Wanda Hamidah, Perempuan Serba Bisa di Dunia Politik hingga Peran
CNN Indonesia
Jumat, 14 Okt 2022 06:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Wanda Hamidah berkiprah di banyak lini pekerjaan berbeda, mulai dari industri hiburan, politik, hukum, hingga jurnalis. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @wanda_hamidah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Wanda Hamidah kembali mencuat usai rumah tinggalnya dikosongkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Kamis (13/10).
Wanda dikenal sebagai politisi, aktivis, aktris, dan juga model. Sehingga, ia berkiprah di banyak lini pekerjaan berbeda, mulai dari industri hiburan, politik, hukum, hingga jurnalis.
Sosok bernama Wanda Hamidah lahir pada 21 September 1977 di Jakarta. Namanya pada awalnya lebih dulu dikenal sebagai seorang model.
Karier Wanda dimulai ketika dirinya terpilih menjadi salah satu Gadis Sampul era 1991. Saat itu, ajang Gadis Sampul merupakan ajang prestisius bagi remaja perempuan yang ingin melanggengkan kariernya di industri hiburan.
Melalui ajang Gadis Sampul, masa muda Wanda pun mulai akrab dengan dunia permodelan. Di sisi lain, Wanda juga dikenal sebagai siswi yang sangat aktif dan vokal dalam menyuarakan pemikirannya.
Setelah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 3 Jakarta, Wanda melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
Dengan kondisi politik Indonesia yang mulai memanas saat itu, Wanda turut terlibat dalam rentetan aksi demonstrasi mahasiswa di Kerusuhan Mei 1998.
Dialektika politik Wanda Hamidah pun mulai terasah. Pada tahun yang sama, ia mendekat dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional. Sejak itu, Wanda mulai aktif berpolitik.
Di sela-sela karier politiknya, gairah tampil di depan layar dari Wanda tak meredup. Pada periode 2000-2002, Wanda menjadi seorang presenter berita di salah satu saluran televisi swasta.
Selain itu, Wanda aktif menyuarakan suara-suara perempuan serta persoalan Hak Asasi Manusia.
Aktivitas itu pula yang membuatnya terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi DKI Jakarta dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.
Pada 2014, Wanda sempat terlibat intrik politik dengan PAN. Ia dipecat setelah terang-terangan mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pilpres tahun itu.
Sikap Wanda bertentangan dengan sikap PAN yang mengusung Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Wanda Hamidah kembali menjajal karier politiknya dengan bergabung ke Partai Nasdem. Pada Pemilu 2019, Wanda kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jakarta Timur, namun tak terpilih.
Lanjut ke sebelah...
Setelah itu, Wanda Hamidah kembali aktif terlibat dalam dunia seni peran.
Pada 2011, ia sempat menjalani debut layar lebar kala bermain di film Pengejar Angin. Setelahnya, ia pernah bermain dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014), Dear Love (2016), dan Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan (2019).
Kiprah akting Wanda tetap produktif ketika pandemi Covid-19 menyerang. Daftar judul film yang diperankan oleh Wanda di tengah pandemi adalah #BerhentidiKamu (2021), Serigala Langit (2021), Atas Nama Surga (2022), hingga Nagih Janji Cinta (2022).
Selain film layar lebar, aktris 45 tahun itu juga bermain dalam beberapa judul serial web dan juga sinetron, bahkan ketika masih pandemi.
Beberapa bulan terakhir, Wanda kerap terlibat dengan urusan hukum. Pada Mei lalu, ia dilaporkan oleh mantan suaminya, Daniel Patrick Schuldt Hadi, ke Polres Metro Depok terkait dugaan perusakan rumah hingga penistaan.
Saat itu, Wanda mengaku telah merusak rumah mantan suaminya krena tidak mengembalikan putranya, Malakai, sesuai dengan perjanjian.
"Anak saya tidak dikembalikan kepada saya sebagai ibu yang mempunyai hak perwalian," ujarnya saat itu.
Per hari ini, Kamis (13/10), Wanda mencak-mencak di media sosial usai diusir dari rumah milik pamannya, Hamid Husen setelah perintah pengosongan oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Wanda mengatakan Hamid merupakan ahli waris dari almarhum Idrus Abubakar yang wafat pada bulan Mei 2012. Menurut dia, almarhum Idrus Abubakar telah menempati rumah di Jalan Citandui Nomor 2, Cikini, Jakarta Pusat, sejak 1962 yang dilanjutkan oleh Hamid.
Wanda mengatakan pengosongan tersebut berdasarkan keterangan yang menyebutkan tanah tersebut dimiliki oleh Japto S Soerjosoemarno sebagaimana sertifikat HGB Nomor 1000Cikini dan Sertifikat HGB Nomor 1001Cikini.
"Yang pada pokoknya memerintahkan Hamid Husen melakukan pengosongan rumah yang ditempati," ujar Wanda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/10).
