Keinginan Reza Gunawan Saat Dirawat di RS: Pulang ke Rumah
CNN Indonesia
Rabu, 07 Sep 2022 18:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Dewi Lestari mengungkapkan keinginan mendiang Reza Gunawan saat dirawat di rumah sakit setelah kena serangan stroke perdarahan. (Foto: Tangkapan layar instagram @rezagunawan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dewi Lestarimengungkapkan keinginan mendiang Reza Gunawan saat dirawat di rumah sakit. Reza mengatakan ingin pulang ke rumah dan dikelilingi orang-orang terdekatnya.
"Itu sudah sesuai yang Reza inginkan, Reza ingin berada di rumah, berada di sekeliling orang yang dia sayangi. Kebetulan saat itu kami berkumpul semuanya," kata Dewi.
Reza sempat dirawat di rumah sakit setelah kena serangan stroke perdarahan. Setelah 19 hari dirawat, Reza akhirnya diperbolehkan untuk kembali ke rumah.
Keinginan Reza pun terwujud sebelum mengembuskan napas terakhir pada Selasa (6/9).
"Setelah itu dirawat inap dan akhirnya Reza bisa kembali ke rumah. Nah, niatan saya waktu itu menjalankan home care bagi Reza selama dan sebisa mungkin. Tapi, ternyata hanya empat hari Reza bersama kami," ujar Dewi.
Menurut penuturan Dewi Lestari, kondisi Reza Gunawan mulai memburuk pada Selasa (6/9). Tanda-tanda kepergian Reza mulai muncul ketika kesadarannya mulai menurun sejak sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saat itu Reza kira-kira mulai drop tanda-tanda vitalnya itu sekitar jam 10.30 pagi, dan akhirnya pukul 11.30 beliau sudah menghembuskan napas terakhir," ungkap Dewi.
Sekitar 20 menit setelah diduga sudah wafat, kepergian Reza dikonfirmasi oleh dokter melalui pengecekan medis.
"Karena memang saya sudah menelepon ambulans juga, jadi ambulans juga sudah dalam perjalanan. Jadi sekitar dua puluh menit setelah Reza berpulang, ambulans datang, dokter memeriksa Reza hanya sekadar mengonfirmasi bahwa memang Reza sudah berpulang," ujar Dewi.
"Ada semacam tes EKG dan semacamnya, tapi itu hanya mengonfirmasi saja. Itu kira-kira pukul 11.30 WIB," lengkapnya.
Kedua anak Reza Gunawan merasa terpukul atas kepergian ayahnya. Namun, Dewi memastikan bahwa ia dan kedua anaknya telah diberikan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri secara batin menjelang kepergian suaminya.
"Apalagi ketika di rumah sakit cukup banyak momen-momen di mana ada isu kritis dan sebagainya. Sehingga, kita juga sudah mulai mempersiapkan diri pelan-pelan," imbuhnya.
"Walaupun saya yakin tidak semua orang, tidak akan ada yang bisa seratus persen siap. Tapi saya rasa, saya dan anak-anak sudah mulai mencicil proses itu, kami diberi waktu yang cukuplah," tambahnya.
Jenazah dari mendiang Reza Gunawan kini disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, sejak hari ini, Rabu (7/9) pagi.
Usai dilakukan proses persemayaman dengan upacara pembacaan Pattira oleh Biksu, jenazah akan dipindah ke tempat perabuan untuk proses kremasi pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB.
Setelah dikremasi, abu dari mendiang Reza Gunawan akan dititipkan lebih dahulu di Vihara tanpa langsung melakukan proses pelarungan.
"Besok akan ada kremasi jam 13.00 WIB, jadi jam 12.00 kami akan selesaikan di tempat persemayaman, abis itu kami ke ke tempat perabuan," terang Dewi.
"Sementara itu [abunya] akan dititip ke Vihara. Dilarungnya mungkin akan kami melihat momen yang baik untuk kapan melakukannya dan di mana. Karena saat ini belum bisa banyak bepergian, jadi kami tunda dulu [pelarungan abu] dan kami titipkan ke Vihara," imbuhnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Dewi Lestarimengungkapkan keinginan mendiang Reza Gunawan saat dirawat di rumah sakit. Reza mengatakan ingin pulang ke rumah dan dikelilingi orang-orang terdekatnya.
