron juga harus berkoordinasi dengan dirinya. Pasalnya, dia adalah aparatur yang diberi tanggungjawab untuk melakukan penanganan di wilayah terdampak erupsi.
"Saya menerima info itu ACC persetujuan pak bupati. Dalam disposisinya disetujui tapi harus berkoordinasi atau melapor ke Dansatgas," kata Tohir, Rabu (22/12).