Kronologi Mural Taring Padi Diduga Anti-Yahudi hingga Dicopot
CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 20:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi karya Taring Padi. Kronologi karya Taring Padi diduga anti-Yahudi hingga dicopot dari pameran documenta fifteen di Jerman. Foto: (REUTERS/WOLFGANG RATTAY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Karya seni Taring Padi berjudul People's Justice dicopot dari pameran seni internasional documenta fifteen di Kassel, Jerman pekan ini.
Instalasi milik kelompok seni asal Yogyakarta itu dituding mengandung antisemitisme atau paham yang tidak suka dengan segala sesuatu bersangkutan dengan bangsa Yahudi.
Karya berjudul People's Justice itu berupa mural bergambar sosok tentara dengan kepala babi yang mengenakan syal dengan gambar Star of David dan helm bertuliskan Mossad, badan intelijen Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiasan anti-Yahudi juga terlihat dalam karya lainnya yang bergambar sosok pria mengenakan topi hitam dengan lambang rahasia 'SS' Nazi yang diasosiasikan dengan kaum Yahudi Ortodoks. Pria itu bertaring dan bermata merah.
Hal tersebut kemudian menuai protes dari warga Jerman, masyarakat Eropa, hingga kecaman pemerintah Israel melalui kedutaan besarnya di Jerman.
Pihak documenta fifteen kemudian mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah tersebut pada Selasa (21/4).
"Saya segera berdiskusi dengan semua orang yang terlibat ketika gambaran antisemitisme di spanduk People's Justice karya Taring Padi ditemukan," tulis direktur documenta fifteen Sabine Schormann dalam pernyataan resmi.
"Bersama-sama, sebagai langkah awal, kami memutuskan untuk menutup lukisan itu dan memberi penjelasan tentang karya yang dibuat di Indonesia itu," lanjutnya.
Berdasarkan foto yang diunggah Taring Padi di Instagram beberapa waktu lalu, People's Justice yang berdiri di antara papan-papan karya lainnya sudah ditutup kain hitam.
Schormann juga meminta maaf tidak menyadari unsur antisemitisme dalam karya tersebut sebelum dipamerkan dalam acara itu.
Dalam pernyataan yang sama, Schormann menyatakan lukisan tersebut akan diturunkan dari pameran seni. Itu menjadi langkah bahwa antisemitisme tidak memiliki ruang di Jerman, termasuk acara seni berskala global.
"Kami memastikan tidak akan ada konten antisemitisme di documenta fifteen," tegas Schormann.
Bantahan Taring Padi di sebelah...
Dalam rilis berbeda, pihak ruangrupa selaku kurator juga telah berkonsultasi dengan Taring Padi untuk menurunkan karya terkait.
"Kami mengakui bahwa ini adalah kesalahan kami," tulis ruangrupa dalam pernyataan resmi, Kamis (23/6).
"Dengan berkonsultasi bersama Taring Padi, kami mendukung keputusan menghentikan karya tersebut sehubungan dengan prinsip dan nilai-nilai mereka," lanjutnya.
Di sisi lain, Taring Padi membantah instalasi seni yang dipamerkan mengandung unsur antisemitisme. Namun, kelompok seni tersebut juga meminta maaf atas karya seni yang telah memicu polemik di Jerman.
"Ini sama sekali tidak terkait dengan antisemitisme," tulis Taring Padi dalam pernyataan resmi via Instagram, Selasa (21/4).
"Kami mohon maaf apabila detail spanduk ini disalahartikan selain dari maksud aslinya. Kami meminta maaf atas luka yang ditimbulkan dalam konteks ini," sambung pernyataan itu.
Sementara itu, documenta merupakan pameran seni yang digelar setiap lima tahun sekali di Kassel, Jerman. Acara tahun ini mengusung nama documenta fifteen, menampilkan sejumlah karya seni selama 100 hari.
Karya seni tersebut tahun ini dikurasi oleh ruangrupa, kelompok seni asal Jakarta yang terpilih sebagai direktur artistik. Beberapa instalasi seni yang dipamerkan yaitu lukisan, fotografi, film, dan karya seni lainnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Karya seni Taring Padi berjudul People's Justice dicopot dari pameran seni internasional documenta fifteen di Kassel, Jerman pekan ini.
