Jakarta, CNN Indonesia -- Spire Entertainment mengumumkan CEO perempuan yang diduga melakukan kekerasan kepada OMEGA X telah mengundurkan diri. Dalam keterangan resmi, agensi juga kembali meminta maaf kepada sang artis, pihak keluarganya, dan fan.
"Spire Entertainment akan bertanggung jawab atas permasalahan ini. CEO yang menyebabkan kejadian tidak menyenangkan saat tur telah mengundurkan diri sendiri dari perusahaan," keterangan agensi seperti diberitakan Chosun Biz, Senin (7/11).
"Lebih dari segalanya, kami menunduk meminta maaf kepada fan yang telah menyayangi OMEGA X, termasuk kepada para member dan orang tua mereka yang tersakiti karena permasalahan ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan tertulis tersebut, mereka juga menyatakan tidak bakal menghindari kritik dan saran yang diberikan fan. Agensi berjanji akan mempertimbangkan itu semua untuk mencapai hal yang terbaik.
"Sekaligus memastikan hal seperti itu tidak terjadi lagi," kata agensi.
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mencegah OMEGA X mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan seperti itu lagi dan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk mereka sebagai seniman seiring komunikasi kami bersama para member."
Sebelumnya, CEO agensi OMEGA X dikabarkan melakukan kekerasan kepada member boyband tersebut ketika mereka sedang melakukan konser di AS. Semua bermula dari seorang fan mengunggah rekaman suara yang diduga menjadi awal dari kekerasan itu.
Dalam rekaman suara yang diunggah terdengar suara perempuan yang diduga CEO agensi OMEGA X sedang berteriak.
"Apa yang telah kamu perbuat kepada saya? Ketika saya sedang kesusahan apakah dia pernah membantu saya?" tutur perempuan itu dengan nada tinggi.
Lanjut ke sebelah...
CEO Agensi Bantah Lakukan Kekerasan pada Omega X
Spire Entertainment mengumumkan CEO perempuan yang diduga melakukan kekerasan kepada OMEGA X telah mengundurkan diri. Foto: (SPIRE Entertainment via Twitter @OmegaX_official)
Seorang laki-laki terdengar menjawab pertanyaan itu. Namun, perempuan tersebut berteriak, "Kamu pikir kamu siapa?!"
"Tapi dia sudah hampir pingsan," jawab laki-laki itu lagi.
"Saya pernah pingsan!" saut perempuan itu dengan nada tinggi lagi.
Tak lama setelah itu terdengar suara kencang diduga berasal dari seseorang yang jatuh. Seseorang yang lain terdengar kaget karena hal itu.
"Bangun," ucap perempuan tersebut.
Seseorang yang lain kemudian terdengar menanyakan hal yang terjadi di sana. Jelang akhir rekaman, terdengar jelas suara orang menangis pada saat yang perempuan itu terus berbicara.
Rekaman suara itu merupakan satu dari beberapa hal yang diduga jadi bukti kekerasan CEO agensi kepada OMEGA X. Pada awal Oktober 2022, satu netizen mengklaim bahwa ibunya telah menyaksikan seorang perempuan terus membentak OMEGA X saat berada di Chile.
Pada Senin (24/10), media lokal SBS mengunggah video yang diduga menampilkan kekerasan verbal CEO agensi kepada OMEGA X setelah menyelesaikan konser di Los Angeles, kota terakhir tur dunia mereka pada 22 Oktober. SBS menyebut CEO itu bermarga Kang.
Pada Senin (24/10), media lokal SBS mengunggah video yang diduga menampilkan kekerasan verbal CEO agensi kepada OMEGA X setelah menyelesaikan konser di Los Angeles, kota terakhir tur dunia mereka pada 22 Oktober. SBS menyebut CEO itu bermarga Kang.
[Gambas:Video CNN]