Jakarta, CNN Indonesia -- Elemen menarik dari film animasi Turning Red adalah adanya ragam unsur budaya China yang ditampilkan dalam cerita. Salah satunya adalah kuil China yang menjadi tempat tinggal Meilin 'Mei' Lee bersama keluarganya.
Kuil tersebut merupakan peninggalan leluhur keluarga Lee dan terletak di kawasan Chinatown di Toronto, Kanada. Untuk menggambarkannya, kru film melakukan riset mendalam ke berbagai tempat.
Para kru film pergi ke California untuk mengunjungi Museum Asia San Francisco, Amerika Serikat. Saat berada di California, sutradara Domee Shi dan para kru juga mengunjungi kuil-kuil bersejarah yang dibangun oleh pemukim China terdahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu bertujuan untuk merasakan langsung seperti apa kuil-kuil yang ditinggali oleh masyarakat Tionghoa di luar China.
"Keaslian budaya sangat penting bagi kami," kata Domee Shi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com.
"Kami melakukan beberapa perjalanan ke kuil bersejarah di California yang dibangun oleh pemukim China terdahulu hanya untuk merasakan seperti apa kuil-kuil di masyarakat akar rumput," sambungnya.
Wilayah lain yang didatangi adalah dua jalan yang menjadi kawasan Chinatown di Toronto. Mereka berkolaborasi dengan Arlene Chan, penulis dan sejarawan China-Kanada yang dibesarkan di kawasan Chinatown.
Bersama Arlene Chan, para kru menganalisis elemen-elemen penting yang ada di Chinatown. Sebut saja lampion merah yang menghiasi jalanan hingga benda-benda yang ada di kuil dan penempatannya.
"[Kami membahas] lokasi di Chinatown, termasuk tempat ikonis; altar [kuil] dan benda-bendanya seperti buah, minyak, lilin, sumpit, cangkir teh, dan dupa; penempatan foto dan donatur nama; peran penjaga candi; dan potret dan pakaian leluhur," kata Chan.
Desain rumah keluarga Mei Lee lanjut ke sebelah...
Inspirasi Kediaman Keluarga Lee
Para kru film Turning Red terbang ke California untuk melakukan riset mendalam tentang budaya China. (Foto: PIXAR/Pixar)
Hasil riset sejumlah kuil di California hingga kawasan Chinatown di Toronto diadaptasi sedemikian rupa dalam Turning Red. Para seniman yang menggarap grafis lokasi Turning Red turut membuat kediaman keluarga Lee yang terinspirasi dari Siheyuan, gaya arsitektur China bersejarah.
Dalam pembuatannya, mereka juga melakukan beberapa penyesuaian. Salah satunya dengan membuat kuil yang terlihat lebih tua dari rumah Lee.
"Kami membuat kuil agar terlihat sedikit lebih tua dari rumah," kata Rona Liu, desainer produksi Turning Red.
"Kami merasa rumah itu mungkin dibangun setelahnya," lanjutnya.
Mei Lee dan keluarganya merupakan peranakan China yang tinggal di Toronto, sama seperti Domee Shi. Kota ini ditampilkan dengan visual yang lebih berwarna dengan tetap mengadaptasi bagian-bagian penting, seperti bangunan ikonis.
"Ini seperti membuat lukisan. Anda memilih hal-hal yang paling penting," ungkap pengarah seni Kristian Norelius. "Kami ingin menampilkan CN Tower dengan SkyDome, itu tampilan yang sangat ikonis."
Visual Toronto yang disulap menjadi lebih berwarna itu dilakukan untuk menggambarkan imajinasi Mei Lee, seorang remaja berusia 13 tahun yang segar dan penuh warna.
Turning Red mengisahkan Meilin Lee alias Mei (Rosalie Chiang) yang dihadapkan dengan sebuah dilema. Antara tetap menjadi anak yang patuh atau menjalani kehidupan remaja yang bebas tanpa kendali.
Dilema itu semakin bertambah ketika suatu hari Mei berubah menjadi panda merah raksasa karena emosinya terlalu meluap.
Film ini menjadi debut film panjang sutradara Domee Shi, yang juga menulis skenario bersama dengan Julia Cho. Domee Shi sebelumnya menggarap film pendek animasi berjudul Bao pada 2018. Film itu berhasil meraih piala Oscar untuk kategori Best Animated Short Film.
Turning Red tayang mulai 11 Maret di Disney+ Hotstar.
[Gambas:Youtube]