Penjelasan Akhir Cerita dan Mantra Terkutuk di Incantation
CNN Indonesia
Kamis, 14 Jul 2022 20:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ada misteri tersembunyi di balik mantra yang selalu diucap dalam film Incantation. (dok. Netflix via IMDb)
Ronan pun datang sendirian ke lokasi klan Chen tempat terowongan terkutuk berada. Tubuhnya sudah berisi berbagai syair mantra. Di terowongan tersebut, Ronan sempat menghancurkan beberapa kaca
Ketika dirinya sudah menemukan patung Bunda Buddha dan memberikan sembahan daun telinga, Ronan mengajak penonton untuk mengucap mantra "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" kembali bersama dirinya.
Ia pun menunjukkan bagian kitab soal mantra tersebut yang didapat dari biksu Yunnan yang didatangi oleh Ming sebelumnya. Berikut isi mantranya:
we, are, all, one, we, are, all, one. recite, chant, recite, chant, names, to, share. fate, connects, names, to, share, fate, connects, pray, silently, pray, silently. answer, your, name, silently, answer, your, name, silently. I, do, I, wish. I, agree, I, agree.
Leluhur marga Chen diduga menganut aliran sesat yang membuat mereka dan keturunannya menanggung karma. (dok. Netflix via IMDb)
Sebenarnya, Ronan berbohong kepada penonton. Mantra "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" sejatinya bukanlah ucapan untuk menarik berkah melawan kutukan karma dari Bunda Buddha.
Menurut pendeta Yunnan dalam rekaman asli, "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" adalah mantra untuk berbagi kutukan. Membaca mantra tersebut bermakna "aku ingin berbagi kutukan ini dan menawarkan namaku".
Sementara untuk simbol tangan yang digunakan, itu adalah mantra untuk menyebarkan kutukan Bunda Buddha kepada orang asing. Semakin banyak orang yang menanggung, maka kutukan itu akan makin ringan.
Biksu Yunnan juga menjelaskan bahwa wajah Bunda Buddha adalah jantung kutukan tersebut. Itulah sebabnya pada patung Bunda Buddha, bagian wajah tertutupi kain.
Dengan penjelasan biksu Yunnan ini, leluhur marga Chen diduga menganut aliran sesat yang membuat mereka dan keturunannya menanggung karma.
Sementara itu, Ronan yang menanggung kutukan dan karma akibat ulah enam tahun lalu, berusaha membuat film dan menyebarkannya ke banyak orang agar meringankan kutukan tersebut demi Dodo bisa pulih.
Salah satu cara untuk membuktikan teori tersebut adalah Ronan membuat video yang menyingkap wajah Bunda Buddha, sementara dirinya menutup matanya dengan kain. Meski begitu, ia kerasukan dan tewas di depan patung tersebut.
Teori Ronan terbukti pada akhir film, ketika Dodo tampak tumbuh sehat dan pulih dari penyakit.
Incantation menjadi salah satu film horor yang dibahas dalam beberapa hari terakhir. Bukan hanya karena ceritanya yang menegangkan dan menakutkan ataupun tragedi nyata di baliknya, tetapi juga misteri akhir cerita dan mantra di film ini.
Bagian akhir film Incantation dimulai ketika Li Ronan (Tsai Hsuan-yen) curhat melalui video saat anaknya, Dodo (Huang Sin-ting) menunjukkan kondisi yang makin memburuk karena kutukan di masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Dodo yang kerap kerasukan semakin parah setelah Ronan melanggar petuah Master Ching untuk tidak memberikan makan dan minum Dodo selama tujuh hari agar kutukan tersebut patah.
Pelanggaran yang dilakukan Ronan membuat Master Ching dan istrinya dibunuh. Bahkan, Ibu Ching sempat kerasukan sebelum akhirnya tewas di depan mata Ronan.
Ronan kemudian seolah mendapatkan tanda untuk melakukan pengorbanan saat Dodo menemukan seorang gadis tanpa busana tergeletak di sekitar rumah sakit. Gadis tersebut memiliki tato bait-bait mantra yang dikenal Ronan semasa enam tahun lalu.
Ronan kemudian memutuskan mengambil daun telinga gadis tersebut untuk dijadikan pengorbanan kepada Bunda Buddha demi Dodo bisa terlepas dari kutukan.
Namun sebelum ia berangkat, Ronan membuat sebuah video yang menjelaskan serta menunjukkan video terkutuk yang menyebabkan Dom dan Yuan tewas enam tahun lalu.
Video yang juga membuat Ming (Kao Ying-hsuan) kerasukan dan tewas di Yunan tersebut menunjukkan detik-detik ketika Dom dan Yuan melakukan pelanggaran hebat di terowongan terlarang klan Chen.
Dom dan Yuan bukan hanya memasuki daerah terlarang ataupun mengutak-atik isinya, tapi lebih dari itu, mereka menemukan patung Bunda Buddha yang selama ini disembah oleh klan Chen.
Saat Dom dengan lancang membuka singkap wajah Bunda Buddha, ia kemudian kesurupan dan memakan rambut yang tersaji di altar. Panik, Yuan mencoba menyeret temannya di tengah kondisi tangan-tangan gaib muncul dari dinding lorong yang sempit.
Kaca-kaca di lorong itu pecah dan terakhir kali, Yuan melihat tangan-tangan gaib itu menjangkau Dom. Saat Yuan sadar, ia menemukan Dom berjalan sempoyongan dan kemudian menabrakkan mukanya sendiri ke dinding berkali-kali.
Ketika Yuan mencoba menyentuh Dom, pria itu berbalik dan menunjukkan wajah penuh bolong-bolong yang membuat Yuan panik dan berusaha keluar dari terowongan itu.
Kini, Ronan berusaha untuk menyelesaikan sendiri upaya memutus kutukan tersebut. Ia sempat menjelaskan dengan singkat kepada penonton melalui video soal makna "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" yang selama ini selalu diucap dalam film.
Incantation menjadi salah satu film horor yang dibahas dalam beberapa hari terakhir. (dok. Netflix via IMDb)
Kata Ronan, itu adalah mantra untuk mengharapkan berkah. Klan Chen disebut menyembah Bunda Buddha yang merupakan dewa yang jahat. Sehingga, mereka disebut menanggung karma yang besar di masa lalu, dan merapal mantra itu sebagai perlindungan.
"Semakin banyak yang merapal, makin kuat perlindungan," kata Ronan.
Lanjut ke sebelah...
Makna Mantra
Ada misteri tersembunyi di balik mantra yang selalu diucap dalam film Incantation. (dok. Netflix via IMDb)
Ronan pun datang sendirian ke lokasi klan Chen tempat terowongan terkutuk berada. Tubuhnya sudah berisi berbagai syair mantra. Di terowongan tersebut, Ronan sempat menghancurkan beberapa kaca
Ketika dirinya sudah menemukan patung Bunda Buddha dan memberikan sembahan daun telinga, Ronan mengajak penonton untuk mengucap mantra "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" kembali bersama dirinya.
Ia pun menunjukkan bagian kitab soal mantra tersebut yang didapat dari biksu Yunnan yang didatangi oleh Ming sebelumnya. Berikut isi mantranya:
we, are, all, one, we, are, all, one. recite, chant, recite, chant, names, to, share. fate, connects, names, to, share, fate, connects, pray, silently, pray, silently. answer, your, name, silently, answer, your, name, silently. I, do, I, wish. I, agree, I, agree.
Leluhur marga Chen diduga menganut aliran sesat yang membuat mereka dan keturunannya menanggung karma. (dok. Netflix via IMDb)
Sebenarnya, Ronan berbohong kepada penonton. Mantra "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" sejatinya bukanlah ucapan untuk menarik berkah melawan kutukan karma dari Bunda Buddha.
Menurut pendeta Yunnan dalam rekaman asli, "huo-ho-xiu-yi, si-sei-wu-ma" adalah mantra untuk berbagi kutukan. Membaca mantra tersebut bermakna "aku ingin berbagi kutukan ini dan menawarkan namaku".
Sementara untuk simbol tangan yang digunakan, itu adalah mantra untuk menyebarkan kutukan Bunda Buddha kepada orang asing. Semakin banyak orang yang menanggung, maka kutukan itu akan makin ringan.
Biksu Yunnan juga menjelaskan bahwa wajah Bunda Buddha adalah jantung kutukan tersebut. Itulah sebabnya pada patung Bunda Buddha, bagian wajah tertutupi kain.
Dengan penjelasan biksu Yunnan ini, leluhur marga Chen diduga menganut aliran sesat yang membuat mereka dan keturunannya menanggung karma.
Sementara itu, Ronan yang menanggung kutukan dan karma akibat ulah enam tahun lalu, berusaha membuat film dan menyebarkannya ke banyak orang agar meringankan kutukan tersebut demi Dodo bisa pulih.
Salah satu cara untuk membuktikan teori tersebut adalah Ronan membuat video yang menyingkap wajah Bunda Buddha, sementara dirinya menutup matanya dengan kain. Meski begitu, ia kerasukan dan tewas di depan patung tersebut.
Teori Ronan terbukti pada akhir film, ketika Dodo tampak tumbuh sehat dan pulih dari penyakit.