"Itu sudah sesuai yang Reza inginkan, Reza ingin berada di rumah, berada di sekeliling orang yang dia sayangi. Kebetulan saat itu kami berkumpul semuanya," kata Dewi.
Reza sempat dirawat di rumah sakit setelah kena serangan stroke perdarahan. Setelah 19 hari dirawat, Reza akhirnya diperbolehkan untuk kembali ke rumah.
Keinginan Reza pun terwujud sebelum mengembuskan napas terakhir pada Selasa (6/9).
"Setelah itu dirawat inap dan akhirnya Reza bisa kembali ke rumah. Nah, niatan saya waktu itu menjalankan home care bagi Reza selama dan sebisa mungkin. Tapi, ternyata hanya empat hari Reza bersama kami," ujar Dewi.
Menurut penuturan Dewi Lestari, kondisi Reza Gunawan mulai memburuk pada Selasa (6/9). Tanda-tanda kepergian Reza mulai muncul ketika kesadarannya mulai menurun sejak sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saat itu Reza kira-kira mulai drop tanda-tanda vitalnya itu sekitar jam 10.30 pagi, dan akhirnya pukul 11.30 beliau sudah menghembuskan napas terakhir," ungkap Dewi.
Sekitar 20 menit setelah diduga sudah wafat, kepergian Reza dikonfirmasi oleh dokter melalui pengecekan medis.
"Karena memang saya sudah menelepon ambulans juga, jadi ambulans juga sudah dalam perjalanan. Jadi sekitar dua puluh menit setelah Reza berpulang, ambulans datang, dokter memeriksa Reza hanya sekadar mengonfirmasi bahwa memang Reza sudah berpulang," ujar Dewi.
"Ada semacam tes EKG dan semacamnya, tapi itu hanya mengonfirmasi saja. Itu kira-kira pukul 11.30 WIB," lengkapnya.
Kedua anak Reza Gunawan merasa terpukul atas kepergian ayahnya. Namun, Dewi memastikan bahwa ia dan kedua anaknya telah diberikan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri secara batin menjelang kepergian suaminya.
Dewi Lestari dan Keluarga Sudah Mempersiapkan Diri
Dewi Lestari mengungkapkan keinginan mendiang Reza Gunawan saat dirawat di rumah sakit setelah kena serangan stroke perdarahan. (Foto: Tangkapan layar instagram @rezagunawan)
"Apalagi ketika di rumah sakit cukup banyak momen-momen di mana ada isu kritis dan sebagainya. Sehingga, kita juga sudah mulai mempersiapkan diri pelan-pelan," imbuhnya.
"Walaupun saya yakin tidak semua orang, tidak akan ada yang bisa seratus persen siap. Tapi saya rasa, saya dan anak-anak sudah mulai mencicil proses itu, kami diberi waktu yang cukuplah," tambahnya.
Jenazah dari mendiang Reza Gunawan kini disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, sejak hari ini, Rabu (7/9) pagi.
Usai dilakukan proses persemayaman dengan upacara pembacaan Pattira oleh Biksu, jenazah akan dipindah ke tempat perabuan untuk proses kremasi pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB.
Setelah dikremasi, abu dari mendiang Reza Gunawan akan dititipkan lebih dahulu di Vihara tanpa langsung melakukan proses pelarungan.
"Besok akan ada kremasi jam 13.00 WIB, jadi jam 12.00 kami akan selesaikan di tempat persemayaman, abis itu kami ke ke tempat perabuan," terang Dewi.
"Sementara itu [abunya] akan dititip ke Vihara. Dilarungnya mungkin akan kami melihat momen yang baik untuk kapan melakukannya dan di mana. Karena saat ini belum bisa banyak bepergian, jadi kami tunda dulu [pelarungan abu] dan kami titipkan ke Vihara," imbuhnya.