Jakarta, CNN Indonesia -- BLACKPINK WORLD TOUR [BORN PINK] JAKARTA bagi saya menjadi ajang pembuktian Jisoo, Rose, Jennie, dan Lisa yang kini telah menyandang status bintang dunia.
Girl group ini telah bertransformasi menjadi idola kelas dunia, terbukti dengan tur ambisius yang menyambangi banyak negara di berbagai benua. BLINK, sebutan fan mereka, juga semakin berlipat ganda selama dua tahun masa pandemi.
Tur dunia itu akhirnya mampir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (11/3). Ekspektasi saya tinggi karena girl group ini sudah berkembang pesat dibanding terakhir kali mereka manggung di Indonesia pada 2019 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu per satu pertaruhan itu kemudian berusaha dibuktikan, mulai dari keamanan dan kenyamanan yang menjadi aspek penting dalam sebuah konser belakangan ini.
Promotor bagi saya sanggup memanfaatkan kompleks GBK sehingga tak ada penumpukan massa yang signifikan.
Penonton, sejauh pengamatan saya, juga merasa aman dari awal hingga konser berakhir. Tidak ada kejadian buruk seperti yang sempat menjadi momok di media sosial beberapa waktu lalu.
Sekitar pukul 18.00 WIB, saya mendapat giliran masuk ke stadion utama GBK. Pemandangan stadion ini sudah disulap menjadi arena konser yang siap dipenuhi lautan BLINK.
Lebih dari separuh tribun stadion secara cepat terisi penonton. Ratusan usher dan tim medis tampak disebar untuk mengarahkan penonton menuju kursi masing-masing.
Di tengah lapangan, penonton kategori VIP dan Platinum juga telah bersiap menyambut BLACKPINK dari jarak yang lebih dekat.
Setiap sudut stadion ini sesungguhnya cukup sesuai dengan angan-angan saya. Namun sayangnya, dua panel videotron yang terpasang di sisi panggung menjadi catatan pertama bagi konser ini.
Panel itu cenderung kecil untuk konser di stadion, padahal konser tersebut membutuhkan sajian visual yang memadai termasuk bagi penonton di tribune paling atas.
Meski begitu, saya mencoba tak ambil pusing dan tetap menantikan BLACKPINK secara antusias. Usai menunggu lebih dari satu jam, akhirnya konser ini menunjukkan isyarat segera dimulai.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Secuplik video pembuka kemudian diputar di layar panggung, diikuti lampu arena konser yang dipadamkan.
Tribune penonton berubah menjadi lautan pink berkat pendar lightstick BLACKPINK yang menyala. Gemuruh makin terasa kala BLINK bersorak menyaksikan keempat member naik ke atas panggung.
Saya sempat terkesima melihat suguhan pembuka yang memukau lewat How You Like That dan Pretty Savage. Dua nomor pertama itu menjadi api yang dengan cepat membakar sumbu semangat BLINK.
BLACKPINK terlihat menawan dengan kostum berwarna senada, yakni putih dan corak emas. Kostum ini menyempurnakan aksi member yang bernyanyi dan menari di atas panggung.
Usaha optimal dan jor-joran juga tampak dilakukan oleh iMe Indonesia selaku promotor, lewat panggung dengan instalasi memukau, seolah ingin menunjukkan taji konser berskala stadion.
Upaya itu ditambah elemen pendukung lain, seperti permainan lighting dan visual videotron, hingga efek percikan api dan confetti.
Pertunjukan kemudian berlanjut dengan Whistle, salah satu single debut girl group itu. BLINK tentu saja tidak butuh sontekan untuk ikut bernyanyi dan sesekali mengikuti koreografi Lisa, Rose, Jennie, dan Jisoo.
Lanjut ke sebelah...
Catatan Konser BLACKPINK di GBK
Konser BLACKPINK di Jakarta menjadi pembuktian predikat bintang dunia bagi girl group itu yang disertai beberapa catatan. (YG Entertainment)
Usai tiga lagu pertama, mereka sempat berbincang ringan di hadapan BLINK. Rose dan Lisa yang paling dominan selama sesi jeda itu berbicara soal rasa gembira bisa berjumpa para penggemar hingga curhat merasakan cuaca panas Jakarta.
Suguhan BLACKPINK masih terus berlanjut dengan membawakan single-single hit yang sudah akrab di telinga penggemar, Don't Know What to Do dan Lovesick Girls, dinyanyikan sebelum berganti kostum.
Tak lama berselang, giliran Kill This Love, Crazy Over You, dan Playing With Fire yang menggema di arena konser. Euforia BLINK masih begitu tinggi, bahkan ketika single lain seperti Tally dan Pink Venom dinyanyikan.
Meski demikian, saya juga tak bisa abai ketika menyaksikan member harus berkutat dengan kendala yang mereka alami di atas panggung.
Saya tak tahu sumber dari kendala itu berasal dari urusan teknis atau persoalan lain. Namun, momen tersebut sempat memicu distraksi karena terjadi lebih dari sekali.
Beberapa momen lain juga menunjukkan member terlihat kurang prima dalam beraksi. Beruntung, mereka bisa mengatasi hal itu sebaik mungkin.
Penampilan mereka pun cenderung lebih mulus ketika menapaki separuh akhir pertunjukan, seperti ketika setiap member tampil sebagai solois secara bergiliran.
Jisoo menjadi pembuka dengan membawakan Liar, cover dari single hit Camila Cabello. Jennie dan Rose menyusul dengan menyanyikan proyek solo masing-masing.
Lisa kemudian menjadi penampil terakhir dengan membawakan Lalisa dan Money. Ia sukses menutup rangkaian pertunjukan solo itu dengan apik berkat dua single yang begitu hit secara global.
Girl group itu kembali tampil berempat ketika Shut Down dan Typa Girl dari album Born Pink (2022) mengalun di atas panggung. Penampilan ini semakin ciamik dengan pergerakan kamera yang seirama dengan entakan drum dan koreografi member.
Band pengiring juga menyempurnakan aksi BLACKPINK. Mereka begitu berjasa dalam konser ini karena tak hanya menjadi pengiring, tetapi juga memberikan nyawa bagi setiap lagu.
Mengusung konsep live band dalam setiap konser, bagi saya, menjadi keunggulan BLACKPINK serta pernyataan tegas bahwa grup ini punya materi musik yang tak murahan.
Pertunjukan ditutup dengan Ddu-Ddu Ddu-du dan Forever Young, kemudian berlanjut dengan Yeah Yeah Yeah dan As If It's Your Last yang dibawakan saat encore.
Konser ini berakhir sekitar pukul 21.20 WIB, nyaris dua jam dari penampilan pembuka.
Hemat saya, hari pertama BLACKPINK WORLD TOUR [BORN PINK] JAKARTA menjadi bukti status bintang dunia memang sudah menjadi milik Jisoo, Rose, Lisa, dan Jennie.
Namun, predikat itu juga berkaitan erat dengan ekspektasi tinggi terhadap BLACKPINK, terlebih lagi konser tersebut jadi kali pertama bagi girl group tersebut tampil dengan skala stadion di Indonesia.
Hal itu pula yang memicu sederet pekerjaan rumah dari konser kali ini, terutama bagi promotor untuk benar-benar memastikan visual, sound, bahkan penertiban tempat duduk sehingga penonton semua kategori bisa menikmati penampilan idola dengan maksimal.