Syarat Pangeran William Jadi Raja Inggris Lebih Cepat

CNN Indonesia | Minggu, 15/11/2020 06:36 WIB
Syarat Pangeran William bisa naik takhta jadi Raja Inggris apabila Pangeran Charles memberikan takhta kepada sang putra bungsunya itu. Pangeran William bisa jadi Raja Inggris lebih cepat jika Pangeran Charles memberikan takhta kepadanya. (AP/Matt Dunham)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pangeran William dan Kate Middleton dikabarkan mulai bersiap naik takhta Kerajaan Inggris setelah pengamat menganalisis kegiatan mereka dalam beberapa bulan terakhir, seperti bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi dan PM Pakistan Imran Khan.

Editor The Telegraph, Camilla Tominey, juga mengamati perubahan sikap William di hadapan publik. Sekarang, Duke dan Duchess of Cambridge tersebut dinilai lebih baik dan lebih tenang daripada sebelumnya walau mereka pada dasarnya lebih tertutup dibandingkan Harry dan Megan Markle.

Secara aturan, Pangeran William baru bisa naik takhta setelah ayahnya, Pangeran Charles, menggantikan posisi Ratu Elizabeth II. Namun, William mulai dipersiapkan untuk duduk di takhta tersebut mengingat Charles sudah di usia senja, yaitu 71 tahun.


Kabar persiapan Pangeran William dan Kate Middleton untuk naik takhta pun semakin santer terdengar sejak pertengahan 2020 setelah Pangeran Charles dikonfirmasi terinfeksi virus corona pada 25 Maret 2020. Ia kemudian disebut telah sembuh pada awal April.

Kendati demikian, Charles sendiri mengakui kemampuan untuk mengecap dan menciumnya belum benar-benar kembali atau pulih pada Juni 2020. Hal itu diungkapkan ketika mengunjungi pelayanan kesehatan masyarakat di Inggris.

Pangeran Charles merupakan orang yang paling lama menunggu untuk menjadi Raja Inggris sepanjang sejarah.

Ia telah menunggu hampir sepanjang hidupnya untuk mengambil alih takhta dari ibunya, Ratu Elizabeth II, yang telah memerintah lebih dari 68 tahun sejak berusia 26 tahun. Kala itu, Pangeran Charles, Putra tertua Ratu Elizabeth II, baru berusia tiga tahun dan kini Prince of Wales tersebut telah berusia 71 tahun.

Ratu Elizabeth II telah memerintah dan bertakhta di Inggris lebih lama daripada raja-raja lainnya dalam sejarah Inggris.

"Ketika Ratu Elizabeth II meninggal, Prince Charles akan otomatis menjadi Raja, kata Robert Hazell, Profesor pemerintahan dan konstitusi dari University College London.

Namun, satu situasi bisa mengubah banyak hal bahkan membuat Pangeran William naik takhta menggantikan Ratu Elizabeth II.

Hal itu bisa terjadi apabila umur Ratu Elizabeth II lebih panjang daripada Pangeran Charles. Apalagi, ia pernah mengungkapkan tidak akan mundur dari takhta dan akan terus memerintah hingga akhir hayatnya. Rencana dan niatan tersebut dinilai semakin memperkecil kesempatan Pangeran Charles naik takhta.

"Jadi sebenarnya, William hampir dipastikan bisa melihat ayahnya menjadi Raja. Tapi, apabila Charles meninggal sebelum Ratu Elizabeth II, maka William akan menjadi Raja setelah Ratu Elizabeth II meninggal," penjelasan Hazell seperti dilansir Insider.

Selain itu, Badan Riset Konstitusi mengungkapkan situasi lain yang memungkinkan William naik takhta di saat Charles masih hidup. Hal itu terjadi apabila Charles mundur dari takhta dan membiarkan putranya menjadi Raja.

Satu hal yang harus disoroti adalah hal itu baru bisa terjadi apabila Charles naik takhta menggantikan Ratu terlebih dahulu.

"Setelah menunggu lebih dari 60 tahun sebagai pewaris, akan sangat wajar bagi Pangeran Charles untuk ingin naik takhta dan melakukan tugas kerajaan yang telah lama dia persiapkan untuk menunggu," klaim mereka seperti dilansir The News.

"Akan sangat wajar apabila setelah memerintah selama beberapa tahun, Charles memilih mengundang Parlemen untuk menyerahkan takhta kepada Pangeran William. Jadi Pangeran William hanya bisa menjadi Raja apabila Pangeran Charles memilih turun takhta."

(chri/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK