Meski zaman sudah masuk ke era digital, sandiwara radio atau audio masih bisa dinikmati, terutama di platform digital. (Plixs/splitshire)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meski zaman sudah masuk ke era digital, sandiwara radio atau audio masih bisa dinikmati, terutama di platform digital. Kisahnya pun beragam, mulai dari balada keseharian hingga horor.
Sandiwara audio ini sebenarnya bukan barang baru. Dulu, dekade '70 hingga '80-an, sandiwara jenis ini dikenal sebagai sandiwara radio lantaran medium radio populer pada saat itu.
Beberapa sandiwara radio yang legendaris di antaranya Saur Sepuh yang ditulis oleh Niki Kosasih, Tutur Tinular, Catatan si Boy, sampai Mak Lampir. Bahkan kisah-kisah ini kemudian diangkat menjadi film dan sinetron.
Tren sandiwara radio sempat menurun saat sinetron dan stasiun televisi swasta jadi favorit baru masyarakat. Namun kini, di era digital, sandiwara ini kembali hit seiring dengan kebebasan kreator menggunakan platform digital yang memudahkan akses ke pengguna.
Berikut beberapa rekomendasi sandiwara audio yang dapat dinikmati lewat platform digital.
1. Balada Cerita Ramadhan
Balada Cerita Ramadhan awalnya program unggulan Prambors FM. Sandiwara audio ini mengangkat kisah keseharian mulai dari romansa, komedi, keluarga hingga horror.
Sandiwara radio ini hadir setiap tahun. Saat ini, Balada Cerita Ramadhan dapat didengar dari empat radio. Selain Prambors, Delta FM, Bahana FM dan Female Radio juga turut menayangkan sandiwara audio tersebut.
Ramadhan tahun ini, Balada Cerita Ramadhan memasuki season 2 dan mengundang beberapa artis ternama juga untuk mengisi peran.
Mereka yang turut meramaikan sandiwara audio ini adalah Dwi Sasono, Umay Shahab, Della Dartian, Nino Kayam, Dustin Tiffani, Twinda Rarasati, dan Ayu Dyah Pasha.
Tak harus membawa atau punya radio untuk bisa mendengarkan sandiwara radio ini. Meski disebut sandiwara radio, sandiwara ini bisa didengar lewat website resmi mereka.
Nightmare Side merupakan salah satu sandiwara audio yang paling lama mengudara di radio. Nightmare Side ditulis oleh Rizaldi dan ditayangkan di Ardan FM Bandung sejak 1992.
Sandiwara audio mengangkat kisah kisah horror dan jurban legend dengan latar lokal di Bandung. Salah satu pentolan dari sandiwara radio ini adalah Risa Saraswati. Nightmare Side tayang setiap malam Jumat mulai jam 22.00 sampai 00.00 WIB di Ardan Fm Bandnung.
Series sandiwara radio Nightmare Side yang telah tayang masih bisa diputar ulang. Sebab Rizaldi dengan rapi menyimpan arsip rekaman sandiwara radio itu di blog pribadinya.
Lanjut ke sebelah...
3. Do You See What I See
Do You See What I See (DYSWIS) berisikan kumpulan cerita horor yang dikurasi oleh Rizky Adi Nugroho alias Mizter Popo. Ia menerima berbagai cerita horor yang dikisahkan lewat audio.
Sandiwara audio ini pertama kali dirilis di Spotify pada 2018 lalu. Do You See What I See menjadi salah satu podcast yang menduduki peringkat top di platform tersebut.
Cerita yang diangkat berbagai jenis hantu lokal dan ada juga yang lintas negara. Sampai saat ini Do You See What I See sudah memiliki cerita 989. Sandiwara audio ini masih bisa didengar di platform Spotify.
Sandiwara audio ini diproduksi oleh kanal podcast Rapot yang digawangi oleh para penyiar radio Nastasha Abigail, Reza Chandika, Ankatama Ruyatna, dan Radhini Aprilya.
Mau Gak Mau rilis perdana pada 2020 dan menghasilkan 30 episode. Kali ini, sandiwara audio dirilis setiap hari sekaligus menjadi hiburan ngabuburit selama bulan puasa. Cerita yang diangkat kisah ringan sehari hari dengan pembawaan pop culture.
Hingga saat ini, Mau Gak Mau sudah mengeluarkan 13 episode. Ada empat sutradara yang turun di sandiwara audio Mau Gak Mau ramadhan ini yaitu Naya Anindita, Sigi Wimala, Tumpal Tampubolon, dan satu podcaster mereka Reza Chandika.
Presenter senior Najwa Shihab sampai penyanyi Kunto Aji dan Yura Yunita juga hadir menjadi kolaborator dalam podcast mereka. Mau Gak Mau dapat didengar di Spotify.
Podcast sandiwara audio ini berkisah tentang dua orang cowok bernama Muklis dan Joni yang selalu punya pengalaman horor ke manapun mereka pergi. Sober Bang ditulis oleh Dwiki Gemilang. Perdana dirilis pada Juni 2022 di platform NOISE.
Cerita horor dalam sandiwara audio ini lebih mantap dinikmati dengan menggunakan earphone. Latar suara yang disuguhkan, membuat cerita horornya terasa hidup. Sandiwara audio ini masih bisa didengar di NOISE.
