Kru Minta Maaf Pakai Foto Rose BLACKPINK di Justice in the Dark
CNN Indonesia
Rabu, 22 Feb 2023 14:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kru drama China Justice in the Dark minta maaf karena pakai foto Rose BLACKPINK dalam adegan sebagai hostess atau pramuria. (YG Entertainment via Twitter @ygent_official)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kreator drama Chinameminta maaf karena menggunakan foto RoséBLACKPINK. Pada Selasa (21/2), tim drama Justice in the Dark meminta maaf kepada Rose BLACKPINK dan seluruh fan karena hal itu.
"Foto itu sebuah kesalahan karena kelalaian tim produksi kami dan sangat jelas memberikan dampak buruk pada identitas Rose," kata tim produksi seperti diberitakan Global Times.
Dalam episode 3 Justice in the Dark, Luo Weizhao (Fu Xinbo) sedang melakukan penyelidikan di sebuah tempat karaoke. Ia mencari sosok yang diduga berhubungan dengan kurir yang jadi korban pembunuhan.
Saat berada di sana, Luo Weizhao disambut dan diminta untuk memilih pramuria yang diinginkan. Pada saat itu lah, berdasarkan tangkapan layar yang beredar di media sosial, terdapat foto Rose BLACKPINK di antaranya.
Dalam adegan itu, foto Rose BLACKPINK tampak telah diedit sedemikian rupa bersama dengan foto perempuan lainnya.
"Foto-foto ini sudah diedit banget sampai enggak bisa dikenali lagi. Apakah ada yang terlihat dalam keadaan normal," kata Luo Weizhao dalam adegan itu.
Namun, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu (22/2), adegan yang menampilkan foto Rose BLACKPINK tak ada lagi dalam platform streaming versi internasional.
Lanjut ke sebelah...
Kru Minta Maaf Pakai Foto Rose BLACKPINK di Justice in the Dark
Kru drama China Justice in the Dark minta maaf karena pakai foto Rose BLACKPINK dalam adegan sebagai hostess atau pramuria. (Youku)
Justice in the Dark menceritakan Pei Su (Zhang Xincheng), orang kaya raya yang eksentrik dan seorang detektif polisi, Luo Weizhao (Fu Xinbo) dalam memecahkan kasus yang sama.
Semua bermula ketika begitu banyak pembunuhan dalam beberapa hari terakhir, salah satunya adalah seorang kurir. Namun, pembunuhan kurir itu ternyata malah mengantarkan mereka ke permasalahan gembong narkoba hingga perdagangan manusia.
Justice in the Dark bukan jadi yang pertama menggunakan foto artis. Pada 2021, drama Who is the Murderer menggunakan foto Song Qian atau Victoria f(x) sebagai salah satu korban pembunuhan random.
Orang dalam industri hiburan mencatat hal itu selain pelanggaran hak cipta, juga dapat merusak reputasi individu jika acara tersebut memodifikasi foto orang tersebut melalui photoshop atau cara lain.
Acara TV terkadang membutuhkan foto banyak orang untuk orang yang sudah meninggal, terutama dalam drama thriller.
"Dalam hal ini, kru film sering memotret diri mereka sendiri dan mem-photoshop mereka," kata orang dalam dunia hiburan yang berbasis di Beijing kepada Global Times.
Lü Xin, seorang pengacara yang berbasis di Shanghai, mengatakan bahwa menurut hukum perdata China, setiap organisasi yang mencari keuntungan yang menggunakan gambar seseorang tanpa persetujuannya melanggar hak cipta.
"Tetapi kompensasi tidak selalu diperlukan, karena pelanggaran hak cipta dapat diselesaikan hanya dengan permintaan maaf," kata Lü.