Review: Harry Potter 20th Anniversary Return to Hogwarts

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 07 Jan 2022 20:00 WIB
Review Return to Hogwarts: sesi ini momentum penggemar Harry Potter yang mungkin sudah dewasa untuk kembali mengenang tayangan favorit semasa kecil dan remaja. Review Return to Hogwarts: film ini momentum penggemar Harry Potter yang mungkin sudah dewasa untuk kembali mengenang tayangan favorit semasa kecil dan remaja. (dok. HBO Max via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warner Bros. tampak sudah memiliki resep menghidupkan kembali tayangan legendaris, dan lebih berpeluang untuk diterima publik dibanding membuat versi reboot: sesi reuni.

Hal itu terlihat dari sesi reuni terbaru yang ditayangkan oleh Warner Bros. melalui HBO Max, Harry Potter 20th Anniversary Return to Hogwarts. Sebelum Return to Hogwarts, HBO Max merilis The Fresh Prince of Bel-Air Reunion pada 2020 dan Friends: The Reunion pada 2021.

Untuk Return to Hogwarts, acara reuni untuk penggemar Harry Potter ini tayang kurang dari setahun setelah Friends The Reunion yang rilis pada Mei 2021. Selang waktu yang mirip juga terjadi antara Friends The Reunion dengan The Fresh Prince of Bel-Air Reunion yang rilis pada November 2020.

Selayaknya dua sesi reuni tersebut, Return to Hogwarts adalah momentum penggemar Harry Potter yang mungkin kini sudah berkepala tiga dan memiliki anak, untuk kembali mengenang tayangan favorit mereka semasa anak-anak dan remaja dulu.

Suasana nostalgia jelas terasa dari Return to Hogwarts. Formulanya pun sama dengan Friends The Reunion dan The Fresh Prince of Bel-Air Reunion: mengundang pemain asli untuk datang ke lokasi syuting yang sama atau minimal diatur mirip dengan set aslinya.

Ditambah dengan obrolan antar pemain mengenang masa lalu dan dampak tayangan itu pada mereka, jelas akan memberikan sesi nostalgia tersendiri bukan hanya kepada para pemain melainkan juga penggemar.

Harry Potter 20th Anniversary Return to HogwartsReview Return to Hogwarts: film ini momentum penggemar Harry Potter yang mungkin sudah dewasa untuk kembali mengenang tayangan favorit semasa kecil dan remaja.: (dok. HBO Max via YouTube)

Dampak yang sama juga masih terasa melalui Return to Hogwarts. Beberapa informasi memang sudah akrab bagi penggemar. Namun ada juga sejumlah informasi yang sebelumnya tak pernah dibayangkan oleh Potterhead, setidaknya oleh saya yang terbilang dulu pernah 'halu' menjadi bagian dari sekolah sihir itu.

Namun dibanding Friends The Reunion, Return to Hogwarts memiliki eksekusi yang lebih baik. Setidaknya, tidak ada tiba-tiba sesi runway kostum macam Halloween dari artis-artis yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan cerita tayangan itu.

Return to Hogwarts juga lebih fokus pada para pemain dan kru, dan dibuat seolah obrolan kawan lama serta pengakuan ala-ala reality show. Dengan sebagian besar obrolan dipandu oleh Daniel Radcliffe, obrolan para pemain dan kru jelas terasa lebih santai dan intim.

Alur nostalgia itu pun dibuat lebih rapi dengan pembagian babak-babak yang menggambarkan sejumlah momen penting dari dunia Harry Potter. Momen-momen emosional juga jelas terlihat disiapkan dan diatur sebaik mungkin.

lanjut ke sebelah...

[Gambas:Youtube]



Review: Harry Potter 20th Anniversary Return to Hogwarts

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER