15 Ribu Orang Beri Serial Dahmer Bintang 10, Puji Evan Peters
CNN Indonesia
Rabu, 12 Okt 2022 15:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Serial Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story menuai respons positif karena menampilkan kengerian pembunuh berantai di 17 di AS itu. (Foto: COURTESY OF NETFLIX/)
Serial Netflix itu menuai respons positif karena menampilkan kengerian kisah Dahmer yang membunuh 17 laki-laki di AS.
Berdasarkan rating IMDb, Dahmer mendapat rating rata-rata 8,2 dari 10. Torehan itu didapat dari lebih dari 62 ribu penilaian pengguna terhadap serial tersebut.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Selasa (11/10), sekitar 15.124 dari 62.038 orang memberi film tersebut bintang 10. Angka itu sekitar 24,4 persen dari total review dari pengguna.
Sebagian besar pengguna memberikan pujian terhadap akting Evan Peters yang berperan sebagai Jeffrey Dahmer. Bahkan, salah satu penonton mengaku tidak berani menonton Dahmer dalam keadaan gelap karena takut dengan akting mengerikan Peters.
"Evan Peters sebagai Dahmer benar-benar sangat menyeramkan hingga saya harus menyalakan lampu saat menonton. Sungguh menakjubkan bagaimana dia bisa bertransformasi menjadi karakter apa pun," ulasan salah satu pengguna yang diunggah pada 22 September.
"Ini digarap dengan sangat baik dan Evan Peters benar-benar menjadi bintang sebagai Dahmer! Dia mengeksekusi dengan sangat baik hingga saya khawatir dengan kesehatan mentalnya setelah ini," tulis pengguna lain yang diunggah pada 23 September.
"Evan Peters luar biasa dan harus masuk nominasi atas penampilan sempurnanya sebagai Jeffrey Dahmer," tulis ulasan pengguna yang diunggah pada 26 September.
Pujian juga ditujukan kepada Ryan Murphy, kreator Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story. Ia dinilai berhasil mengisahkan kengerian Dahmer dengan brilian.
Penonton juga merasa puas dengan penggambaran Dahmer, meski merasa terganggu selama menyaksikan kengerian si pembunuh berantai. Bahkan, salah satu penonton menjadi mual ketika menonton aksi keji Dahmer.
"Saya benar-benar menjadi mual melihat tindakan kejam yang ditampilkan serial ini. Ryan Murphy tidak menahan diri, dan saya percaya serial ini jadi lebih baik dengan cara tersebut," ulasan pengguna pada 22 September.
"Ini sangat sulit ditonton, tapi benar-benar penggambaran yang sangat baik dari kengerian yang dilakukan oleh Jeffrey Dahmer," tulis pengguna lain pada 24 September.
Namun, Dahmer juga tidak lepas terhadap komentar miring penonton. Terdapat setidaknya 1.384 orang atau 2,2 persen pengguna yang memberikan nilai 1 dari 10.
Lanjut ke sebelah...
Sebagian penonton mengkritik jalan cerita Dahmer karena dinilai tidak akurat. Salah satu yang paling disorot adalah penggambaran Glenda Cleveland (Niecy Nash) yang memicu kontroversi.
Dalam serial, Glenda ditampilkan sangat terdampak dari aksi Dahmer karena menjadi tetangga dekat sang pembunuh keji di Milwaukee. Namun, berdasarkan E Online, Glenda Cleveland sejatinya tinggal di gedung berbeda dari Dahmer.
"Bagian terbesar dari cerita tentang Glenda hampir semuanya dibuat-buat. Saya tak masalah dengan drama kecil, tapi ini benar-benar keliru," ulasan pengguna yang diunggah pada 25 September.
"Mereka menambahkan beberapa alur cerita palsu yang benar-benar mengubah aspek tayangan. Glenda Cleveland bahkan tidak tinggal di gedung itu. Dia tinggal di seberang jalan," tulis pengguna lain pada 9 Oktober.
"Dari sudut pandang dokumenter, ini terlalu dangkal dalam hal menyajikan informasi dan mendalami masalah psikologis karakter," tulis pengguna pada 8 Oktober
Tak hanya itu, penonton juga menyoroti keputusan tim produksi dalam mengangkat kisah Dahmer. Mereka menilai serial tersebut tidak berempati terhadap keluarga dari para korban Dahmer.
Salah satu komentar bahkan menilai serial itu hanya mengais keuntungan di atas trauma keluarga korban.
"Lagi-lagi sebuah serial yang memuliakan Dahmer. Sementara itu, keluarga korban menyatakan betapa traumatisnya hal ini bagi mereka," ulasan salah satu penonton yang diunggah pada 1 Oktober.
"Ini benar-benar mencari untung dengan mengorbankan trauma keluarga korban. Tragedi ini bukan hiburan. Dan, jika kalian melihatnya sebagai hiburan, maka kalian tidak memiliki simpati untuk keluarga," kata penonton lain yang diunggah pada 25 September.
Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story berfokus pada Jeffrey Dahmer (Evan Peters) yang dikenal sebagai monster. Ia merupakan pelaku pelecehan seksual bahkan terhadap anak-anak, pembunuh berdarah dingin karena menghabiskan para korban secara bengis.
Tak hanya membunuh, ia juga mengawetkan bagian tubuh hingga memakan daging korbannya. Dalam periode 1978 dan 1991, Jeffrey Dahmer membunuh 17 pria dewasa dan anak-anak, meski sebagian besar terjadi antara 1987-1991.
Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story dibuat Ryan Murphy bersama Ian Brennan. Selain Evan Peters, serial ini juga dibintangi Richard Jenkins, Molly Ringwald, Niecy Nash, dan Michael Learned.
Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story tayang di Netflix sejak 21 September.
Serial Netflix itu menuai respons positif karena menampilkan kengerian kisah Dahmer yang membunuh 17 laki-laki di AS.
Berdasarkan rating IMDb, Dahmer mendapat rating rata-rata 8,2 dari 10. Torehan itu didapat dari lebih dari 62 ribu penilaian pengguna terhadap serial tersebut.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Selasa (11/10), sekitar 15.124 dari 62.038 orang memberi film tersebut bintang 10. Angka itu sekitar 24,4 persen dari total review dari pengguna.
Sebagian besar pengguna memberikan pujian terhadap akting Evan Peters yang berperan sebagai Jeffrey Dahmer. Bahkan, salah satu penonton mengaku tidak berani menonton Dahmer dalam keadaan gelap karena takut dengan akting mengerikan Peters.
"Evan Peters sebagai Dahmer benar-benar sangat menyeramkan hingga saya harus menyalakan lampu saat menonton. Sungguh menakjubkan bagaimana dia bisa bertransformasi menjadi karakter apa pun," ulasan salah satu pengguna yang diunggah pada 22 September.
"Ini digarap dengan sangat baik dan Evan Peters benar-benar menjadi bintang sebagai Dahmer! Dia mengeksekusi dengan sangat baik hingga saya khawatir dengan kesehatan mentalnya setelah ini," tulis pengguna lain yang diunggah pada 23 September.
"Evan Peters luar biasa dan harus masuk nominasi atas penampilan sempurnanya sebagai Jeffrey Dahmer," tulis ulasan pengguna yang diunggah pada 26 September.
Pujian juga ditujukan kepada Ryan Murphy, kreator Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story. Ia dinilai berhasil mengisahkan kengerian Dahmer dengan brilian.
Penonton juga merasa puas dengan penggambaran Dahmer, meski merasa terganggu selama menyaksikan kengerian si pembunuh berantai. Bahkan, salah satu penonton menjadi mual ketika menonton aksi keji Dahmer.
"Saya benar-benar menjadi mual melihat tindakan kejam yang ditampilkan serial ini. Ryan Murphy tidak menahan diri, dan saya percaya serial ini jadi lebih baik dengan cara tersebut," ulasan pengguna pada 22 September.
"Ini sangat sulit ditonton, tapi benar-benar penggambaran yang sangat baik dari kengerian yang dilakukan oleh Jeffrey Dahmer," tulis pengguna lain pada 24 September.
Namun, Dahmer juga tidak lepas terhadap komentar miring penonton. Terdapat setidaknya 1.384 orang atau 2,2 persen pengguna yang memberikan nilai 1 dari 10.
Lanjut ke sebelah...
Serial Jeffrey Dahmer Dinilai Tak Empati
Serial Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story menuai respons positif karena menampilkan kengerian pembunuh berantai di 17 di AS itu. (Foto: COURTESY OF NETFLIX/)
Sebagian penonton mengkritik jalan cerita Dahmer karena dinilai tidak akurat. Salah satu yang paling disorot adalah penggambaran Glenda Cleveland (Niecy Nash) yang memicu kontroversi.
Dalam serial, Glenda ditampilkan sangat terdampak dari aksi Dahmer karena menjadi tetangga dekat sang pembunuh keji di Milwaukee. Namun, berdasarkan E Online, Glenda Cleveland sejatinya tinggal di gedung berbeda dari Dahmer.
"Bagian terbesar dari cerita tentang Glenda hampir semuanya dibuat-buat. Saya tak masalah dengan drama kecil, tapi ini benar-benar keliru," ulasan pengguna yang diunggah pada 25 September.
"Mereka menambahkan beberapa alur cerita palsu yang benar-benar mengubah aspek tayangan. Glenda Cleveland bahkan tidak tinggal di gedung itu. Dia tinggal di seberang jalan," tulis pengguna lain pada 9 Oktober.
"Dari sudut pandang dokumenter, ini terlalu dangkal dalam hal menyajikan informasi dan mendalami masalah psikologis karakter," tulis pengguna pada 8 Oktober
Tak hanya itu, penonton juga menyoroti keputusan tim produksi dalam mengangkat kisah Dahmer. Mereka menilai serial tersebut tidak berempati terhadap keluarga dari para korban Dahmer.
Salah satu komentar bahkan menilai serial itu hanya mengais keuntungan di atas trauma keluarga korban.
"Lagi-lagi sebuah serial yang memuliakan Dahmer. Sementara itu, keluarga korban menyatakan betapa traumatisnya hal ini bagi mereka," ulasan salah satu penonton yang diunggah pada 1 Oktober.
"Ini benar-benar mencari untung dengan mengorbankan trauma keluarga korban. Tragedi ini bukan hiburan. Dan, jika kalian melihatnya sebagai hiburan, maka kalian tidak memiliki simpati untuk keluarga," kata penonton lain yang diunggah pada 25 September.
Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story berfokus pada Jeffrey Dahmer (Evan Peters) yang dikenal sebagai monster. Ia merupakan pelaku pelecehan seksual bahkan terhadap anak-anak, pembunuh berdarah dingin karena menghabiskan para korban secara bengis.
Tak hanya membunuh, ia juga mengawetkan bagian tubuh hingga memakan daging korbannya. Dalam periode 1978 dan 1991, Jeffrey Dahmer membunuh 17 pria dewasa dan anak-anak, meski sebagian besar terjadi antara 1987-1991.
Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story dibuat Ryan Murphy bersama Ian Brennan. Selain Evan Peters, serial ini juga dibintangi Richard Jenkins, Molly Ringwald, Niecy Nash, dan Michael Learned.
Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story tayang di Netflix sejak 21 September.