Harry Diincar Jadi Target 'Bersih-bersih' Raja Charles
CNN Indonesia
Senin, 19 Sep 2022 19:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Harry dan sejumlah saudaranya yang lain disebut menjadi incaran kebijakan baru Raja Charles soal pengganti penguasa Inggris tersebut. (AFP/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Harry dan sejumlah saudaranya yang lain disebut menjadi incaran kebijakan baru Raja Charles III yang mengubah aturan soal pengganti penguasa Inggris tersebut dalam bertugas.
Menurut laporan Telegraph pada Sabtu (17/9), Raja Charles berkeinginan untuk mengubah komposisi penasihat negara yang tertulis dalam hukum Regency Act 1937.
Dalam hukum tersebut, seorang penguasa Kerajaan Inggris bisa didampingi oleh beberapa penasihat yang bisa menggantikan dirinya sewaktu-waktu dalam bertugas.
Pada masa Ratu Elizabeth II, beberapa orang yang terpilih untuk peran itu adalah Pangeran Philip, Pangeran Charles sebagai anak sulung Elizabeth, Pangeran William sebagai cucu pertama, Pangeran Harry sebagai cucu kedua, dan Pangeran Andrew sebagai putra Elizabeth kedua setelah Charles.
Kini, ketika Raja Charles III naik takhta, akan ada perubahan terutama menyediakan ruang untuk Permaisuri Camilla sebagai penasihat negara.
Di sisi lain, ada beberapa kondisi yang menyebabkan penasihat negara dianggap tidak lagi cocok bila hanya didasarkan pada garis pewarisan takhta.
Bila sesuai dengan pewarisan takhta, maka yang bisa terpilih untuk posisi penasihat negara berikutnya adalah Pangeran William sebagai anak sulung Charles dan mestinya menjadi Prince of Wales, dilanjutkan dengan Harry sebagai anak kedua Charles.
Selain itu, ada Pangeran Andrew sebagai adik Charles dan Putri Beatrice juga yang naik posisi sebagai pewaris takhta seiring dengan kepemimpinan Kerajaan Inggris yang baru ini.
Akan tetapi, status keanggotaan sejumlah orang yang bisa menjadi penasihat raja tersebut menjadi halangan.
"Perubahan ini akan menargetkan Duke of York, Duke of Sussex, dan Putri Beatrice, semua dibebaskan dari tugas mereka sebagai pengganti resmi Pemimpin Kerajaan, bila Raja berhalangan," tulis laporan tersebut yang diberitakan Page Six.
Lanjut ke sebelah...
Pangeran Andrew Duke of York, yang merupakan adik dari Raja Charles dan putra kedua Ratu Elizabeth, sebelumnya terlibat skandal perdagangan seksual usai Virginia Giuffre mengaku pada 2014.
Giuffre mengaku dirinya 'dijual' ke Pangeran Andrew oleh Jeffrey Epstein saat berusia 17 tahun. Klaim ini dibantah oleh Andrew.
Meski begitu, kontroversi yang terus bergulir memaksa dirinya mengundurkan diri dari tugas kerajaan dan peran publik pada Mei 2020.
Pangeran Andrew Duke of York, yang merupakan adik dari Raja Charles dan putra kedua Ratu Elizabeth, sebelumnya terlibat skandal perdagangan seksual usai Virginia Giuffre mengaku pada 2014. (JOHN THYS / AFP)
Sementara itu, Putri Beatrice diketahui telah keluar dari kegiatan resmi Kerajaan Inggris dan memilih untuk bekerja dan hidup secara mandiri sebagai warga sipil.
Ia pun tak lagi menjalani tugas kerajaan dan telah lepas dari pendanaan untuk keluarga Kerajaan dari pajak.
Sedangkan dengan Harry, Duke of Sussex, telah diketahui keluar sebagai anggota senior Kerajaan Inggris pada Januari 2020 silam dan memulai hidup sebagai warga sipil bersama istrinya, Meghan Markle.
Akibat dari kondisi status keanggotaan tersebut, Raja Charles III disebut bakal menarik adik-adiknya yang lain, Putri Anne dan Pangeran Edward, sebagai penasihat negara bersama Permaisuri Camilla.
Putri Beatrice diketahui telah keluar dari kegiatan resmi Kerajaan Inggris dan memilih untuk bekerja dan hidup secara mandiri sebagai warga sipil. (AFP/STEVE PARSONS)
Dilaporkan Daily Mail, penasihat negara ini biasanya jarang menggunakan fungsinya dalam menggantikan tugas Ratu.
Namun pada Mei lalu, Pangeran Charles menggantikan tugas Ratu Elizabeth untuk Pembukaan Parlemen Negara, bersama dengan Pangeran William.
Dalam undang-undang, dua dari penasihat negara mesti hadir bila bertujuan menggantikan Ratu/Raja dalam bertugas.
