Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan mendiang Marilyn Monroe bela Ana de Armas, aktris yang memerankan ikon Hollywood tersebut dalam film Blonde.
Pembelaan secara resmi disampaikan Marc Rose dari Authentic Brands Group (ABG) setelah Ana de Armas dikritik banyak pihak karena dinilai tidak menampilkan logat yang sesuai dengan Marilyn Monroe semasa hidupnya.
Authentic Brands Group (ABG) merupakan pemilik hak penuh atas aset Marilyn Monroe hingga kini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marilyn Monroe adalah ikon Hollywood dan budaya pop sejati yang melintasi banyak generasi dan sejarah. Siapa pun aktor yang akan masuk ke peran itu akan mengetahui betapa besarnya bebannya," terang Marc Rose seperti diberitakan Variety, Selasa (2/8).
"Berdasarkan trailernya, kelihatannya Ana adalah pilihan casting yang tepat karena dia telah menyajikan pesona glamor, kemanusiaan, pun juga keresahan dari Marilyn," sambungnya.
Meski tidak secara langsung terlibat dalam pembuatan film tersebut, perwakilan pihak Marilyn Monroe tetap membela kiprah de Armas dalam memerankan Monroe. Mereka juga mengaku sangat menantikan film tersebut.
"Kami tidak sabar untuk menyaksikan film ini secara penuh!," cetus Rose.
Berdasarkan laporan Variety, sebagian besar publik mengeluhkan logat Kuba milik de Armas yang masih dipertahankan kala memainkan peran Monroe.
[Gambas:Video CNN]
Namun menurut pernyataan de Armas kepada Vanity Fair pada awal 2020, ia tak membutuhkan waktu lama meyakinkan sang sutradara Andrew Dominik untuk mendapatkan peran tersebut.
"Saya cuma menjalani audisi Blonde satu kali dan Andrew langsung mengatakan 'Ini adalah kamu,' tapi selain itu saya juga harus melakukan audisi di depan orang lainnya," kata Ana de Armas kepada Vanity Fair pada Februari 2020.
"Para produser, dan orang-orang yang memiliki uang. Tentu saja saya menghadapi banyak orang untuk diyakinkan. Tapi saya tahu saya bisa melakukannya," lanjutnya.
Selain itu, Ana de Armas menilai keputusan sang sutradara memilihnya yang merupakan orang Kuba dalam memerankan ikon budaya pop AS adalah sebuah terobosan.
Lanjut ke sebelah...
Kepala Ana de Armas 'Ngebul'
Perwakilan Marilyn Monroe bela Ana de Armas ketika dikritik netizen mengenai logat sang aktris saat memerankan ikon Hollywood itu dalam Blonde. Foto: 2022 © Netflix/2022 © Netflix
Dalam kesempatan berbeda, De Armas berkata kepada The Times of London bahwa memerlukan sekitar satu tahun untuk mempelajari logat Marilyn Monroe, bahkan sebelum syuting dokumenter itu dimulai.
"Saya memerlukan sembilan bulan untuk berlatih dialek, terus mencoba dan menjalani sesi ADR (Automated Dialogue Replacement) agar mendapatkan logat yang tepat,"
"Itu sangat menyiksa, melelahkan. Otakku seperti sedang digoreng," keluh de Armas kepada The Times of London pada Januari 2021.
Berdasarkan keterangan Netflix, Blonde akan mengaburkan garis fakta dan fiksi untuk mengeksplorasi perpecahan yang melebar antara diri sendiri dan yang ditampilkan kepada publik.
Blonde merupakan hasil adaptasi novel karya Joyce Carol Oates. Film tersebut diarahkan Andrew Dominik dan turut dibintangi Bobby Cannavale, Adrien Brody, Julianne Nicholson, Xavier Samuel and Evan Williams.
Film tersebut akan mengambil latar dekade emas Monroe pada 50-an dan 60-an dengan perhatian khusus pada kehidupan batin dan perspektifnya tentang dunia.
Ana de Armas mengatakan setiap adegan terinspirasi dari foto-foto sang ikon yang ada hingga kini. Tim produksi disebut membedah setiap detail foto tersebut dan memperdebatkan kisah di baliknya.
"Kami ingin memberitahu sisi kemanusiaan dari kisahnya (Monroe). popularitas membuat Marilyn Monroe menjadi orang paling mencolok di dunia, tapi itu membuat Norman jadi paling tak terlihat," kata Ana de Armas.
Blonde diberi label NC-17 atau untuk penonton 17 tahun ke atas. Blonde akan tayang 28 September secara global di Netflix.