Jakarta, CNN Indonesia -- Taika Waititi mengakui bahwa dirinya bekerja lebih keras dalam menggarap Thor 4: Love and Thunder, dibanding film Dewa Guntur sebelumnya yang menuai banyak pujian, Ragnarok.
Dalam wawancara dengan IndieWire, sutradara asal Selandia Baru ini mengakui tak menyangka bahwa dirinya akan dipanggil kembali oleh Kevin Feige untuk menggarap Thor.
Hal ini karena semula Waititi menganggap Marvel hanya membuat tiga film profil untuk sebuah karakter, sehingga ketika mereka ingin ada Thor 4, Taika Waititi kerepotan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih terasa perlu kerja keras. Dalam beberapa aspek film ini bahkan lebih sulit karena saya memberikan segalanya ke Ragnarok, mengira bahwa Marvel hanya membuat tiga film per superhero sehingga tak akan ada lagi [setelah Ragnarok]," kata Waititi.
"Kemudian mereka dengan cepat meminta kami membuat satu lagi. Saat itulah saya mesti datang dengan segala ide baru untuk dicoba dan membuat sesuatu sama baiknya bahkan harus lebih bagus dibanding yang terakhir," lanjutnya.
"Itu jelas lebih sulit karena seperti sebuah novel kedua," kata sutradara bernama asli Taika David Cohen ini.
Menurut Waititi, dia harus putar otak untuk bisa menemukan cara membuat karakter-karakter dalam kisah Thor tetap terasa segar, membuat penggemar puas, sekaligus memberikan sesuatu yang bisa menarik bagi Chris Hemsworth.
Saat itulah, kata Waititi, ide untuk membuat Thor berada dalam krisis paruh baya dan berusaha menemukan tujuan hidupnya menjadi cerita baru yang ditawarkan sekuel ini.
Apalagi, Taika Waititi juga menyebut bahwa bekerja dengan Marvel bukan perkara mudah. Ia memang berbincang dengan Kevin Feige soal gagasan-gagasan dalam proyek yang digarap, akan tetapi seringkali ia tak bisa terlalu asyik sendiri.
"Ketika sekali kau sudah nyaman, seluruh bagian film yang amat kau cintai bakal dibuang dan kau harus beralih ke pengarahan yang baru. Itu hal terbaik bekerja dengan Marvel. Mereka selalu menantang kita dengan cara itu," kata Waititi.
Beban Taika Waititi pun belum usai. Ia bukan hanya harus putar otak menyiapkan cerita baru untuk Thor 4, tetapi juga menyesuaikan dengan cerita semesta Marvel Cinematic Universe yang terkenal ruwet dan luas.
Apalagi, Thor: Love and Thunder sendiri berlatar setelah Avengers: Endgame dan di Phase 4 yang mana dikenal luas sebagai babak multiverse dan melintas semesta cerita Marvel.
Pada fase ini pula, banyak film Marvel yang mengenalkan karakter lain yang mungkin akan muncul di masa depan, atau menjelaskan atau terkait dengan cerita dari film Marvel yang lain.
Bukan hanya penonton yang kerap kerepotan memahami koneksi dalam multiverse Marvel yang kompleks ini, Taika Waititi pun bernasib serupa.
"Saya tidak melakukan riset ke seluruh utas dan alur cerita Marvel karena terlalu banyak dan saya tidak tahu sebagian karakternya," kata Taika Waititi.
Lanjut ke sebelah...
Siasat Taika Waititi Bujuk Natalie Portman
Thor: Love and Thunder sendiri berlatar setelah Avengers: Endgame dan di Phase 4 yang mana dikenal luas sebagai babak multiverse dan melintas semesta cerita Marvel. (Jasin Boland/Jasin Boland)
"Saya tak mau membaca komik manapun. Saya hanya mau membuat film, memasukkan cerita di dalamnya, kemudian mereka mengatakan 'kau tak bisa melakukan itu, karena mengacaukan dengan alur cerita keseluruhan ini'," lanjutnya.
"Ada banyak perulangan dalam film ini. Saya ingin mengambil karakter dan memasukkannya ke dalam film, atau membunuh karakter, tapi itu memengaruhi semua hal berbeda yang tak saya ketahui." katanya.
Salah satu aspek lintas semesta yang muncul dalam Thor: Love and Thunder adalah keberadaan Jane Foster yang diperankan oleh Natalie Portman.
Dalam Thor 4, Jane Foster dikenalkan menjadi The Mighty Thor. Hal ini berkaitan dengan kisah Jane dalam komik yang memang menjadi Thor semenjak pertama kali dikenalkan pada Agustus 1962.
Pada kisah di komik, Jane Foster yang terkena kanker didatangi oleh Nick Fury dan diberitahu bahwa Thor kehilangan kelayakannya mengangkat Mjolnir usai melawan Gorr the God Butcher.
Dalam sebuah pertarungan, Gorr the God Butcher berhasil menyisipkan keraguan dalam benak Thor bahwa para dewa memang tak pantas punya kekuatan seperti yang selama ini dibanggakan.
 Dalam Thor 4, Jane Foster dikenalkan menjadi The Mighty Thor. Hal ini berkaitan dengan kisah Jane dalam komik yang memang menjadi Thor semenjak pertama kali dikenalkan pada Agustus 1962. : (Jasin Boland/Jasin Boland) |
Ketika Thor kehilangan kekuatan juga kelayakan mengangkat Mjolnir, saat inilah menurut kisah pada komik, Jane Foster bisa mengangkat palu petir tersebut dan menjadi Thor. Kisah ini muncul pada komik Thor Vol 4 #1 pada Oktober 2014.
Hal itu bisa terjadi sesuai dengan sumpah Odin Allfather saat membuang Thor, bahwasanya siapapun yang dianggap layak oleh Mjolnir akan mampu mengangkat palu itu beserta dengan kekuatan Thor.
Posisi Jane Foster dalam kisah kelanjutan Thor inilah yang memaksa Taika Waititi datang ke Natalie Portman. Portman sebelumnya cabut dari waralaba tersebut setelah tidak puas dengan Thor: The Dark World (2013).
"Itu mudah," kata Waititi mengisahkan upayanya membujuk Natalie Portman kembali ke Thor.
"Saya cuma ke rumahnya dan bilang, 'Kau mesti gabung lagi, karena saya selalu ingin bekerja denganmu, akan luar biasa menyenangkan dan lebih baik dari sebelumnya ketika kau dikesampingkan sebagai pacar Thor yang merupakan ilmuwan di gurun. Kau bisa melakukan banyak hal termasuk menjadi superhero dan mengambil palu Thor. Ini akan jadi reuni menyenangkan dari karakter-karakter ini setelah delapan tahun'," kata Taika Waititi mengulang ucapannya ke Portman.
"Juga, ini gagasan untuk menghancurkan sesuatu, terutama bagi orang tua, itu amatlah menyenangkan. Hal yang sama dengan Cate Blanchett [dalam Ragnarok]. Dia amat suka melakukan sesuatu yang membuat anak-anaknya menilai dirinya keren. Saya juga akan melakukan hal yang sama." kata Taika Waititi.
[Gambas:Youtube]