Jakarta, CNN Indonesia --
Harry dan sejumlah saudaranya yang lain disebut menjadi incaran kebijakan baru Raja Charles III yang mengubah aturan soal pengganti penguasa Inggris tersebut dalam bertugas.
Menurut laporan Telegraph pada Sabtu (17/9), Raja Charles berkeinginan untuk mengubah komposisi penasihat negara yang tertulis dalam hukum Regency Act 1937.
Dalam hukum tersebut, seorang penguasa Kerajaan Inggris bisa didampingi oleh beberapa penasihat yang bisa menggantikan dirinya sewaktu-waktu dalam bertugas.
Pada masa Ratu Elizabeth II, beberapa orang yang terpilih untuk peran itu adalah Pangeran Philip, Pangeran Charles sebagai anak sulung Elizabeth, Pangeran William sebagai cucu pertama, Pangeran Harry sebagai cucu kedua, dan Pangeran Andrew sebagai putra Elizabeth kedua setelah Charles.
Kini, ketika Raja Charles III naik takhta, akan ada perubahan terutama menyediakan ruang untuk Permaisuri Camilla sebagai penasihat negara.
Di sisi lain, ada beberapa kondisi yang menyebabkan penasihat negara dianggap tidak lagi cocok bila hanya didasarkan pada garis pewarisan takhta.
Bila sesuai dengan pewarisan takhta, maka yang bisa terpilih untuk posisi penasihat negara berikutnya adalah Pangeran William sebagai anak sulung Charles dan mestinya menjadi Prince of Wales, dilanjutkan dengan Harry sebagai anak kedua Charles.
Selain itu, ada Pangeran Andrew sebagai adik Charles dan Putri Beatrice juga yang naik posisi sebagai pewaris takhta seiring dengan kepemimpinan Kerajaan Inggris yang baru ini.
Akan tetapi, status keanggotaan sejumlah orang yang bisa menjadi penasihat raja tersebut menjadi halangan.
"Perubahan ini akan menargetkan Duke of York, Duke of Sussex, dan Putri Beatrice, semua dibebaskan dari tugas mereka sebagai pengganti resmi Pemimpin Kerajaan, bila Raja berhalangan," tulis laporan tersebut yang diberitakan Page Six.
Lanjut ke sebelah...
Masalah Pangeran Andrew hingga Harry
Harry, Duke of Sussex, telah diketahui keluar sebagai anggota senior Kerajaan Inggris pada Januari 2020 silam dan memulai hidup sebagai warga sipil bersama istrinya, Meghan Markle. (Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)
Pangeran Andrew Duke of York, yang merupakan adik dari Raja Charles dan putra kedua Ratu Elizabeth, sebelumnya terlibat skandal perdagangan seksual usai Virginia Giuffre mengaku pada 2014.
Giuffre mengaku dirinya 'dijual' ke Pangeran Andrew oleh Jeffrey Epstein saat berusia 17 tahun. Klaim ini dibantah oleh Andrew.
Meski begitu, kontroversi yang terus bergulir memaksa dirinya mengundurkan diri dari tugas kerajaan dan peran publik pada Mei 2020.
Pangeran Andrew Duke of York, yang merupakan adik dari Raja Charles dan putra kedua Ratu Elizabeth, sebelumnya terlibat skandal perdagangan seksual usai Virginia Giuffre mengaku pada 2014. (JOHN THYS / AFP)
Sementara itu, Putri Beatrice diketahui telah keluar dari kegiatan resmi Kerajaan Inggris dan memilih untuk bekerja dan hidup secara mandiri sebagai warga sipil.
Ia pun tak lagi menjalani tugas kerajaan dan telah lepas dari pendanaan untuk keluarga Kerajaan dari pajak.
Sedangkan dengan Harry, Duke of Sussex, telah diketahui keluar sebagai anggota senior Kerajaan Inggris pada Januari 2020 silam dan memulai hidup sebagai warga sipil bersama istrinya, Meghan Markle.
Akibat dari kondisi status keanggotaan tersebut, Raja Charles III disebut bakal menarik adik-adiknya yang lain, Putri Anne dan Pangeran Edward, sebagai penasihat negara bersama Permaisuri Camilla.
Putri Beatrice diketahui telah keluar dari kegiatan resmi Kerajaan Inggris dan memilih untuk bekerja dan hidup secara mandiri sebagai warga sipil. (AFP/STEVE PARSONS)
Dilaporkan Daily Mail, penasihat negara ini biasanya jarang menggunakan fungsinya dalam menggantikan tugas Ratu.
Namun pada Mei lalu, Pangeran Charles menggantikan tugas Ratu Elizabeth untuk Pembukaan Parlemen Negara, bersama dengan Pangeran William.
Dalam undang-undang, dua dari penasihat negara mesti hadir bila bertujuan menggantikan Ratu/Raja dalam bertugas.