Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu kisah kontroversial yang diangkat dalam The Crown Season 5 adalah soal Tampongate atau Camillagate, alias percakapan intim dan dewasa melalui telepon antara Charles dan Camilla yang terbongkar.
Kisah tersebut tertuang dalam episode lima, The Way Ahead, dan menggambarkan bagaimana percakapan Charles (Dominic West) dan Camilla (Olivia Williams) direkam diam-diam untuk kemudian dijual ke tabloid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut cerita sebenarnya dari Tampongate.
Waktu Kejadian
Percakapan antara Charles dan Camilla itu sebenarnya terjadi pada Desember 1989. Kala itu, Charles yang masih bergelar Prince of Wales tengah mempersiapkan pidato untuk dibacakan di University of Oxford.
Isi pidato itu sendiri bertema soal mengajar bahasa Inggris di sekolah. Topik tersebut dinilai begitu membuat Kerajaan khawatir.
New York Times kala itu menyebut Charles mengkritik bagaimana orang Inggris bertutur bahasa Inggris dan mengeluhkan "masalah fundamental" soal bagaimana bahasa Inggris diajarkan di sekolah.
Konon saat itu Charles menelpon Camilla saat ia mengunjungi kediaman Anne Grosvenor, Duchess of Westminster. Sementara Camilla sedang berada di rumahnya bersama sang suami, Andrew Parker Bowles.
 Salah satu tabloid yang memberitakan percakapan dewasa antara Charles dan Camilla pada Januari 1993. (AFP/ RICK RYCROFT) |
Isi Percakapan
Awalnya, Charles benar-benar menelpon Camilla untuk membahas pidato tersebut. Namun seiring dengan waktu, keduanya saling menggoda satu sama lain. Ini adalah percakapan yang paling terkenal dari skandal itu:
Camilla: Mmmm, aku juga. Aku butuh kamu sepanjang minggu. Setiap saat.
Charles: Ya Tuhan. Aku akan tinggal di dalam celana kamu, atau apalah. Itu akan jauh lebih mudah!
Camilla: Kamu akan berubah menjadi apa, celana dalam? ...Oh, kamu, kamu akan kembali sebagai celana dalam!
Charles: Atau, amit-amit, Tampax [merk tampon]! Sudah nasib!
Camilla: Kamu benar-benar bodoh! Oh, ide yang bagus!
Charles: Nasib aku dibuang ke kamar kecil dan terus berputar, berputar-putar di atas, tidak pernah turun.
Camilla: Oh, sayang..!
Charles: Sampai yang berikutnya datang.
Camilla: Oh, mungkin kamu bisa kembali sebagai kotak.
Charles: Kotak macam apa?
Camilla: Sekotak Tampax, jadi kamu bisa terus ada.
Charles: Itu betul.
Bocor ke Publik
Ketika direkam diam-diam pada 1989, panggilan tersebut tidak langsung dibocorkan oleh media. Baru pada 1993 rekaman tersebut dipublikasikan.
Menurut The Mirror, transkrip dari percakapan tersebut dipublikasikan oleh People pada Januari 1993, hanya sebulan setelah Charles dan Diana mengumumkan perpisahan pada Desember 1992.
"Rekaman itu mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh kerajaan karena keduanya masih menikah pada saat percakapan," tulis The Mirror dalam laporannya.
"Itu juga memicu perceraian Camilla dari Andrew Parker Bowles karena membuat posisinya sebagai suami Duchess of Cornwall tidak dapat dipertahankan meskipun ketiganya tetap berteman." lanjut laporan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Charles Begitu Malu ke Ratu
Skandal telepon itu juga memicu perceraian Camilla dari Andrew Parker Bowles karena membuat posisinya sebagai suami Duchess of Cornwall tidak dapat dipertahankan. (dok. Netflix)
Menurut ET, percakapan yang bocor tersebut juga berdampak panjang kepada Charles, menurut penulis Charles - The Man Who Will Be King, Howard Hodgson.
"Charles masih begitu malu atas keadaan memalukan yang ia timbulkan pada ibunya, sangat menyesal atas rasa sakit yang muncul karenanya dan kepada anak-anak Camilla," tulis Hodgson.
Diana pun mengetahui soal pemberitaan itu dan merasa jijik dengan percakapan tersebut dan menyebutnya sebagai "sakit".
Namun Diana kemudian juga menjadi target pembongkaran skandal percakapan saat ia berbincang dengan James Gilbey, yang dikenal sebagai skandal Squidygate, pada 1992.
 Elizabeth Debicki sebagai Putri Diana dalam The Crown Season 5.: (Arsip Netflix) |
Kata Para Pemain The Crown
Dalam sebuah wawancara dengan Entertainment Weekly sebelum The Crown Season 5 rilis, Dominic West mengisahkan saat dirinya harus memainkan adegan soal skandal tersebut.
"Saya ingat berpikir itu sesuatu yang sangat mesum dan amat, amat memalukan [pada masa itu]," kata West.
"Melihatnya lagi, dan harus memainkannya, apa yang disadari adalah bahwa kesalahannya bukan pada dua orang ini, dua kekasih, yang sedang melakukan percakapan pribadi," lanjutnya.
"Apa yang benar-benar [jelas sekarang] adalah bagaimana invasif dan menjijikkan sorotan pers untuk hal itu, bahwa mereka mencetaknya kata demi kata dan Anda dapat menghubungi nomor dan mendengarkan rekaman yang sebenarnya," kata West.
"Saya pikir itu membuat saya sangat bersimpati terhadap mereka berdua dan apa yang telah mereka lalui." lanjutnya.
Senada dengan West, Olivia Williams bahkan mengatakan kepada Entertainment Tonight ia merasa percakapan itu sejatinya hanyalah candaan belaka.
"Hal yang paling saya rasakan setelah membaca transkrip dan naskahnya adalah mereka bercanda. Itu lelucon. Ini adalah lelucon yang mengejek diri sendiri," kata Williams.
"Ini mungkin bukan selera humor orang kebanyakan, tetapi cara itu ditempatkan sebagai semacam fantasi seksual, adalah tidak mewakili apa yang dikatakan dan apa yang terjadi dalam percakapan yang sesungguhnya." lanjutnya.