Jakarta, CNN Indonesia --
Meski zaman sudah masuk ke era digital, sandiwara radio atau audio masih bisa dinikmati, terutama di platform digital. Kisahnya pun beragam, mulai dari balada keseharian hingga horor.
Sandiwara audio ini sebenarnya bukan barang baru. Dulu, dekade '70 hingga '80-an, sandiwara jenis ini dikenal sebagai sandiwara radio lantaran medium radio populer pada saat itu.
Beberapa sandiwara radio yang legendaris di antaranya Saur Sepuh yang ditulis oleh Niki Kosasih, Tutur Tinular, Catatan si Boy, sampai Mak Lampir. Bahkan kisah-kisah ini kemudian diangkat menjadi film dan sinetron.
Tren sandiwara radio sempat menurun saat sinetron dan stasiun televisi swasta jadi favorit baru masyarakat. Namun kini, di era digital, sandiwara ini kembali hit seiring dengan kebebasan kreator menggunakan platform digital yang memudahkan akses ke pengguna.
Berikut beberapa rekomendasi sandiwara audio yang dapat dinikmati lewat platform digital.
1. Balada Cerita Ramadhan
Balada Cerita Ramadhan awalnya program unggulan Prambors FM. Sandiwara audio ini mengangkat kisah keseharian mulai dari romansa, komedi, keluarga hingga horror.
Sandiwara radio ini hadir setiap tahun. Saat ini, Balada Cerita Ramadhan dapat didengar dari empat radio. Selain Prambors, Delta FM, Bahana FM dan Female Radio juga turut menayangkan sandiwara audio tersebut.
Ramadhan tahun ini, Balada Cerita Ramadhan memasuki season 2 dan mengundang beberapa artis ternama juga untuk mengisi peran.
Mereka yang turut meramaikan sandiwara audio ini adalah Dwi Sasono, Umay Shahab, Della Dartian, Nino Kayam, Dustin Tiffani, Twinda Rarasati, dan Ayu Dyah Pasha.
Tak harus membawa atau punya radio untuk bisa mendengarkan sandiwara radio ini. Meski disebut sandiwara radio, sandiwara ini bisa didengar lewat website resmi mereka.
Nightmare Side merupakan salah satu sandiwara audio yang paling lama mengudara di radio. Nightmare Side ditulis oleh Rizaldi dan ditayangkan di Ardan FM Bandung sejak 1992.
Sandiwara audio mengangkat kisah kisah horror dan jurban legend dengan latar lokal di Bandung. Salah satu pentolan dari sandiwara radio ini adalah Risa Saraswati. Nightmare Side tayang setiap malam Jumat mulai jam 22.00 sampai 00.00 WIB di Ardan Fm Bandnung.
Series sandiwara radio Nightmare Side yang telah tayang masih bisa diputar ulang. Sebab Rizaldi dengan rapi menyimpan arsip rekaman sandiwara radio itu di blog pribadinya.
Lanjut ke sebelah...
Rekomendasi Sandiwara Audio di Platform Digital
Meski zaman sudah masuk ke era digital, sandiwara radio atau audio masih bisa dinikmati, terutama di platform digital. (chunchun/Pixabay)
3. Do You See What I See
Do You See What I See (DYSWIS) berisikan kumpulan cerita horor yang dikurasi oleh Rizky Adi Nugroho alias Mizter Popo. Ia menerima berbagai cerita horor yang dikisahkan lewat audio.
Sandiwara audio ini pertama kali dirilis di Spotify pada 2018 lalu. Do You See What I See menjadi salah satu podcast yang menduduki peringkat top di platform tersebut.
Cerita yang diangkat berbagai jenis hantu lokal dan ada juga yang lintas negara. Sampai saat ini Do You See What I See sudah memiliki cerita 989. Sandiwara audio ini masih bisa didengar di platform Spotify.
Sandiwara audio ini diproduksi oleh kanal podcast Rapot yang digawangi oleh para penyiar radio Nastasha Abigail, Reza Chandika, Ankatama Ruyatna, dan Radhini Aprilya.
Mau Gak Mau rilis perdana pada 2020 dan menghasilkan 30 episode. Kali ini, sandiwara audio dirilis setiap hari sekaligus menjadi hiburan ngabuburit selama bulan puasa. Cerita yang diangkat kisah ringan sehari hari dengan pembawaan pop culture.
Hingga saat ini, Mau Gak Mau sudah mengeluarkan 13 episode. Ada empat sutradara yang turun di sandiwara audio Mau Gak Mau ramadhan ini yaitu Naya Anindita, Sigi Wimala, Tumpal Tampubolon, dan satu podcaster mereka Reza Chandika.
Presenter senior Najwa Shihab sampai penyanyi Kunto Aji dan Yura Yunita juga hadir menjadi kolaborator dalam podcast mereka. Mau Gak Mau dapat didengar di Spotify.
Podcast sandiwara audio ini berkisah tentang dua orang cowok bernama Muklis dan Joni yang selalu punya pengalaman horor ke manapun mereka pergi. Sober Bang ditulis oleh Dwiki Gemilang. Perdana dirilis pada Juni 2022 di platform NOISE.
Cerita horor dalam sandiwara audio ini lebih mantap dinikmati dengan menggunakan earphone. Latar suara yang disuguhkan, membuat cerita horornya terasa hidup. Sandiwara audio ini masih bisa didengar di NOISE.