Jakarta, CNN Indonesia -- Menyaksikan Dragon Ball Super: Super Hero membawa perasaan yang segar karena ceritanya yang ringan namun menghibur. Termasuk, kepada penonton yang bukan penggemar setia atau yang tidak tumbuh besar dengan menonton Dragon Ball.
Jujur saja saya merupakan penonton awam Dragon Ball. Saya tidak terlalu mengikuti Dragon Ball ketika dulu tayang di layar televisi, tapi familier dengan karakter-karakternya dan juga original soundtrack-nya.
Saya dulu lebih senang nonton Sailor Moon, Inuyasha, Doraemon, serta anime-anime yang tersedia di saluran TV kabel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, saya tidak merasa tersesat ketika menyaksikan Super Hero. Mungkin hal tersebut juga bakal berlaku bagi orang lain yang tidak akrab dengan Dragon Ball seperti saya.
Tenang saja, adegan pembuka Dragon Ball Super: Super Hero bakal memperkenalkan penonton awam terhadap perjalanan panjang yang pernah dilalui secara singkat, padat, dan jelas.
Salah satu hal yang paling menarik dari Dragon Ball Super: Super Hero adalah pemilihan karakter yang dijadikan pemeran utama dalam film animasi ini. Seri terbaru Super ini memilih untuk fokus pada karakter Gohan dan Piccolo.
[Gambas:Video CNN]
Plot ceritanya pun berpusat pada hubungan ayah dan anak. Dalam hal ini, ada dua sosok ayah yang diceritakan, yaitu Gohan sebagai ayah kandung dari Pan, serta Piccolo yang menjadi "ayah" dalam melatih kemampuan Pan.
Itu dari sisi para protagonis. Sedangkan, plot para karakter antagonisnya pun sangat mudah. Sebuah kelompok yang disebut sebagai Tentara Pita Merah ingin menguasai dunia.
Tentara Pita Merah dipimpin oleh Komandan Magenta yang dibantu oleh Staf Perwira Carmine. Mereka menciptakan dua android baru yang disebut sebagai Gamma 1 dan Gamma 2 yang dipimpin langsung oleh Dr. Hedo, cucu dari Dr. Gero.
Lanjut ke sebelah...
Angin Segar Lewat Humor Dragon Ball
Dragon Ball Super: Super Hero memberikan angin segar baik kepada penggemar setia maupun penonton awam lewat aksi dan humornya. (Foto: Fox International Productions via Imdb)
Cara menghubungkan plot protagonis dan antagonis adalah dengan penculikan Pan dan upaya untuk menyelamatkan anak perempuan Gohan yang masih berusia tiga tahun itu.
Yang menjadi kekurangan dari Dragon Ball Super: Super Hero adalah adegan penjelasan yang dragging dan bertele-tele. Di tengah film, saya sempat merasa bosan dan agak mengantuk ketika tokoh protagonis mencoba mencari cara untuk menyelamatkan Pan.
Namun, hal tersebut terbayarkan dengan adegan aksi yang tidak habis-habis dari Gohan, Piccolo, dan gengnya dalam mengalahkan musuh utama mereka dari pertengahan hingga akhir film.
Seri film ini menggunakan animasi 3D untuk pertama kalinya sehingga membawa angin segar bagi Dragon Ball dan juga yang menonton filmnya.
Yang mesti diacungi jempol juga adalah lawakan-lawakan sepanjang film. Akira Toriyama, penulis skenario sekaligus kreator Dragon Ball, menempatkan di waktu yang tepat. Candaannya pun selalu "kena" dan mengundang tawa para penonton.
Bahkan Goku dan Vegeta yang biasanya menjadi karakter utama Dragon Ball pun disajikan ke dalam film hanya sekadar sebagai garnish alias hiasan dalam suatu hidangan. Cara film ini menyempilkan Goku dan Vegeta pun dibuat sebagai unsur komedi dalam filmnya.
[Gambas:Video CNN]
Dragon Ball Super: Super Hero merupakan film animasi terbaru yang diproduksi oleh Toei Animation. Film tersebut ditulis oleh Akira Toriyama selaku kreator Dragon Ball, serta disutradarai oleh Tetsuro Kodama.
Awalnya film seri terbaru Dragon Ball ini direncanakan rilis pada 22 April lalu, namun terpaksa dimundurkan setelah Toei Animation mengalami serangan siber. Akhirnya Dragon Ball Super: Super Hero rilis di Jepang pada 11 Juni dan menyusul di AS pada 19 Agustus 2022.
[Gambas:Youtube]