Jalan Panjang 'Maverick' untuk Muncul Jadi Sekuel Top Gun
CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mei 2022 19:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Perjalanan Top Gun: Maverick untuk bisa diwujudkan menjadi film adalah sebuah cerita yang butuh waktu puluhan tahun. (Dok. Paramount Pictures via youtube)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perjalanan sekuel Top Gununtuk bisa diwujudkan menjadi film yang kini bertajuk Maverick bukan hanya berjarak puluhan tahun dari seri pertama, bahkan butuh sedekade untuk mewujudkan gagasan ini.
Ide awal untuk membuat sekuel Top Gun (1986) adalah pada 2010 saat Paramount Pictures mengumumkan akan membuat sekuel film yang dibintangi Tom Cruise tersebut.
Pada saat itu, Cruise dan Val Kilmer akan kembali memerankan peran ikonis mereka. Sementara produser Jerry Bruckheimer dan sutradara Tony Scott akan kembali memerankan posisi mereka pula.
"Ketika kami pertama kali memulai bekerja untuk ini [sekuel], saya mengatakan ke Tony, 'kita harus menonton Top Gun. Kau, saya, dan Jerry akan menyaksikan film pertama," kata Tom Cruise dalam catatan produksi yang diterima CNNIndonesia.com.
"Kita semua mengira kita tahu apa itu Top Gun. Mari menyaksikannya bersama. Kita harus kembali mundur dan melihatnya. Merasakannya," lanjut Cruise.
Mereka pun menyaksikan kembali film Top Gun pada 2010. Selepas menonton, Tom Cruise merasa bahwa Top Gun bukan hanya sekadar film fantasi atau hiburan seperti yang dilihat banyak orang.
Bagi Cruise, Top Gun mengisahkan seorang pria dengan nasib yang begitu malang.
'Top Gun' (1986). Bagi Cruise, Top Gun mengisahkan seorang pria dengan nasib yang begitu malang. (Dok. Paramount Pictures via imdb.com)
Maverick, karakter yang Tom Cruise mainkan, kehilangan ayahnya, dikhianati dan diasingkan, gagal masuk Akademi Angkatan Laut, teman-temannya meninggal, agresif, dan amat berjuang keras masuk Top Gun.
"Ada drama serius di balik film ini. Dia di sana untuk mengalahkan Iceman dan semuanya. Dia di sana untuk mengalahkan AL," kata Cruise.
Naskah sekuel Top Gun pun digarap hingga menghasilkan draft pertama oleh Peter Craig dan Justin Marks. Namun pada 2012, sutradara Tony Scott meninggal akibat bunuh diri. Sejak saat itu, ide sekuel Top Gun pun terkubur.
"Ini lucu, selama bertahun-tahun, orang akan datang dan mulai menggagas [ide sekuel] dan saya bilang: itu bukan Top Gun," kata Cruise.
Hingga pada 2018, sutradara Joseph Kosinski berusaha mewujudkan impian masa kecilnya, yaitu menghidupkan kembali Maverick.
Bagi Kosinski, Top Gun bukan hanya sekadar film bertema militer. Ia yang pertama kali menyaksikan film itu pada usia 12 tahun, menilai Top Gun sebagai inspirasi besarnya.
Bahkan, gara-gara Top Gun, Kosinski belajar soal kedirgantaraan dan teknik mesin di Stanford University sebelum akhirnya pindah gigi dan banting setir ke dunia film.
"Top Gun, dalam sejumlah aspek, adalah fantasi," kata Kosinski dalam catatan produksi yang diterima CNNIndonesia.com.
Ia menyebut banyak hal yang amat ia cintai dari film pertama Top Gun, mulai dari pencahayaan matahari, bermain voli di pantai, hingga kotak jukebox.
Lanjut ke sebelah...
"Film pertama itu indah banget. Tony membuat sebuah blockbuster, tapi dia membuatnya seperti film seni. Pencahayaan, filter gradasi, framing," katanya.
Hingga kemudian, ia memberanikan diri untuk mendatangi Tom Cruise di Paris pada 2018. Kala itu, Cruise sedang syuting Mission: Impossible-Fallout. Kepergian Kosinski adalah untuk membujuk bintang itu menerima idenya atas sekuel Top Gun.
