Jakarta, CNN Indonesia -- Spotify menutup kantor yang berbasis di Rusia serta berupaya menghapus media-media di dalamnya yang didukung Kremlin. Keputusan itu diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Ukraina yang diserang Rusia sejak Kamis (24/2).
Berdasarkan keterangan juru bicara perusahaan tersebut, kantor Spotify Rusia akan ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Mereka juga bakal mendukung komunitas global karyawan Ukraina mereka.
"Kami telah menutup kantor kami di Rusia tanpa batas waktu dan kami memberikan dukungan individu kepada personel kami serta komunitas global karyawan Ukraina kami," kata Spotify seperti dilansir The Wrap, Rabu (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menutup kantor di Rusia, Spotify dengan jelas menyatakan tidak bakal menonaktifkan layanan mereka di negara tersebut. Hal itu guna tetap memberikan informasi global kepada penduduk Rusia.
Demi hal tersebut, mereka meluncurkan panduan bagi pengguna untuk mengakses platform berita terpercaya.
Di sisi lain, platform tersebut telah menghapus konten dari Sputnik di Uni Eropa dan banyak kawasan lainnya. Hal itu sejalan dengan peninjauan ribuan konten sejak Rusia menginvasi Ukraina.
Sebelumnya, Rusia juga mendapatkan 'sanksi' dalam industri hiburan usai meluncurkan serangan militer ke Ukraina.
Salah satunya adalah Netflix telah menghentikan sementara semua proyek produksi film hingga serial di Rusia sebagai dampak atas invasi Moskow ke Ukraina sejak 24 Februari lalu.
Netflix memiliki empat serial televisi berbahasa Rusia dalam produksi dan pascaproduksi, termasuk "Zato", sebuah drama yang menceritakan seorang detektif.
Layanan streaming asal AS itu juga tidak memiliki rencana memasukkan siaran saluran televisi negara Rusia, meskipun ada peraturan yang mengharuskan platform itu mendistribusikan saluran yang didukung negara.
Beberapa rumah produksi juga menunda penayangan film-film terbaru mereka, seperti The Batman (Warner Bros.), Turning Red (Walt Disney), Morbius (Sony Pictures), dan masih banyak lagi.
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan Lengkap Spotify Tutup Kantor di Rusia
Spotify menutup kantor yang berbasis di Rusia serta berupaya menghapus media-media di dalamnya yang didukung Kremlin. Foto: (Dok. Spotify)
Berikut pernyataan lengkap Spotify mengenai tutup kantor di Rusia imbas invasi ke Ukraina.
"Kami sangat terkejut dan sedih dengan serangan tak beralasan di Ukraina.
Prioritas pertama kami selama seminggu terakhir adalah keselamatan karyawan kami dan untuk memastikan Spotify terus berfungsi sebagai sumber penting berita global dan regional pada saat akses ke informasi lebih penting dari sebelumnya.
Menanggapi krisis, kami telah mengambil beberapa langkah.
Kami telah menutup kantor kami di Rusia tanpa batas waktu dan kami memberikan dukungan individu kepada personel di wilayah tersebut serta komunitas global karyawan Ukraina kami.
Tim kami telah meninjau ribuan konten sejak awal perang, dan telah membatasi kemampuan untuk menemukan acara yang dimiliki dan dioperasikan media yang berafiliasi dengan pemerintah Rusia.
Awal minggu ini, kami juga mengambil langkah tambahan untuk menghapus semua konten RT dan Sputnik dari Spotify di Uni Eropa dan pasar lainnya.
Hari ini (2/3), kami meluncurkan panduan global di platform Spotify untuk memberikan berita tepercaya kepada pengguna kami di seluruh dunia.
Kami pikir sangat penting untuk mencoba menjaga layanan kami tetap beroperasi di Rusia untuk memungkinkan aliran informasi global
Karyawan kami di seluruh dunia berkomitmen membantu orang-orang yang terkena dampak perang di Ukraina dan kami mencocokkan sumbangan mereka dua banding satu untuk mendukung upaya kemanusiaan lokal.
Kami sedang menjajaki langkah-langkah tambahan yang dapat kami ambil dan akan terus melakukan apa yang terbaik bagi karyawan dan pendengar kami.
Juru Bicara Spotify."