Instalasi milik kelompok seni asal Yogyakarta itu dituding mengandung antisemitisme atau paham yang tidak suka dengan segala sesuatu bersangkutan dengan bangsa Yahudi.
Karya berjudul People's Justice itu berupa mural bergambar sosok tentara dengan kepala babi yang mengenakan syal dengan gambar Star of David dan helm bertuliskan Mossad, badan intelijen Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiasan anti-Yahudi juga terlihat dalam karya lainnya yang bergambar sosok pria mengenakan topi hitam dengan lambang rahasia 'SS' Nazi yang diasosiasikan dengan kaum Yahudi Ortodoks. Pria itu bertaring dan bermata merah.
Hal tersebut kemudian menuai protes dari warga Jerman, masyarakat Eropa, hingga kecaman pemerintah Israel melalui kedutaan besarnya di Jerman.
Pihak documenta fifteen kemudian mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah tersebut pada Selasa (21/4).
"Saya segera berdiskusi dengan semua orang yang terlibat ketika gambaran antisemitisme di spanduk People's Justice karya Taring Padi ditemukan," tulis direktur documenta fifteen Sabine Schormann dalam pernyataan resmi.
"Bersama-sama, sebagai langkah awal, kami memutuskan untuk menutup lukisan itu dan memberi penjelasan tentang karya yang dibuat di Indonesia itu," lanjutnya.
Berdasarkan foto yang diunggah Taring Padi di Instagram beberapa waktu lalu, People's Justice yang berdiri di antara papan-papan karya lainnya sudah ditutup kain hitam.
Schormann juga meminta maaf tidak menyadari unsur antisemitisme dalam karya tersebut sebelum dipamerkan dalam acara itu.
Dalam pernyataan yang sama, Schormann menyatakan lukisan tersebut akan diturunkan dari pameran seni. Itu menjadi langkah bahwa antisemitisme tidak memiliki ruang di Jerman, termasuk acara seni berskala global.
"Kami memastikan tidak akan ada konten antisemitisme di documenta fifteen," tegas Schormann.
Bantahan Taring Padi di sebelah...
Taring Padi Bantah Anti-Yahudi
Ilustrasi karya Taring Padi. Kronologi karya Taring Padi diduga anti-Yahudi hingga dicopot dari pameran documenta fifteen di Jerman. Foto: (Getty Images/Thomas Lohnes)
Dalam rilis berbeda, pihak ruangrupa selaku kurator juga telah berkonsultasi dengan Taring Padi untuk menurunkan karya terkait.
"Kami mengakui bahwa ini adalah kesalahan kami," tulis ruangrupa dalam pernyataan resmi, Kamis (23/6).
"Dengan berkonsultasi bersama Taring Padi, kami mendukung keputusan menghentikan karya tersebut sehubungan dengan prinsip dan nilai-nilai mereka," lanjutnya.
Di sisi lain, Taring Padi membantah instalasi seni yang dipamerkan mengandung unsur antisemitisme. Namun, kelompok seni tersebut juga meminta maaf atas karya seni yang telah memicu polemik di Jerman.
"Ini sama sekali tidak terkait dengan antisemitisme," tulis Taring Padi dalam pernyataan resmi via Instagram, Selasa (21/4).
"Kami mohon maaf apabila detail spanduk ini disalahartikan selain dari maksud aslinya. Kami meminta maaf atas luka yang ditimbulkan dalam konteks ini," sambung pernyataan itu.
Sementara itu, documenta merupakan pameran seni yang digelar setiap lima tahun sekali di Kassel, Jerman. Acara tahun ini mengusung nama documenta fifteen, menampilkan sejumlah karya seni selama 100 hari.
Karya seni tersebut tahun ini dikurasi oleh ruangrupa, kelompok seni asal Jakarta yang terpilih sebagai direktur artistik. Beberapa instalasi seni yang dipamerkan yaitu lukisan, fotografi, film, dan karya seni lainnya.