Kosinski menyadari ia perlu strategi untuk memenangkan hati Tom Cruise. Ia pun berbincang selama 20 menit dengan aktor tersebut untuk membahas gagasannya. Kosinski menyebut, hanya perlu dua persyaratan untuk bisa meluluhkan hati Tom Cruise soal Top Gun.
"Pertama, ceritanya harus punya emosi mendalam. Dua, filmnya harus di-shoot secara praktikal," kata Kosinski.
Ada beberapa hal pula yang menjadi nilai dasar dari Top Gun yang tak bisa dihilangkan, seperti "jangan pernah tinggalkan wingman mu" yang mana dunia wingman berkutat dengan persaudaraan, persahabatan, dan kesetiaan.
Namun pada saat yang sama, kata Kosinski, dirinya menawarkan kisah baru. Kisah berupa keberlanjutan kehidupan Maverick yang dibawa ke era saat ini.
Ketika akhirnya ide Kosinski diterima, sejumlah perubahan mesti dilakukan pada draft pertama yang sudah ada sebelumnya. Kali ini, naskah digarap oleh Ehren Kruger, Eric Warren Singer, dan Christopher McQuarrie.
Momen produksi menjadi kesempatan Kosinski mewujudkan imajinya dan memadukan gairahnya akan Top Gun.
Adegan pertama yang diambil Kosinski untuk Top Gun Maverick adalah saat Tom Cruise mengendarai kencang motor Kawasakinya, mengenakan jaket kulit Maverick dan kacamata hitam Aviator, melalui landasan pacu pesawat dan disinari cahaya matahari sore khas Tony Scott.
"Ada hari-hari, seperti di landasan pacu dengan Tom, motor, dan jet, dan saya mencubit diri saya sendiri [untuk meyakinkan itu nyata]." katanya.
Ketika diproduksi pun, film ini mengalami sejumlah penundaan. Semula, Top Gun Maverick dijadwalkan rilis pada 2019. Namun kemudian ditunda demi memberikan ruang Kosinski memiliki gambar lebih ciamik.
Akan tetapi, film ini kemudian ditunda lagi karena pandemi Covid-19 selama 2020-2021, hingga akhirnya bisa dirilis pada Mei 2022 atau 36 tahun setelah Top Gun (1986).
Perjalanan sekuel Top Gununtuk bisa diwujudkan menjadi film yang kini bertajuk Maverick bukan hanya berjarak puluhan tahun dari seri pertama, bahkan butuh sedekade untuk mewujudkan gagasan ini.
Ide awal untuk membuat sekuel Top Gun (1986) adalah pada 2010 saat Paramount Pictures mengumumkan akan membuat sekuel film yang dibintangi Tom Cruise tersebut.
Pada saat itu, Cruise dan Val Kilmer akan kembali memerankan peran ikonis mereka. Sementara produser Jerry Bruckheimer dan sutradara Tony Scott akan kembali memerankan posisi mereka pula.
"Ketika kami pertama kali memulai bekerja untuk ini [sekuel], saya mengatakan ke Tony, 'kita harus menonton Top Gun. Kau, saya, dan Jerry akan menyaksikan film pertama," kata Tom Cruise dalam catatan produksi yang diterima CNNIndonesia.com.
"Kita semua mengira kita tahu apa itu Top Gun. Mari menyaksikannya bersama. Kita harus kembali mundur dan melihatnya. Merasakannya," lanjut Cruise.
Mereka pun menyaksikan kembali film Top Gun pada 2010. Selepas menonton, Tom Cruise merasa bahwa Top Gun bukan hanya sekadar film fantasi atau hiburan seperti yang dilihat banyak orang.
Bagi Cruise, Top Gun mengisahkan seorang pria dengan nasib yang begitu malang.
'Top Gun' (1986). Bagi Cruise, Top Gun mengisahkan seorang pria dengan nasib yang begitu malang. (Dok. Paramount Pictures via imdb.com)
Maverick, karakter yang Tom Cruise mainkan, kehilangan ayahnya, dikhianati dan diasingkan, gagal masuk Akademi Angkatan Laut, teman-temannya meninggal, agresif, dan amat berjuang keras masuk Top Gun.
"Ada drama serius di balik film ini. Dia di sana untuk mengalahkan Iceman dan semuanya. Dia di sana untuk mengalahkan AL," kata Cruise.
