Kanye Bikin Ulah Lagi, Netizen Desak Adidas Setop Kerja Sama Yeezy
CNN Indonesia
Senin, 24 Okt 2022 08:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Dalam podcast Drink Champs, Kanye West mengatakan Adidas seakan-akan "tidak mempermasalahkan" jika ia mengeluarkan komentar anti-Semit. (Foto: TIMOTHY A. CLARY / AFP)
Kini siniar dari kanal Drink Champs telah dihapus mengikuti komentar kontroversial Kanye West. Dalam siniar yang sama, mantan suami Kim Kardashian itu berkomentar terhadap penyebab kematian George Floyd.
West mengklaim bahwa obat fentanil menjadi penyebab kematian George Floyd, bukan kebrutalan polisi.
"Jika kalian lihat (videonya), lutut pria itu (Derek Chauvin) bahkan tidak di leher (George Floyd)," kata Kanye West dalam siniar tersebut, seperti dikutip dari NME.
Selain itu, West juga merasa telah masuk daftar hitam atau blacklist oleh "media Yahudi". Ia merasa pihak-pihak tersebut sudah enggan meliput dirinya.
"Mereka memblokir saya. Media Yahudi mem-blacklist saya," ujarnya. "Ini sungguhan. Saya benar, kan? Saya benar, kalian mengerti kan?"
Atas komentar-komentar kontroversial Kanye West, Adidas belum menentukan langkah yang tegas terhadap kerja sama kedua pihak itu untuk merek Yeezy.
Beberapa waktu lalu, Adidas mengatakan sedang meninjau kerja samanya dengan West setelah rapper itu West merilis kaus bertuliskan "White Lives Matter" di Paris Fashion Week.
Di pertunjukan bertajuk YZY SZN 9 itu, ia mengenakan kaus bertuliskan 'White Lives Matter'.
Dalam sebuah pernyataan, Adidas menyebut kemitraan dengan Yeezy sebagai salah satu kolaborasi paling sukses. Namun, kemitraan yang sukses berakar dari rasa saling menghormati dan ada nilai bersama yang dijunjung.
"Setelah upaya berulang kali untuk menyelesaikan situasi secara pribadi, kami telah mengambil keputusan untuk menempatkan kemitraan dalam peninjauan. Kami akan terus mengelola bersama produk terkini selama periode ini," ungkap jenama dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Entertainment Tonight.
Rupanya, West tidak tinggal diam. Seperti dikutip dari TMZ, ia langsung terjun ke Instagram pribadinya dan menyebut Adidas telah 'memperkosa dan mencuri desain' miliknya. Namun, unggahan ini sudah hilang dari akunnya.
Wawancara Kanye West dengan Drink Champs kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu yang disorot adalah ketika rapper itu mengatakan jenama Adidas seakan-akan "tidak mempermasalahkan" jika Kanye West melontarkan komentar anti-Semit.
"Masalahnya dengan Adidas, aku bisa bicara tentang anti-Semit dan Adidas tidak dapat menghentikan saya. Mau apa lagi sekarang? Mau apa?" kata Kanye West dalam siniar tersebut.
Komentar tersebut memicu sebuah aksi dari kalangan anti-Semit di Los Angeles, AS. Dikutip dari Los Angeles Times yang terbit pada Minggu (23/10), sebuah kelompok memberikan hormat Nazi di atas jalan layang 405 Freeway.
Mereka berdiri di belakang spanduk yang bertuliskan "Kanye benar tentang orang-orang Yahudi".
Sam Yebri, seorang pengacara dan mantan anggota dewan Anti-Defamation League, mengatakan bahwa spanduk yang dipasang oleh kalangan anti-Semit itu "bukan sekadar kata-kata".
"Jelas ada hubungan dengan supremasi kulit putih dan gerakan neo-Nazi," ujar Sam Yebri.
Selain itu, lanjut Yebri, ada beberapa peristiwa anti-Semit lainnya yang terjadi di Los Angeles beberapa waktu terakhir. Warga setempat disebut mendapat selebaran yang ditaruh di rumah dan mobil yang berisikan kalimat-kalimat rasisme dan teori konspirasi tentang orang Yahudi dan LGBTQ.
Imbas dari komentar Kanye West dan aksi anti-Semit di Los Angeles, netizen semakin mendorong Adidas untuk menghentikan kerja samanya dengan Kanye West untuk merek Yeezy.
Mereka menilai Adidas merupakan pendukung Nazi dan anti-Semit dan aksi-aksi dari kalangan tersebut membahayakan.
"Kanye West adalah seorang anti-Semit. Kata-katanya secara langsung berkontribusi pada kekerasan terhadap orang Yahudi di seluruh dunia. Sudah cukup bagi @adidas untuk #dropkanye," tulis akun @AaronParnas di Twitter.
"@adidas harus membatalkan Kanye West segera. Dia membahayakan keamanan kota kita. Diam berarti adanya keterlibatan," kata akun atas nama Andrew D. Lewis.
Dalam podcast Drink Champs, Kanye West mengatakan Adidas seakan-akan "tidak mempermasalahkan" jika ia mengeluarkan komentar anti-Semit. (Foto: Getty Images via AFP/BRAD BARKET)
Kini siniar dari kanal Drink Champs telah dihapus mengikuti komentar kontroversial Kanye West. Dalam siniar yang sama, mantan suami Kim Kardashian itu berkomentar terhadap penyebab kematian George Floyd.
West mengklaim bahwa obat fentanil menjadi penyebab kematian George Floyd, bukan kebrutalan polisi.
"Jika kalian lihat (videonya), lutut pria itu (Derek Chauvin) bahkan tidak di leher (George Floyd)," kata Kanye West dalam siniar tersebut, seperti dikutip dari NME.
Selain itu, West juga merasa telah masuk daftar hitam atau blacklist oleh "media Yahudi". Ia merasa pihak-pihak tersebut sudah enggan meliput dirinya.
"Mereka memblokir saya. Media Yahudi mem-blacklist saya," ujarnya. "Ini sungguhan. Saya benar, kan? Saya benar, kalian mengerti kan?"
Atas komentar-komentar kontroversial Kanye West, Adidas belum menentukan langkah yang tegas terhadap kerja sama kedua pihak itu untuk merek Yeezy.
Beberapa waktu lalu, Adidas mengatakan sedang meninjau kerja samanya dengan West setelah rapper itu West merilis kaus bertuliskan "White Lives Matter" di Paris Fashion Week.
Di pertunjukan bertajuk YZY SZN 9 itu, ia mengenakan kaus bertuliskan 'White Lives Matter'.
Dalam sebuah pernyataan, Adidas menyebut kemitraan dengan Yeezy sebagai salah satu kolaborasi paling sukses. Namun, kemitraan yang sukses berakar dari rasa saling menghormati dan ada nilai bersama yang dijunjung.
"Setelah upaya berulang kali untuk menyelesaikan situasi secara pribadi, kami telah mengambil keputusan untuk menempatkan kemitraan dalam peninjauan. Kami akan terus mengelola bersama produk terkini selama periode ini," ungkap jenama dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Entertainment Tonight.
Rupanya, West tidak tinggal diam. Seperti dikutip dari TMZ, ia langsung terjun ke Instagram pribadinya dan menyebut Adidas telah 'memperkosa dan mencuri desain' miliknya. Namun, unggahan ini sudah hilang dari akunnya.