Jakarta, CNN Indonesia -- Penantian dua tahun akhirnya terbayar ketika menyaksikan konser Isyana Sarasvati Lexiconcert di Basketball Hall, Jakarta, Jumat (3/6) malam.
Isyana Sarasvati tampil totalitas dalam konser yang sempat tertunda akibat pandemi itu.
Tak hanya album Lexicon yang dirilis pada 2019, Isyana juga membawakan tiga rilisan baru dan dua lagu dari album Paradox bersama seorang tamu spesial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama hampir dua jam, Isyana membawakan tujuh lagu dari album Lexicon. Walau sudah dibawakan dalam konser virtual dua tahun lalu, Isyana mengemas lagu-lagu tersebut dengan gaya baru yang tak bisa dinikmati lewat aplikasi pemutar musik di ponsel.
Alunan lagu Indonesia Raya membuka konser tersebut pada 19.43 WIB. Satu persatu personel band pengiring Isyana, The Tuttis, kemudian naik ke atas panggung dan menampilkan musik instrumental.
Isyana muncul dari balik panggung dengan rambut berwarna merah dan hitam yang dipadukan dengan busana warna serba hitam khas gaya gothic.
Sang musisi langsung membawakan tiga lagu sekaligus, Lexicon, Sikap Duniawi dan Ragu Semesta dengan sisipan musik orkestra.
Tak hanya bernyanyi, Isyana ikut unjuk kebolehan memainkan keytar sepanjang penampilannya. Ia juga maju ke depan panggung untuk melihat penonton lebih dekat. Penonton pun larut dalam penampilan Isyana dan bandnya.
Penggemar ikut mengangkat tangan dan merekam momen itu. Namun, tak banyak yang ikut bernyanyi karena sebagian besar penonton kurang hafal liriknya.
Hal itu tidak mengherankan karena memang single-single di album teranyar Isyana liriknya lebih susah dibandingkan dua album sebelumnya. Namun, hal itu tidak menghentikan keseruan konsernya.
[Gambas:Youtube]
Penyanyi asal Bandung itu juga ikut melompat-lompat di atas panggung seolah tak ingin kalah bersemangat dari para penonton.
Konser malam itu juga dimanfaatkan Isyana untuk menyapa para penggemar. Ia pun tak bisa menyembunyikan raut wajah bahagia saat bisa menyapa penonton secara langsung.
Isyana tampak berulang kali menyampaikan terima kasih kepada penonton yang datang malam itu.
"Halo semuanya akhirnya bisa bertemu, terima kasih. Akhirnya cita cita Isyana tur Lexicon terlaksana juga tahun ini, terima kasih sudah mau menunggu, semoga bisa ambil hikmahnya jadi punya teman-teman baru," kata Isyana.
Lanjut ke sebelah...
Melepas Penantian Dua Tahun Konser Lexiconcert Isyana Sarasvati
Review menilai konser Lexiconcert Isyana Sarasvati memuaskan meski beberapa kali terasa sulit mendengarkan kata-kata yang diucapkan dari sang musisi. Foto: (CNNIndonesia/Tri Wahyuni)
Namun, ada sedikit catatan dari konser tersebut. Saya beberapa kali kesulitan mendengar kata-kata dari Isyana, baik itu saat bernyanyi maupun berbicara yang dikarenakan kualitas microphone yang tidak maksimal.
Alhasil, saya tidak melihat penonton di area tribun tampak antusias membalas canda atau sapa dari Isyana hampir dua jam konser itu. Candaan dan sapaan Isyana hanya dibalas sebagian besar penonton di area festival yang memang berada di dekat panggung.
Namun, hal itu tidak menghentikan keseruan konser berkat penampilan memukau dari Isyana dan bandnya.
Gamaliel juga meramaikan konser tersebut dengan menjadi bintang tamu dan menampilkan lagu Ada Apa Dengan Cinta. Sambutan penonton sontak berubah ketika lagu ini dimainkan. Lagu yang dirilis pada 2002 ini membuat seisi stadion serentak bernyanyi.
Tak hanya sekali, Isyana dan Gamaliel kembali berduet membawakan lagu Terpesona dari album Paradox (2017). Lagu kolaborasi mereka ini juga membuat penonton ikut bernyanyi.
[Gambas:Youtube]
Walau digelar untuk mempromosikan album Lexicon yang tertunda dua tahun akibat pandemi, Isyana juga memanfaatkan momen ini untuk menampilkan tiga rilisan baru, yaitu Il Sogno, Unlock The Key dan yang paling baru berjudul My Mystery.
Tiga lagu itu ditampilkan di penghujung konser. Isyana dan The Tuttis mengemas tiga lagu itu dengan memadukan unsur rock dan orkestra. Hal itu membuat saya seperti berada di tengah-tengah konser rock dan orkestra sekaligus.
Di sela-sela penampilannya, Isyana memutar video berisi pesan dari para member band The Tuttis soal kesan pertama mereka bertemu Isyana. Lalu, video berisi perjalanan musik Isyana dari masa kecil hingga ia tampil di konser Jakarta Concert Orchestra (JCO).
Tak ketinggalan, Isyana berkelakar dengan menirukan gaya ea ea ala Tukul Arwana. Namun, kali ini aksinya diiringi dengan dentuman drum yang keras.
Ia lalu menghilang dari panggung menggunakan lift hidrolik. Tiba-tiba, Isyana kembali naik dan melambaikan tangannya.
Walau dengan set list yang singkat, saya sebagai penonton puas menyaksikan langsung Lexiconcert. Tak hanya musik-musiknya yang berbeda, hiburan unik dari Isyana menjadi nilai tambah dari konser tersebut.