Naskah sekuel Top Gun pun digarap hingga menghasilkan draft pertama oleh Peter Craig dan Justin Marks. Namun pada 2012, sutradara Tony Scott meninggal akibat bunuh diri. Sejak saat itu, ide sekuel Top Gun pun terkubur.
"Ini lucu, selama bertahun-tahun, orang akan datang dan mulai menggagas [ide sekuel] dan saya bilang: itu bukan Top Gun," kata Cruise.
Hingga pada 2018, sutradara Joseph Kosinski berusaha mewujudkan impian masa kecilnya, yaitu menghidupkan kembali Maverick.
Bagi Kosinski, Top Gun bukan hanya sekadar film bertema militer. Ia yang pertama kali menyaksikan film itu pada usia 12 tahun, menilai Top Gun sebagai inspirasi besarnya.
Bahkan, gara-gara Top Gun, Kosinski belajar soal kedirgantaraan dan teknik mesin di Stanford University sebelum akhirnya pindah gigi dan banting setir ke dunia film.
"Top Gun, dalam sejumlah aspek, adalah fantasi," kata Kosinski dalam catatan produksi yang diterima CNNIndonesia.com.
Ia menyebut banyak hal yang amat ia cintai dari film pertama Top Gun, mulai dari pencahayaan matahari, bermain voli di pantai, hingga kotak jukebox.
Lanjut ke sebelah...
Dua Syarat Luluhkan Tom Cruise
Kosinski menyebut, hanya perlu dua persyaratan untuk bisa meluluhkan hati Tom Cruise soal Top Gun. (Paramount Pictures via IMDb)
"Film pertama itu indah banget. Tony membuat sebuah blockbuster, tapi dia membuatnya seperti film seni. Pencahayaan, filter gradasi, framing," katanya.
Hingga kemudian, ia memberanikan diri untuk mendatangi Tom Cruise di Paris pada 2018. Kala itu, Cruise sedang syuting Mission: Impossible-Fallout. Kepergian Kosinski adalah untuk membujuk bintang itu menerima idenya atas sekuel Top Gun.
Kosinski menyadari ia perlu strategi untuk memenangkan hati Tom Cruise. Ia pun berbincang selama 20 menit dengan aktor tersebut untuk membahas gagasannya. Kosinski menyebut, hanya perlu dua persyaratan untuk bisa meluluhkan hati Tom Cruise soal Top Gun.
"Pertama, ceritanya harus punya emosi mendalam. Dua, filmnya harus di-shoot secara praktikal," kata Kosinski.
Ada beberapa hal pula yang menjadi nilai dasar dari Top Gun yang tak bisa dihilangkan, seperti "jangan pernah tinggalkan wingman mu" yang mana dunia wingman berkutat dengan persaudaraan, persahabatan, dan kesetiaan.
Namun pada saat yang sama, kata Kosinski, dirinya menawarkan kisah baru. Kisah berupa keberlanjutan kehidupan Maverick yang dibawa ke era saat ini.
Ketika akhirnya ide Kosinski diterima, sejumlah perubahan mesti dilakukan pada draft pertama yang sudah ada sebelumnya. Kali ini, naskah digarap oleh Ehren Kruger, Eric Warren Singer, dan Christopher McQuarrie.
Momen produksi menjadi kesempatan Kosinski mewujudkan imajinya dan memadukan gairahnya akan Top Gun.
Adegan pertama yang diambil Kosinski untuk Top Gun Maverick adalah saat Tom Cruise mengendarai kencang motor Kawasakinya, mengenakan jaket kulit Maverick dan kacamata hitam Aviator, melalui landasan pacu pesawat dan disinari cahaya matahari sore khas Tony Scott.
"Ada hari-hari, seperti di landasan pacu dengan Tom, motor, dan jet, dan saya mencubit diri saya sendiri [untuk meyakinkan itu nyata]." katanya.
Ketika diproduksi pun, film ini mengalami sejumlah penundaan. Semula, Top Gun Maverick dijadwalkan rilis pada 2019. Namun kemudian ditunda demi memberikan ruang Kosinski memiliki gambar lebih ciamik.
Akan tetapi, film ini kemudian ditunda lagi karena pandemi Covid-19 selama 2020-2021, hingga akhirnya bisa dirilis pada Mei 2022 atau 36 tahun setelah Top Gun (1986).