Menteri Kebudayaan Ukraina Kritik Keras Emily in Paris 2
CNN Indonesia
Selasa, 04 Jan 2022 13:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengkritik Emily in Paris 2 atas penggambaran karakter asal Ukraina. Foto: (STEPHANIE BRANCHU/NETFLIX/STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengkritik Emily in Paris 2 atas penggambaran salah satu karakternya. Dalam musim terbaru Emily in Paris, serial itu menghadirkan Petra, karakter pendukung yang digambarkan berasal dari Ukraina.
"Dalam Emily in Paris kami mendapatkan penggambaran wanita Ukraina yang tidak dapat diterima dan juga ofensif. Akankah orang Ukraina terlihat seperti itu di luar negeri?" tulis Oleksandr Tkachenko di saluran Telegram seperti dilansir CNN, Senin (3/1).
"Siapa yang mencuri dan ingin mendapatkan semuanya gratis? Siapa yang takut dengan deportasi? Seharusnya tidak seperti itu," tulisnya dua hari setelah Emily in Paris 2 tayang di Netflix.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleksandr Tkachenko mengatakan telah mengikuti Emily in Paris sejak musim pertama. Ia menilai musim pertama serial itu merupakan hiburan yang baik. Namun, ia kini memiliki catatan untuk Emily in Paris 2.
"Netflix sangat mengenal Ukraina, seperti sebagian besar pengambilan gambar jalanan Paris dalam film The Last Mercenary dilakukan di Kiev," tuturnya.
Ia juga mengatakan Eropa dan Amerika juga telah mendengar banyak artis, pelaku seni, bahkan atlet Ukraina selama ini, mulai dari konduktor Oksana Lyniv, pemain tenis Elina Svitolina, penyanyi Jamala, desainer Vita Kin.
Hal tersebut disampaikan sebagai kritik dan upaya melawan stereotip dunia terhadap warga Ukraina selama ini.
"Dan kita harus terus melawan stereotip. Karena jika di tahun 90-an dan 2000-an orang Ukraina kebanyakan digambarkan sebagai gangster, seiring waktu itu telah berubah."
Dalam Emily in Paris 2, Emily (Lily Collins) digambarkan memiliki permasalahan baru, terutama dengan sahabatnya Camille (Camille Razat). Hal itu membuatnya bertekad melancarkan bahasa Prancisnya.
Sayangnya, Emily tak bisa naik tingkat di tempat les bahasa Prancis. Ia harus mengulang level pemula dengan orang-orang baru karena rekan kelas sebelumnya telah naik ke level selanjutnya.
Di kelas itu, ia bertemu Petra (Daria Panchenko) dari Ukraina yang menjadi teman sekelompoknya. Awalnya, Emily bersenang-senang dengan Petra karena ingin melancarkan bahasa Prancis.
Emily (Lily Collins) bertemu Petra (Daria Panchenko) asal Ukraina di kelas bahasa Prancis dalam Emily in Paris 2. Foto: (STEPHANIE BRANCHU/NETFLIX/STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX).
Kendati demikian, kesenangan itu berubah ketika Petra mengajaknya berbelanja bersama. Usai mencoba baju, Petra menarik Emily keluar dari toko tanpa membayarnya terlebih dahulu.
Emily terlihat kesal dengan hal itu. Petra pun ditampilkan seperti tidak menyesal mencuri pakaian dari mal sebelum berlari ke jalanan di Paris.
Lanjut ke sebelah...
Pada musim sebelumnya, Emily in Paris mendapat komplain dari orang-orang Prancis karena menilai serial itu begitu klise dalam menggambarkan Paris dan para penduduknya.
Kreator serial Emily in Paris, Darren Star, pada Mei 2921 menjelaskan bahwa musim kedua serial tersebut akan menyajikan kebudayaan Prancis dengan lebih baik dari sudut pandang Emily Cooper.
Namun di musim terbaru, selain Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko, Emily in Paris 2 juga dikritik netizen Inggris atas penggambaran karakter Alfie (Lucien Laviscount).
Lucien Laviscount sebagai Alfie (kanan) dalam Emily in Paris 2 yang dinilai sangat mirip dengan stereotip laki-laki Inggris. Foto: (STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX/STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX)
Alfie merupakan bankir yang tiba di Paris dan menjadi kekasih baru Emily di musim kedua. Laki-laki itu digambarkan begitu kaku, terkesan 'anti' hal-hal berbau Prancis, dan stereotip mencintai pub begitu melekat padanya.
"Saya benci cara mereka menampilkan Alfie di Emily in Paris. Orang Inggris tidak akan pernah se-cringe itu," cuit netizen.
"Alfie di Emily in Paris benar-benar streotip laki-laki Inggris yang suka ke pub," cuit netizen yang lain.
Meski kerap dikritik, Emily in Paris tetap berhasil mendapatkan banyak penonton. Musim pertama serial nominasi Emmy itu telah disaksikan lebih dari 58 juta akun pada empat pekan pertamanya.
Hal itu membuatnya menjadi serial komedi terlaris di Netflix pada 2020.
Sedangkan Emily in Paris 2 memiliki delapan episode yang tayang sekaligus pada 22 Desember 2021 di Netflix.
