Ragam Review Penonton Black Adam di Indonesia: Laga Oke, Plot Meh
CNN Indonesia
Kamis, 20 Okt 2022 19:17 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Penonton Black Adam di Indonesia menilai film tersebut menyajikan laga yang menarik di tengah plot yang kurang memuaskan. Foto: DC Entertainment via IMDb
Jakarta, CNN Indonesia --
Black Adam menuai beragam respons dari penonton sejak tayang perdana di Indonesia pada Rabu (19/10). Sebagian dari mereka mengaku puas menyaksikan debut Dwayne Johnson di semesta DC Extended Universe (DCEU).
Adegan laga menjadi salah satu aspek yang paling dipuji penonton. Black Adam dianggap berhasil menyajikan tontonan menghibur lewat pertarungan antara Teth-Adam (Dwayne Johnson) dengan Justice Society hingga Sabbac.
Selain itu, penonton juga terkesima dengan sentuhan efek slow-motion dalam beberapa adegan bertarung.
"Film superhero yang tanpa babibu langsung gelut aja, gelut dari awal sampai akhir. Gelutnya keren pula, slo-mo di mana-mana bikin tambah dramatis. Kesannya norak, tapi gue suka," cuit @mantapbayu
"Tidak menyangka #BlackAdam bakal sebagus ini, kirain bakalan so so, ternyata jauh melebihi ekspektasiku. Terutama action sequences yang selevel dengan Man of Steel (2013) + Justice Society of America yang keren banget," tulis @rjprdde.
Beberapa penonton pun adegan-adegan dalam Black Adam punya kemiripan dengan adegan di komik asli. Di sisi lain, aspek visual yang ditampilkan dalam film tersebut juga mendapat respons positif.
Namun, sejumlah pujian itu menyelipkan kritik terhadap struktur cerita Black Adam yang dinilai kurang berkesan. Aspek tersebut dianggap sebagai salah satu kekurangan dari film garapan Jaume Collet-Serra.
"Black adam, the ruler of Kahndaq. DC selalu berhasil bikin scene-scene ikonis yang comic accurate, cerita meh tapi fight scenenya gila," cuit warganet.
"Bagus banget filmnya, walau masih kekurangan dari segi plot cerita, tapi visual, sinematik, dan fightingnya oke abis," tulis akun netizen yang lain.
Lanjut ke sebelah...
Penonton juga menyoroti Justice Society of America, kelompok superhero yang berupaya mencegah aksi brutal Teth-Adam di Kahndaq.
Menurut salah satu netizen, kelompok yang dipimpin Hawkman (Aldis Hodge) itu bukan lawan seimbang bagi Black Adam. Ia juga menyayangkan adegan puncak antara Black Adam melawan Sabbac, sang villain utama, yang dinilai terlalu singkat.
Penonton tak pelak membandingkan Black Adam dengan Shazam! (2019) karena karakter dari film tersebut saling berhubungan. Menurut sejumlah penonton, Shazam! justru menyajikan tontonan yang lebih menghibur dibanding Black Adam.
"Menurut gue Justice Society kurang seimbang lawan si Adam yang over power, terus klimaks-nya sebentar banget, tapi end credits nya wow abis (cuman ada satu end credits)," cuit warganet.
"Satu-satunya yang gw suka dari film Black Adam adalah Doctor Fate. Selebihnya maksa semua," tulis @donpikapdepon.
Black Adam merupakan film terbaru yang menjadi bagian dari semesta DC Extended Universe (DCEU). Film ini mengisahkan Teth-Adam, seorang budak asal Kahndaq yang mendapat kekuatan super dari dewa Mesir.
Ia kemudian dipenjara oleh penyihir kuno bernama Shazam karena tidak mampu mengendalikan diri kala membantu rakyat Kahndaq merdeka.
Di era modern, Teth-Adam dibebaskan pejuang revolusi bernama Adrianna Tomaz (Sarah Shahi) untuk membantu rakyat Kahndaq melawan Intergang. Organisasi kriminal itu kini menjadi penjajah Kahndaq di masa kini.
Kebrutalan Teth-Adam di Kahndaq menarik perhatian Justice Society of America (JSA), organisasi superhero yang bertugas untuk menjaga stabilitas dunia.
JSA lantas berhadapan dengan Teth-Adam dan memintanya untuk menyerahkan diri demi mencegah kebrutalan yang semakin parah. Namun, ia menolak karena merasa bertanggung jawab menjaga Kahndaq dari Intergang.
Black Adam digarap berdasarkan karakter dari komik DC yang pertama kali muncul dalam komik The Marvel Family #1 terbitan Desember 1945. Karakter ini diciptakan Otto Binder dan C. C. Beck.
Film ini digarap sutradara Jaume Collet-Serra dengan naskah yang ditulis Adam Sztykiel, Rory Haines, dan Sohrab Noshirvani. Dwayne Johnson juga bergabung sebagai salah satu produser, bersama dengan Beau Flynn, Hiram Garcia, dan Dany Garcia.
Black Adam tayang di bioskop Indonesia mulai 19 Oktober.