Nama Wanda Hamidah kembali mencuat usai rumah tinggalnya dikosongkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Kamis (13/10).
Wanda dikenal sebagai politisi, aktivis, aktris, dan juga model. Sehingga, ia berkiprah di banyak lini pekerjaan berbeda, mulai dari industri hiburan, politik, hukum, hingga jurnalis.
Sosok bernama Wanda Hamidah lahir pada 21 September 1977 di Jakarta. Namanya pada awalnya lebih dulu dikenal sebagai seorang model.
Karier Wanda dimulai ketika dirinya terpilih menjadi salah satu Gadis Sampul era 1991. Saat itu, ajang Gadis Sampul merupakan ajang prestisius bagi remaja perempuan yang ingin melanggengkan kariernya di industri hiburan.
Melalui ajang Gadis Sampul, masa muda Wanda pun mulai akrab dengan dunia permodelan. Di sisi lain, Wanda juga dikenal sebagai siswi yang sangat aktif dan vokal dalam menyuarakan pemikirannya.
Setelah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 3 Jakarta, Wanda melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
Dengan kondisi politik Indonesia yang mulai memanas saat itu, Wanda turut terlibat dalam rentetan aksi demonstrasi mahasiswa di Kerusuhan Mei 1998.
Dialektika politik Wanda Hamidah pun mulai terasah. Pada tahun yang sama, ia mendekat dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional. Sejak itu, Wanda mulai aktif berpolitik.
Di sela-sela karier politiknya, gairah tampil di depan layar dari Wanda tak meredup. Pada periode 2000-2002, Wanda menjadi seorang presenter berita di salah satu saluran televisi swasta.
Selain itu, Wanda aktif menyuarakan suara-suara perempuan serta persoalan Hak Asasi Manusia.
Aktivitas itu pula yang membuatnya terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi DKI Jakarta dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.
Pada 2014, Wanda sempat terlibat intrik politik dengan PAN. Ia dipecat setelah terang-terangan mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pilpres tahun itu.
Sikap Wanda bertentangan dengan sikap PAN yang mengusung Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Wanda Hamidah kembali menjajal karier politiknya dengan bergabung ke Partai Nasdem. Pada Pemilu 2019, Wanda kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jakarta Timur, namun tak terpilih.
Lanjut ke sebelah...
Karier Wanda Hamidah di Dunia Peran
Wanda Hamidah berkiprah di banyak lini pekerjaan berbeda, mulai dari industri hiburan, politik, hukum, hingga jurnalis. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @wanda_hamidah)
Setelah itu, Wanda Hamidah kembali aktif terlibat dalam dunia seni peran.
Pada 2011, ia sempat menjalani debut layar lebar kala bermain di film Pengejar Angin. Setelahnya, ia pernah bermain dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014), Dear Love (2016), dan Imperfect: Karier, Cinta, & Timbangan (2019).
Kiprah akting Wanda tetap produktif ketika pandemi Covid-19 menyerang. Daftar judul film yang diperankan oleh Wanda di tengah pandemi adalah #BerhentidiKamu (2021), Serigala Langit (2021), Atas Nama Surga (2022), hingga Nagih Janji Cinta (2022).
Selain film layar lebar, aktris 45 tahun itu juga bermain dalam beberapa judul serial web dan juga sinetron, bahkan ketika masih pandemi.
Beberapa bulan terakhir, Wanda kerap terlibat dengan urusan hukum. Pada Mei lalu, ia dilaporkan oleh mantan suaminya, Daniel Patrick Schuldt Hadi, ke Polres Metro Depok terkait dugaan perusakan rumah hingga penistaan.
Saat itu, Wanda mengaku telah merusak rumah mantan suaminya krena tidak mengembalikan putranya, Malakai, sesuai dengan perjanjian.
"Anak saya tidak dikembalikan kepada saya sebagai ibu yang mempunyai hak perwalian," ujarnya saat itu.
Per hari ini, Kamis (13/10), Wanda mencak-mencak di media sosial usai diusir dari rumah milik pamannya, Hamid Husen setelah perintah pengosongan oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Wanda mengatakan Hamid merupakan ahli waris dari almarhum Idrus Abubakar yang wafat pada bulan Mei 2012. Menurut dia, almarhum Idrus Abubakar telah menempati rumah di Jalan Citandui Nomor 2, Cikini, Jakarta Pusat, sejak 1962 yang dilanjutkan oleh Hamid.
Wanda mengatakan pengosongan tersebut berdasarkan keterangan yang menyebutkan tanah tersebut dimiliki oleh Japto S Soerjosoemarno sebagaimana sertifikat HGB Nomor 1000Cikini dan Sertifikat HGB Nomor 1001Cikini.
"Yang pada pokoknya memerintahkan Hamid Husen melakukan pengosongan rumah yang ditempati," ujar Wanda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/10).