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengkritik Emily in Paris 2 atas penggambaran salah satu karakternya. Dalam musim terbaru Emily in Paris, serial itu menghadirkan Petra, karakter pendukung yang digambarkan berasal dari Ukraina.
"Dalam Emily in Paris kami mendapatkan penggambaran wanita Ukraina yang tidak dapat diterima dan juga ofensif. Akankah orang Ukraina terlihat seperti itu di luar negeri?" tulis Oleksandr Tkachenko di saluran Telegram seperti dilansir CNN, Senin (3/1).
"Siapa yang mencuri dan ingin mendapatkan semuanya gratis? Siapa yang takut dengan deportasi? Seharusnya tidak seperti itu," tulisnya dua hari setelah Emily in Paris 2 tayang di Netflix.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleksandr Tkachenko mengatakan telah mengikuti Emily in Paris sejak musim pertama. Ia menilai musim pertama serial itu merupakan hiburan yang baik. Namun, ia kini memiliki catatan untuk Emily in Paris 2.
"Netflix sangat mengenal Ukraina, seperti sebagian besar pengambilan gambar jalanan Paris dalam film The Last Mercenary dilakukan di Kiev," tuturnya.
Ia juga mengatakan Eropa dan Amerika juga telah mendengar banyak artis, pelaku seni, bahkan atlet Ukraina selama ini, mulai dari konduktor Oksana Lyniv, pemain tenis Elina Svitolina, penyanyi Jamala, desainer Vita Kin.
Hal tersebut disampaikan sebagai kritik dan upaya melawan stereotip dunia terhadap warga Ukraina selama ini.
"Dan kita harus terus melawan stereotip. Karena jika di tahun 90-an dan 2000-an orang Ukraina kebanyakan digambarkan sebagai gangster, seiring waktu itu telah berubah."
Dalam Emily in Paris 2, Emily (Lily Collins) digambarkan memiliki permasalahan baru, terutama dengan sahabatnya Camille (Camille Razat). Hal itu membuatnya bertekad melancarkan bahasa Prancisnya.
Sayangnya, Emily tak bisa naik tingkat di tempat les bahasa Prancis. Ia harus mengulang level pemula dengan orang-orang baru karena rekan kelas sebelumnya telah naik ke level selanjutnya.
Di kelas itu, ia bertemu Petra (Daria Panchenko) dari Ukraina yang menjadi teman sekelompoknya. Awalnya, Emily bersenang-senang dengan Petra karena ingin melancarkan bahasa Prancis.
Emily (Lily Collins) bertemu Petra (Daria Panchenko) asal Ukraina di kelas bahasa Prancis dalam Emily in Paris 2. Foto: (STEPHANIE BRANCHU/NETFLIX/STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX).
Kendati demikian, kesenangan itu berubah ketika Petra mengajaknya berbelanja bersama. Usai mencoba baju, Petra menarik Emily keluar dari toko tanpa membayarnya terlebih dahulu.
Emily terlihat kesal dengan hal itu. Petra pun ditampilkan seperti tidak menyesal mencuri pakaian dari mal sebelum berlari ke jalanan di Paris.
Lanjut ke sebelah...
Kritikan Tiap Musim Emily in Paris
Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengkritik Emily in Paris 2 atas penggambaran karakter asal Ukraina. Foto: (STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX/STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX)
Pada musim sebelumnya, Emily in Paris mendapat komplain dari orang-orang Prancis karena menilai serial itu begitu klise dalam menggambarkan Paris dan para penduduknya.
Kreator serial Emily in Paris, Darren Star, pada Mei 2921 menjelaskan bahwa musim kedua serial tersebut akan menyajikan kebudayaan Prancis dengan lebih baik dari sudut pandang Emily Cooper.
Namun di musim terbaru, selain Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko, Emily in Paris 2 juga dikritik netizen Inggris atas penggambaran karakter Alfie (Lucien Laviscount).
Lucien Laviscount sebagai Alfie (kanan) dalam Emily in Paris 2 yang dinilai sangat mirip dengan stereotip laki-laki Inggris. Foto: (STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX/STÉPHANIE BRANCHU/NETFLIX)
Alfie merupakan bankir yang tiba di Paris dan menjadi kekasih baru Emily di musim kedua. Laki-laki itu digambarkan begitu kaku, terkesan 'anti' hal-hal berbau Prancis, dan stereotip mencintai pub begitu melekat padanya.
"Saya benci cara mereka menampilkan Alfie di Emily in Paris. Orang Inggris tidak akan pernah se-cringe itu," cuit netizen.
"Alfie di Emily in Paris benar-benar streotip laki-laki Inggris yang suka ke pub," cuit netizen yang lain.
Meski kerap dikritik, Emily in Paris tetap berhasil mendapatkan banyak penonton. Musim pertama serial nominasi Emmy itu telah disaksikan lebih dari 58 juta akun pada empat pekan pertamanya.
Hal itu membuatnya menjadi serial komedi terlaris di Netflix pada 2020.
Sedangkan Emily in Paris 2 memiliki delapan episode yang tayang sekaligus pada 22 Desember 2021 di Netflix.